Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
149 Jamu


__ADS_3

Maria menjalani perannya sebagai istri yang baik, seperti istri pada umumnya yang melayani sang suami.


Seperti pagi ini Maria sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk sang suami di temani mama Dina sang mertua, kegiatannya rutin pagi hari yang sudah dirinya lakukan hampir dua minggu setelah kepulangannya dari rumah sakit, saat keduanya memutuskan tinggal di kediaman mama Dina, atas perintahnya.


Maria juga merawat sang suami dengan telaten dan selalu menemani sang suami ke rumah sakit, untuk melakukan terapi pada kaki kirinya yang belum juga bisa berjalan dengan sempurna.


Mama Dina yang sedari tadi membantu Maria menyiapkan sarapan, memegang bahu sang menantu.


“Sayang,”


“Iya Ma,”


“Terima kasih,”


Mendengar perkataan mama Dina, Maria yang sedang menata piring di meja makan, menghentikan aktivitasnya lalu membalik tubuhnya untuk menatap mama Dina.


“Kenapa Mama berkata seperti itu?”


“Karena kamu sudah bisa mencintai Ano, dan menjadi istri yang sempurna untuk anak mama, sekali lagi terima kasih sayang,” mana Dina menjawab pertanyaan Maria lalu memeluk Maria dengan erat.


“Mama tidak perlu mengatakan itu, karena memang yang aku lakukan ini tugas istri yang sesungguhnya Ma, dan aku akan selalu menjadi istri yang sempurna dan seutuhnya untuk suamiku,”


Mendengar perkataan Maria, mama Dina melepas pelukannya beralih memegang kedua bahu Maria.


“Jadi kamu sudah menjadi istri yang seutuhnya untuk Ano?” tanya mama Dina antusias dan Maria pun langsung menganggukkan kepalanya. “Jadi kalian sudah melakukan kikuk-kikuk?”


“Apaan itu Ma,”

__ADS_1


“Itu tuh, malam pertama, jadi kalian sudah– ah mama tidak sabar ingin segera memiliki cucu,” ucap mama Dina sambil mengelus perut Maria. Dan Maria pun langsung mengerutkan keningnya.


“Mana bisa, aku bisa memberikan cucu pada Mama, unboxing saja belum Ma, masih di segel rapat,”


Mulut mama Dina menganga lalu menepuk jidatnya sendiri saat mendengar perkataan Maria.


“Ada apa Ma?”


Bukannya menjawab pertanyaan Maria, mama Dina malah melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur.


“Ada apa dengan Mama, aneh sekali,” ucap Maria dan melanjutkan aktivitasnya kembali.


Dan tidak berselang lama, mama Dina kembali menghampiri Maria dengan membawa secangkir minuman yang dirinya bawa.


“Sayang,”


“Iya Ma,”


“Ini apa Ma,”


“Jamu tradisional, sudah minum saja, agar kamu tetap fit, supaya kamu tidak mudah lelah, tadi kamu bilang ingin membantu mama menyiram bunga bukan?”


Tanpa menjawab pertanyaan mama Dina, Maria lalu mengambil cangkir yang ada di tangannya dan meminumnya. Membuat mama Dina langsung mengulum senyum.


“Kok rasanya aneh Ma,”


“Karena kamu belum terbiasa sayang,”

__ADS_1


“Oh begitu, ya sudah Ma, aku panggil Ano dulu untuk sarapan,”


“Panggillah sayang,” ujar mama Dina dengan senyum yang terus terukir dari kedua sudut bibirnya menatap sang menantu yang sudah berjalan menuju kamarnya. “Mama tunggu kabar baik sayang,”


 


Maria yang sudah masuk ke dalam kamar lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru sudut ruangan saat tidak mendapati sang suami.


“Ano kamu di mana?”


“Aku di sini,” jawab Juano dari balik pintu untuk mengagetkan Maria.


“Ya ampun, kamu mengagetkan aku,” Maria membalik tubuhnya untuk menghadap ke arah Juano. Lalu Maria mengerutkan keningnya menatap sang suami. “Ano kamu?”


“Ada apa denganku?” tanya Juano sambil merentangkan tangannya lalu mengangkat ke dua bahunya.


“Kamu sudah bisa berjalan?” tanya Maria penasaran, pasalnya kemarin saja Juano masih meminta bantuannya untuk beranjak dari tempatnya.


“Jangankan berjalan, menggendong kamu juga aku bisa,” jawab Juano yang langsung mengangkat tubuh Maria dan membopongnya, lalu berjalan dengan perlahan menuju tempat tidur.


Setelah sampai tempat tidur Juano kemudian merebahkan tubuh Maria, yang masih tidak percaya jika suaminya bukan hanya bisa berjalan normal tapi juga bisa mengangkat tubuhnya, dan tidak menyadari jika Juano sudah mengungkung tubuhnya.


 


 


 

__ADS_1


Bersambung....................


Skip ah 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 wkwkwkwkwkwk


__ADS_2