Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
66 Berpikir Negatif


__ADS_3

Sore mbak Maria,” ucap salah satu O B saat sudah tiba di meja kerja Maria sambil membawakan pesanan Maria.


“Letakan di situ,” sahut Maria yang masih sibuk dengan layar laptop di hadapannya sambil menunjuk sudut meja yang kosong.


“Baik mbak,”


“Oh iya Pak Mario sudah pulang?” tanya Maria saat O B tersebut ingin meninggalkannya.


“Baru saja keluar dengan klien kerjanya dan juga dengan seorang model,”


“Apa,” ucap Maria terkejut yang langsung menatap O B tersebut sambil menutup laptop di depannya dan beranjak dari duduknya. “Kamu bereskan mejaku,” perintah Maria yang langsung menyambar tas miliknya kemudian mengambil ponselnya dan langsung menghubungi seseorang.


“Mbak kopi dan cake nya,” ucap O B tersebut saat Maria pergi meninggalkan meja kerjanya.

__ADS_1


“Makan saja,” sahut Maria yang langsung terburu buru meninggalkan meja kerjanya.


“Alhamdulillah rezeki nomplok,” ujar O B tersebut dengan tersenyum senang.


Jam menunjukkan pukul sembilan malam tapi belum ada tanda-tanda Mario akan pulang ke rumah. Lery yang sedang berada di kamarnya setelah menidurkan Marco dan juga Merin terus saja menatap keluar rumah dari balik gorden yang menutupi jendela kamarnya yang terletak di lantai dua.


“Mario kenapa ponselmu tidak aktif. Seharusnya kamu sudah sampai di rumah. Meskipun macet tidak mungkin kamu akan telat sampai di rumah,” ujar Lery sambil menatap ponsel yang berada di tangannya. Saat sudah berulang kali dirinya menghubungi Mario tapi ponselnya dimatikan. “Baiklah aku coba menghubungi Maria,” ucap Lery yang langsung menghubungi Maria tapi ponsel Maria pun di matikan. “Ya ampun kalian berdua kenapa kompak ponsel pakai dimatikan segala. Apa jangan-jangan, ach tidak mungkin,” ucap Lery lagi yang langsung mengambil remot dan menyalakan TV kemudian mencari saluran berita. Takut apa yang ada di pikirannya terjadi pada Mario dan juga Maria. “Ya ampun apa yang aku pikirkan, maafkan aku Tuhan sudah berpikir negatif,” ujar Lery sambil mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah melihat berita di televisi tapi tidak ada berita tentang kecelakaan hari ini. Kemudian Lery beranjak dari duduknya saat pengasuh Marco memanggilnya saat Marco tiba-tiba menangis dan tidak bisa diam.


Sementara itu di klub malam elite yang mengharuskan pengunjung mematikan ponselnya, Mario hanya pasrah saat tuan Licon terus saja menuang minuman keras dengan kadar alkohol yang tinggi ke dalam gelasnya, meskipun Mario sudah menolaknya saat dirinya mulai kehilangan kesadarannya.


“Kamu hebat Mario, aku suka gayamu, ternyata kamu kuat minum minuman ini,” ujar tuan Licon sambil beranjak dari duduknya menuju toilet yang terdapat di dalam ruang VVIP di mana Mario berada.


Adel yang memiliki kesempatan untuk mendekati Mario saat sedari tadi dirinya hanya berada di pangkuan tuan Licon, yang sudah membayarnya mahal untuk menemaninya malam ini, langsung mendudukkan tumbuhnya di samping Mario yang sedang memegangi keningnya sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa. Dan Adel yang memiliki kesempatan tersebut langsung naik ke atas pangkuan Mario dan memeluknya saat dirinya yakin tuan Licon sudah tertidur di dalam toilet saat sebelumnya minuman tuan Licon sudah di beri obat tidur oleh Adel.

__ADS_1


“Adel apa yang kamu lakukan,” ujar Mario sambil menyingkirkan tubuh Adel. Tapi Adel malah mengeratkan pelukannya.


“Mario aku merindukan tubuhmu ini Mario. Biarkan aku menikmatinya sekali saja. Apa kamu tidak merindukan tubuhku ini. Tenang saja istrimu tidak akan tahu apa yang kita lakukan di sini. Dan tenang saja tuan Licon pasti sudah tertidur di dalam saja,” ujar Adel yang sekarang mulai menggoyang goyangan bagian bawah tubuhnya saat masih di atas pangkuan Mario. Dan Adel langsung melepas pelukannya dan terus melakukan aksinya sambil tersenyum saat merasakan adik kecil Mario mulai menggeliat di bawah sana.


“Adel!” teriak Mario sambil menyingkirkan tubuh Adel dan langsung beranjak dari duduknya meskipun dengan tubuh yang sempoyongan akibat terlalu banyak minum karena baru kali ini Mario minum lagi setelah sekian lama tidak minum saat Lery melarangnya.


“Mario sekali saja lakukan denganku. Aku sungguh merindukannya, setelah ini kita lupakan. Aku yakin istrimu tidak akan mengetahuinya,” ujar Adel sambil memeluk tubuh Mario dari belakang. “Aku tahu kamu juga menginginkannya Mario,”


“Adel!” teriak Mario sambil melepas pelukan Adel dan membalik tubuhnya  untuk menatap Adel meskipun pandangannya mulai kabur.


“Iya sayang. Aku tahu kamu menginginkannya,” sambung Adel yang langsung mendorong tubuh Mario hingga terjatuh di sofa. “Jangan menolaknya Mario. Aku akan bermain untukku. Kamu tinggal nikmati saja seperti dulu kita melakukannya,” ujar Adel yang sekarang naik lagi ke pangkuan Mario yang benar-benar tidak ada tenaga lagi untuk menyingkirkan tubuh Adel. Sehingga Adel dengan leluasa meng gerayangi tubuh Mario. Dan mulai membuka kemeja yang Mario kenalan tidak menyadari ada yang membuka pintu ruangan tersebut.


Bersambung....................

__ADS_1


 


__ADS_2