Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
148 Ngeclup


__ADS_3

Dua minggu kemudian


Maria mendorong kursi roda yang di duduki Juano, ketika hari ini Juano sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit, meskipun kondisinya belum benar-benar sembuh karena dirinya belum bisa berjalan dengan sempurna, saat kakinya yang mengalami patah tulang belum sembuh total, tapi Juano bersikukuh meminta pulang.


Maria berhenti mendorong kursi roda tepat di depan lobi, saat Anton sudah memarkirkan mobilnya tepat di depan lobi rumah sakit.


Lalu Anton membantu Juano masuk ke dalam mobil, di ikuti Maria dari belakang.


Juano terus menyandarkan kepalanya di bahu sang istri saat mobil yang di kendarai Anton membelah jalanan ibu kota.


“Sayang,”


“Hem,” sahut Maria dan tangannya terus menggenggam tangan sang suami.


“Terima kasih,”


“Untuk apa?”


“Karena kamu dengan telaten mengurusku selama aku ri rumah sakit,”


“Itu sudah kewajiban aku sebagai istrimu,”


“Tapi ada yang luput tidak kamu urus sayang,”


Mendengar perkataan sang suami Maria langsung menatapnya.


“Apa?”


“Ini,” ujar Juano sambil mengarahkan tangannya ke junior miliknya.


“Ano!”


“Sayang sakit,” ucap Juano saat Maria meremas juniornya dengan kencang.


“Makanya tangan jangan kurang ajar,”


“He he he, kemarin kamu biasa aja memainkannya,” ucap Juano mengingat kembali jika Maria selalu membersihkan tubuhnya, dan tanpa canggung juga membersihkan juniornya.

__ADS_1


“Siapa Juga yang memainkan juniormu yang loyo kaya terong goreng,”


“Itu karena aku sedang tidak fit, kalu aku sudah sembuh total pasti berdiri tegak bagaikan tiang listrik,”


“Sudah jangan bicara, sudah sini,” ucap Maria sambil menepuk kedua pahanya agar suaminya tidur di pangkuannya.


Dan tanpa pikir panjang Juano langsung mengikuti perintah Maria.


“Ano!” teriak Maria saat tangan Juano menyelusup lewat baju yang di kenakannya dan mereka gunung kembarnya.


“Sstt jangan berisik, aku mau olah raga tangan dulu biar tangan ini tidak kaku, karena kelamaan di infus,”


“Modus,” sambung Anton dari bangku pengemudi.


“Anton, diam saja, apa kamu ingin bulan ini tidak mendapatkan gaji.


“Siapa anda, aku asisten pribadi pemilik perusahaan Franshola, anda tahu bukan?”


“Apa kamu lupa siapa pemiliknya?”


“Tentu saja tidak,”


*


*


*


Sementara itu Mario terus berjalan mengikuti ke mana istrinya melangkahkan kakinya.


Lery yang begitu kesal dengan kelakuan sang suami, menghentikan langkahnya lalu membalik badannya kemudian melipat kedua tangannya dan menatap tajam ke arah suaminya yang sedang tersenyum manis ke arahnya.


“Bisa diam tidak! Bukannya menggendong si kembar yang menangis, mala seperti orang yang tidak punya kerjaan!”


“Mereka sudah tenang bersama pengasuhnya sayang, dan ada satu pekerjaan yang belum aku kerjakan,”


“Ya sudah sana kerjakan pekerjaanmu kenapa masih diam di sini,”

__ADS_1


“Kan yang mau di kerjain ada di hadapanku,” ujar Mario dan langsung memeluk sang istri.


“Mario!”


“Jangan berteriak, nanti si kembar menangis dan kita tidak jadi memberikan adik girl untuk Merin, sayang,”


Tanpa pikir panjang Lery langsung menarik Junior Mario saat Lery merasakan juniornya sudah berdiri tegak di bawah sana dan menyentuh tubuhnya.


“Ach sayang apa yang kamu lakukan?”


“ Memberi pelajaran padanya agar dia tahu diri,”


“Tapi kan ini sudah mendekati tanggal masa nifas kamu sayang?”


“Mendekati dan itu artinya belum,”


“Tapi kamu juga sudah tidak memakai anti kerut jadinya boleh dong,”


“Ini nih suami yang minim pelajaran, bisa bisanya aku menikah denganmu,”


“Tapi kamu suka kan di buat men de sah?”


“Tapi bukan saat ini, sudah lah kalau bicara macam ini dengan kamu, tidak akan ada habisnya. Intinya belum boleh–


“Sebelum empat puluh hari, iya aku tahu. Tapi ngeclup dikit boleh lah,”


“Mario!!!!!!!!!!!!!”


Bersambung................


Detik-detik terakhir menuju end ya sayang, karena semua sudah bahagia dengan pasangan masing-masing, untuk Oza pasti nanti di buatkan novelnya tapi tidak tahu kapan 🤭🤭🤭🤭🤭


Pasti kalian nungguin unboxing pasangan baru bukan? tenang aja, aku tahu otak kalian pada me sum, jadi bakal aku kasih sejengkal lagi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Jangan lupa berikan komentar terbaik kalian menuju episode detik-detik terakhir ya sayang, i love you all 😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2