Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
144 Baik-baik Saja


__ADS_3

Maria maupun Anton langsung menghampiri suster yang baru saja keluar dari dalam ruangan dengan was-was, saat suster tersebut begitu panik.


“Sus bagaimana keadaan suamiku? Dia baik-baik saja kan sus?”


“Maaf nona, ini bukan wewenang saya untuk mengatakan keadaan pasien di dalam,”


“Kenapa suster berkata seperti itu?”


“Maaf nona, saya permisi,” ucap suster tersebut dan dengan terburu buru meninggalkan Maria dan juga Anton.


“Anton, kenapa perasaanku tidak enak,” ucap Maria dan bulir air mata yang sedari sudah mengering kita membasahi pipi Maria kembali, saat perasaannya begitu kacau.


“Tuan akan baik-baik saja, nona tenanglah,” ujar Anton dan membawa Maria untuk duduk kembali.


Tidak berselang lama suara langkah kaki mendekat ke arah Maria yang sedang menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


“Sayang,”


Terdengar suara sambil menahan tangis, lalu menepuk punggung Maria, membuat Maria langsung membuka kedua tangannya yang masih menutupi wajah dan menatap ke arah sumber suara yang sudah dirinya hafal.


“Mama,”


“Sayang,”

__ADS_1


Mana Dina lalu memeluk Maria, dengan air mata yang membasahi pipi, tapi dengan segera mana Dina menghapus air matanya sebisa mungkin untuk tetap tegar di hadapan Maria, meskipun di dalam hatinya menangis, mendengar putra satu satunya mengalami kecelakaan.


Mana Dina yang sudah melepas pelukannya beralih meraup wajah Maria dan menghapus air matanya.


“Maafkan mama sayang, ini semua karena mama, coba saja kalau mama tidak menyuruh kalian pergi ke rumah mama, tentu saja ini tidak akan terjadi,”


“Ini juga salahku Ma, coba saja aku mengikuti perintahnya tentu saja ini tidak akan terjadi,” ucap Maria lalu memeluk mana Dina dan menangis di pelukannya. Dan Mario yang juga baru saja datang bersamaan dengan mama Dina, langsung menepuk punggung Maria untuk menenangkan sang adik.


Mario langsung berlari menghampiri beberapa perawat yang dengan terburu buru menuju ruang IGD di mana Juano mendapat perawatan, dan Mario langsung menghentikan salah satu perawat yang akan masuk ke dalam.


“Sus apa yang terjadi?”


“Saya kurang tahu Tuan, saya hanya di suruh membawa pasien ke rumah sakit nasional, karena di rumah sakit ini peralatan medisnya terbatas, saya permisi Tuan,”


Dan Mario duduk tepat di samping sang adik lalu membawa ke dalam pelukannya.


“Apa Ano baik-baik saja?”


“Tentu dia akan baik-baik saja, kamu tenanglah dan berdoa saja untuk kebaikan suamimu,” jawab Mario untuk menenangkan sang adik.


Maria yang masih berada di pelukan Mario, langsung menegakkan kepalanya saat mendengar pintu ruang IGD di buka dari dalam. Lalu Maria mengerutkan keningnya saat beberapa perawat keluar dengan terburu buru membawa brankar yang berisi seseorang dengan peralatan medis yang menempel di tubuhnya, yang Maria yakini itu adalah Ano suaminya.


Lalu Maria beranjak dari duduknya begitu pun dengan mana Dina yang ingin menghampiri brankar tersebut tapi langsung di hentikan beberapa perawat yang lainnya.

__ADS_1


“Sus itu suamiku mau di bawa?”


“Maaf nona,” ucap salah satu perawat yang masih menahan Maria dan juga mama Dina, yang terus menatap brankar yang sudah menjauh dari pandangannya.


“Tapi mau di bawa ke mana suamiku?”


“Iya Sus, anakku mau kalian apakan?”


“Biar dokter yang akan menjelaskan,” jawab suster tersebut saat dokter yang menangani Juano sudah berada di belakang keduanya.


Maria dan mama Dina pun langsung membalik tubuhnya dan menatap ke arah dokter tersebut.


“Dok suamiku mau di bawa ke mana?” tanya Maria antusias.


“Maaf sekali nona, keadaan suami nona sangat kritis, kami harus membawanya ke rumah sakit nasional untuk mendapatkan penanganan yang optimal, karena di rumah sakit ini peralatannya sangat terbatas, kalau begitu saya permisi,” jelas dokter tersebut yang langsung pergi dengan terburu buru.


“Mario, apa aku tidak salah dengar?” tanya Maria dengan tubuh yang tidak seimbang lalu jatuh pingsan. Begitu pun mama Dina yang juga langsung jatuh pingsan.


 


Bersambung...............


 

__ADS_1


__ADS_2