
“Apa nona sedang mencari suami nona? Suami nona baru saja keluar setengah jam yang lalu. Dan ini pesanan nona, kami sudah menghangatkannya untuk nona atas perintah suami nona,” jelas suster tersebut sambil menunjuk martabak keju yang sudah tersusun rapi di atas piring. “Silakan dinikmati sarapannya. Kami permisi dulu. Jika ada yang bisa kami bantu nona tinggal tekan bel yang berada di sana,” jelas suster tersebut sambil menunjuk bel yang berada di samping kanan Lery setelah sebelumnya menaruh sarapan di hadapan Lery.
Lery tersenyum sambil melihat martabak yang dirinya inginkan. Kemudian dirinya langsung melahap martabak tersebut hingga tidak tersisa. Dan entah mengapa dirinya tidak merasakan mual seperti pagi-pagi sebelum nya. Kemudian Lery mengambil ponsel miliknya saat ada pesan masuk.
[Maaf aku tidak membangunkanmu semalam saat aku kembali membawa martabak pesananmu karena kamu sudah tertidur lelap. Dan maaf aku juga tidak membangunkanmu saat aku akan berangkat ke kantor]
[Nanti siang aku akan menjemputmu. Dokter baru saja menghubungiku dan dia mengatakan kamu boleh pulang]
[Apa ada makanan yang kamu inginkan?]
Pesan Mario yang baru saja di baca oleh Lery. Tapi Lery hanya membacanya tanpa membalas pesan dari Mario kemudian dirinya langsung meletakkan ponsel nya lalu turun dari ranjang menuju kamar mandi.
*
*
*
Jam menunjukkan jam sebelas siang saat Mario melihat pesan yang dikirimnya untuk Lery kemudian Mario langsung meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya saat dirinya menyadari Lery sudah membaca pesan yang darinya kirim tanpa membalasnya. Kemudian dirinya mengambil ponselnya kembali saat ada seseorang yang menghubunginya. Lalu Mario segara membereskan berkas yang berada di atas meja kerjanya dan keluar dari ruangannya dengan terburu buru.
__ADS_1
Mario melajukan mobilnya dengan kencang saat dirinya menerima kabar dari asisten rumah tangganya jika Merin anaknya sedang sakit.
“Siapa lagi,” ucap Mario sambil memasang headshet di kedua telinganya saat ada yang menghubunginya kembali.
“Mario aku sudah menunggumu cepat kesini. Dan aku juga menginginkan rujak buah,” ucap Lery dari sambungan ponsel. Membuat Mario hanya mengiyakan perkataan Lery dan fokus mengendarai mobilnya.
*
*
*
“Apa ponselmu kamu buat menahan pintu apartemenmu? Dari semalam aku menghubungimu tapi ponselmu tidak aktif,” ucap kesal seorang wanita mengikuti Mario masuk ke dalam rumah.
“Diamlah yang terpenting aku sudah pulang. Bagaimana keadaan Merin saat ini?”
“Bodo amat. Aku dari dulu juga sudah menyuruh kamu untuk tidak bekerja dan hanya fokus mengurus Merin,”
“Enak saja kalau bicara siapa kamu menyuruhku,”
“Diam!” perintah Mario yang langsung masuk ke dalam kamar Merin.
“Papa,” ucap lemah Merin sambil tersenyum ke arah Mario.
“Sayang,” sambung Mario yang langsung memeluk tubuh Merin dan menciumi seluruh wajah putrinya tersebut. “Apa yang kamu rasakan sayang?”
__ADS_1
“Atu cenang,”
“Merin sedang sakit kenapa Merin mengatakan itu?”
“Kalena papa ada di tini. Atu nyindu papa. Dan atu cudah tak tatit yagi,” jawab Merin sambil mencium kedua pipi Mario. Membuat Mario langsung memeluk kembali tubuh putrinya tersebut.
“Baiklah hari ini papa tidak akan kemana mana. Papa akan selalu bersama Merin ok,”
“Teyima atih papa,”
“Sama-sama sayang,”
“Dan sekarang Merin makan siang dulu. Setelah itu minum obat agar Merin tidak sakit lagi oke,” ucap seorang wanita sambil membawa makan siang untuk Merin.
“Oce mama,” jawab Merin sambil menarik tangan wanita tersebut untuk duduk di sampingnya. “Atu mau mama dan papa tidul beltama atu tetelah atu matan oke,”
“Merin saja dengan papa. Mama ada pekerjaan yang tidak bisa mama tinggal sayang,”
“Mama atu mahu tekali caja tidur belsama mama papa,”
“Oke sayang mama dan juga papa akan menemani Merin tidur siang. Iya kan mama cantik,” ucap Mario sambil menarik wanita tersebut yang akan meninggalkan kamar Merin lalu memeluknya dalam pelukannya.
“Mario lepaskan tanganmu. Najis tahu di peluk kamu,” bisik wanita tersebut sambil melepas pelukan Mario.
*Like*Komen*Bersambung.......
__ADS_1