Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
44. Ambyar


__ADS_3

“Apa kamu lupa apa yang di katakan mommy pada kita sebelum kita kembali kesini? Tugas istri itu melayani suami, dan harus menuruti ke inginkan suami termasuk keinginannya di atas ranjang...”


“Karena istri akan mendapat pahala bila mematuhi suaminya. Iya aku masih ingat yang mommy katakan,” sambung Lery memotong perkataan Mario dan langsung membalik tubuhnya.


“Nah begitu dong kamu tidak lihat lobak milikku sudah berdiri tegak ingin main kuda kudaan,”


“Tapi ranjang ini sempit Mario. Aku tidak ingin mengganggu Marco yang sedang terlelap,”


“Ya sudah kita pindah saja ke lantai,” usul Mario membuat Lery langsung menatap tajam ke arah Mario.


“Apa kamu bercanda?”


“Tidak, kita kan bisa menggunakan kasur itu,” jelas Mario sambil menunjuk kasur lipat yang berada di samping tempat tidurnya.


“Mario aku tidak bisa. Yang ada nanti punggungku sakit. Seumur umur aku tidak pernah tidur menggunakan kasur seperti itu,”


“Tidak akan sakit. Percaya padaku. Aku akan membuat kamu tidak merasakan sakit yang ada malah kenikmatan yang akan aku berikan saat aku akan menusukmu sambil main kuda kudaan,”


“Apaan sih tidak lucu kali,”


“Tidak tapi nikmat,” sambung Mario yang langsung turun dari tempat tidur kemudian melebarkan kasur lipat. “Ayo turun sayang apa yang membuat kamu terdiam?”


“Kasur itu sangat sempit Mario,” ucap Lery saat melihat kasur lipat yang baru saja Mario lebarkan hanya berukuran sembilan puluh kali dua ratus sentimeter. Tapi tidak di hiraukan oleh Mario yang langsung mengangkat tubuh Lery dan merebahkan di kasur tersebut.

__ADS_1


“Yang sempit yang enak sayang,”


“Kenapa kamu berkata seperti itu Mario?” tanya Lery sambil cemberut. “Kamu membuat aku tersinggung, pasti punyaku sudah tidak sempit kan?


“Siapa bilang?” tanya Mario sambil mengungkung tubuh Lery di bawahnya.


“Kamu tahu sendiri. Aku sudah melahirkan dan...” ucapan Lery berhenti saat tiba-tiba Mario mencium bibirnya dan me lu matnya.


“Bagiku masih saja sempit dan membuat aku ketagihan sayang, dan sekarang jangan katakan apa pun lagi. Kamu yang jadi kudanya apa aku?” tanya Mario setelah melepas tautan bibirnya.


“Kamu maunya bagaimana?”


“Jelas aku yang akan jadi kudanya. Kamu tinggal menikmati permainanku,” jawab Mario yang langsung mencium leher Lery dan memberikan tanda kemerahan membuat Lery hanya bisa men de sah menikmati setiap sentuhan yang Mario berikan apa lagi saat lobak miliki Mario yang sudah menegang di bawah sana mulai menggesak gesekan di daerah intinya meskipun pakaian keduanya masih melekat.


Ceklek


Pintu kamar tiba-tiba ada yang membukanya membuat Mario dan juga Lery langsung menatap ke arah pintu. Ketika sebelumnya Mario lupa mengunci pintu kamarnya.


“Merin,” ucap Mario dan juga Lery bersamaan kemudian Lery langsung mendorong tubuh Mario hingga Mario terjengkang ke belakang dan dirinya langsung mengancing baju tidurnya kemudian beranjak dari tempat tidurnya menghampiri Merin yang sedang menguap sambil memeluk boneka miliknya.


“Merin sayang kenapa Merin belum tidur?” tanya Lery saat sudah mendekat ke arah Merin.


“Aku mahu tidul cama Coco dan mama,”

__ADS_1


“Tidak usah sayang. Yuk Merin papa antar ke kamar Merin lagi,” sambung Mario sambil beranjak dari tempatnya.


“Tidak mahu. Aku mahu tidul sama Coco dan mama malam ini!”


“Tapi sayang...”


“Papa! Dangan bitala lagi. Tadi papa tedang apa di atas mama?” tanya Merin membuat Mario dan juga Lery hanya bisa saling pandang sambil menghembuskan nafasnya kasar.


“Oh itu. Tadi papa sedang memijat kaki mama, sayang,” jelas Mario tidak tahu lagi apa yang harus dirinya katakan.


“Tapi tenapa papa tidak pake baju?”


“Oh ini karena papa merasa kepanasan sayang. Lupa AC nya belum di nyalakan,” bohong Mario sambil mengambil bajunya yang tergelak di atas lantai dan memakainya kembali.


“Oh beditu. Ya tudah ayo ma aku ingin tidul di peluk mama,” ujar Merin sambil menarik tangan Lery menuju ke tempat tidur.


“Ambyar sudah, nasib-nasib masa harus di tahan bisa darah tinggi. Baru anak dua kalau nambah lagi amsyong,” ucap Mario sambil menepuk jidatnya dan Lery yang mendengar perkataan Mario hanya bisa tersenyum.


 


Bersambung......


🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 wkwkwkwkwk

__ADS_1


__ADS_2