
Di bawah umur skip, tapi tidak apa-apa sih kalau mau baca, buat pembelajaran biar tidak oon kaya Maria 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maria hanya bisa pasrah saat Juano menguasai permainan dan menikmati sentuhan lembutnya. Bibir kenyal Juano terus menerus me lu mat bibirnya, dan tangannya terus memainkan boba miliknya setelah Juano puas menyesapnya.
Juano melepas tautan bibirnya beralih memberi tanda kepemilikan di leher jenjang Maria dan berakhir menggigit pelan daun telinganya.
“Terima kasih sayang, akhirnya kita bisa menyatu,” bisik Juano tepat di telinga Maria saat masih berada di atas tubuh Maria, dan adik kecilnya yang sedari tadi berolahraga keluar masuk, berhenti sejenak menikmati kehangatan yang selama ini di harapkannya dan membuatnya melayang.
“Apa kamu sudah lelah?” tanya Juano dan tangannya mengelap peluh yang ada di dahi Maria melihat istrinya sudah kelelahan karena permainannya. Dan Maria pun langsung mengangguk kepalanya.
“Baiklah sayang, aku akan mempercepat permainanku,”
Juano berkata dan kembali memainkan junornya keluar masuk ke dalam lubang kenikmatan, dan senyum terus menghiasi kedua sudut bibirnya melihat sang istri yang ada di bawahnya sedang men de sah saat dirinya memasukkan juniornya lebih dalam.
Juano yang akan mencapai puncak ke nikmatan, beralih memeluk tubuh sang istri dan semakin mempercepat permainannya.
“Maria, emmm ehhh,”
Dan suara lengkuhan keluar dari bibir Juano saat juniornya sudah menyemburkan cairan hangat yang membuatnya langsung jatuh di samping Maria.
__ADS_1
Maria membuka matanya saat dirinya mendengar ada seseorang yang memanggil namanya. Matanya langsung tertuju pada jam dinding di kamar tersebut yang menunjukkan pukul enam pagi.
Maria membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan tidak lagi mendapati tangan Juano yang semalam tidur sambil memeluknya. Lalu Maria membalik tubuhnya dan beranjak dari tidurnya, senyum menghiasi kedua sudut bibirnya saat melihat Juano masih tidur pulas dengan nafas yang memburu.
Maria mengangkat tangannya dan membelai wajah Juano yang sekarang sudah menjadi suaminya.
“Dan mulai sekarang aku akan selalu menyiapkan sarapan sebelum kamu bangun,” ucap Maria dan mengelap peluh yang ada dahinya. “Dingin begini masa kamu berkeringat ada-ada saja”
Maria berkata dan mengambil selimut untuk menyelimuti sang suami. Tapi dirinya langsung mengejutkan keningnya sambil menahan tawanya. Saat melihat celana Juano yang berwarna krem sudah basah.
“Ano! Ya ampun. Sudah tua masih ngompol,” ucap Maria dan tertawa dengan kencang sambil membangunkan Juano.
“Lelah? Kamu ada-ada saja tentu saja tidak. Itu kamu mengompol, menjijikkan sekali sudah tua bangka tapi tidur masih mengompol seperti anak bayi,”
Juano yang mendengar perkataan Maria, kemudian membuka matanya lalu menatap ke arah celana yang di gunakannya. Juano langsung beranjak dari tidurnya lalu turun dari tempat tidurnya, dan berlari menuju kamar mandi.
“Ada-ada saja, ternyata kamu masih suka ngompol kalau tidur, Juano, Juano,”
Maria juga turun dari tempat tidur sambil menggelengkan kepalanya menuju ruang ganti.
__ADS_1
“Ya ampun, jadi tadi hanya mimpi? Kenapa begitu nyata? Dan kamu junior, kamu membuang buang bibitku saja. Ach pasti Maria akan mengejekku,” ucap Juano sambil mengusap wajahnya kasar lalu melepas celana yang dikenakannya.
Maria yang sudah selesai menyiapkan sarapan untuk Juano, tanpa bantuan pelayan yang ada di vila mama Dina yang sebelumnya yang ingin membantu tapi Maria tolak.
“Ke mana si tukang ngompol, kenapa belum turun,” ucap Maria lalu beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju lantai dua, kamar yang dirinya gunakan bersama dengan Juano.
“Ano, kamu ke–
Maria menghentikan perkataannya saat Juano sedang berbicara dengan seseorang di balik sambungan ponselnya.
Juano yang tahu jika istrinya sudah berada di dalam kamar langsung menghampirinya lalu memeluk pinggang sang istri dengan ponsel yang masih menempel di telinganya.
“Siapa?” tanya Maria penasaran setelah Juano menutup sambungan ponselnya.
Bersambung..............
Tuh tidak menggantung 🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1