
“Ano lepas tidak! Apa apaan sih,” ucap kesal Maria sambil melepas tangan Juano yang masih memeluk pinggangnya. Saat keduanya sudah keluar dari tempat acara
“Kamu kekasihku meskipun hanya pura-pura, jadi tidak masalah bukan? Aku memelukmu?”
“Tapi tidak di depan orang lain juga kan? Apa lagi di depan Tuan Oza,” ujar Maria kesal dan berjalan mendahului Juano.
Juano yang ditinggal Maria langsung menyusul dan mengsejajarkan langkahnya dengan Maria.
“Kenapa kamu terlihat kesal begitu. Apa kamu ada hubungan dengannya?”
“Tidak, tapi... Ah sudahlah.”
“Jangan-jangan kamu–
“Apa?” tanya Maria sambil menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Juano. “Jangan berpikir yang bukan-bukan. Dia itu salah satu ahli waris di mana aku bekerja. Tidak mungkin dia tertarik padaku. Meskipun aku menyukainya,”
Juano yang mendengar perkataan Maria langsung tertawa kencang dan kedua tangannya refleks memegang kedua bahu Maria.
“Jelas saja dia tidak akan tertarik pada wanita seperti dirimu, lihatlah dirimu sudah seperti ondel-ondel dan juga–
“Mata duitan,” sambung Maria memotong perkataan Juano.
__ADS_1
“Itu sadar diri,”
“Ish dasar loyo menyebalkan. Aku bersumpah setelah mama Dina sembuh total, aku akan segara pergi darimu. Dan aku berdoa agar aku tidak pernah bertemu denganmu,”
“Aku pun sama, lain kali kalau aku harus menyewa kekasih bayaran, aku tidak akan menyewa dirimu, meskipun di dunia ini hanya tersisa satu wanita yaitu kamu,”
“Bodo amat,” ujar Maria kemudian berjalan menuju loby di mana Anton sudah menunggunya.
Juano langsung memegang dadanya sendiri sambil melihat Maria yang berjalan terlebih dahulu di depannya.
“Ada apa denganku. Kenapa hatiku merasa sedih saat aku mengatakan hal seperti tadi pada Maria. Ya Tuhan ada apa ini,” gumam Juano dalam hati kemudian berjalan menyusul Maria.
*
*
*
Jam di tangan Juano menunjukkan pukul satu dini hari, ketika dirinya tiba di rumah Maria. Kemudian Juano yang memutuskan untuk duduk di depan di samping Anton yang mengemudikan mobilnya, langsung menatap jok belakang sambil menghembuskan nafasnya kasar, ketika melihat Maria sudah tertidur pulas di sana.
“Maria, bangunlah kita sudah tiba di rumahmu,” ujar Juano tapi tidak ada sahutan dari Maria yang masih dalam posisinya.
__ADS_1
“Percuma Tuan, pasti nona tidak akan bangun, lebih baik Tuan menggendongnya,” usul Anton membuat Juano langsung menatap asistennya tersebut dengan tajam.
“Kenapa tidak kamu saja!”
“Kakiku kran Tuan, maaf,” bohong Anton.
Juano pun tidak berbicara lagi, dan dirinya langsung turun dari mobil, dan membuka pintu mobil di mana Maria sedang tertidur pulas. Dan tanpa pikir panjang Juano langsung menggendong Maria menuju ke arah pintu yang kebetulan sudah di buka oleh mbok Jum.
“Biar saya saja Tuan yang menggendong nona,”
“Tidak usah mbok,” ujar Juano yang langsung menuju di mana kamar Maria berada.
Setelah Juano menidurkan Maria di tempat tidurnya, Juano langsung melepas high hill yang masih terpasang di kaki Maria. Kemudian Juano ingin segera pergi dari kamar Maria tapi tiba-tiba tangannya di cekal olah Maria yang sedang mengigau dan langsung membawa Juano ke dalam pelukannya hingga bibir keduanya bertemu.
Dan Juano yang merasa terkejut saat bibirnya bersentuhan dengan bibir Maria, refleks langsung mencium bibir Maria yang begitu manis baginya, entah mengapa dirinya tidak puas hanya dengan menciumnya, dan dirinya langsung me lu mat bibir Maria saat Maria masih saja tertidur pulas.
Ketika Juano sedang asik dengan bibir Maria, dirinya merasakan jika adik kecilnya tiba-tiba berdiri tegak di bawah sana.
Bersambung...............
Otak ecum kalian pasti bilang lanjutkan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 wkwkwkkwk
__ADS_1