Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
47 Menanam


__ADS_3

Peringatan part ini khusus yang sudah menikah yang belum, like aja langsung skip ya zayang.


“Uhh emm sayang, jangan menguji kesabaranku. Ini sudah di puncak ayolah jangan di mainkan seperti itu. Bisa-bisa keluar di luar. Sayang kan siapa tahu benih itu akan tumbuh jadi seorang presiden nantinya,” ucap Mario saat Lery yang sudah melepas semua pakaian terus memainkan lobak miliknya di bawah sana.


“Sebentar saja aku sedang mengamatinya,”


“Tidak bisa aku sudah tidak bisa menahannya lagi,” sambung Mario yang langsung menarik tangan Lery lalu memeluknya dan mengungkung di bawahnya.


“Emm ohh Mario,” de sah Lery saat Mario memberikan tanda kepemilikan di sekitar hutan yang baru saja mengalami pembalakan liar oleh tangan-tangan jahil, dan Mario mulia menyesap mata air yang mulai membasahi hutan belantara tersebut. Membuat Lery langsung menarik rambut Mario sambil marancau tidak jelas menikmati setiap sesapan yang membuat dirinya melayang.


Mario yang sudah puas dengan hutan belantara langsung menaiki kuda ingin menyelesaikan misi yang membuat darahnya mendidih. Kemudian Mario beralih memberikan tanda kemerahan di leher jenjang Lery, dan turun ke gunung kembarnya tanpa menyentuh boba. Karena boba tersebut hanya milik Marco untuk saat ini. Kemudian dengan perlahan Mario mulai menanam lobak ke dalam hutan belantara di bawah sana, membuat Lery langsung menggigit bibir bawahnya untuk menahan suara erotisnya yang begitu seksi. Saat Mario mulai mencabut dan menanam lombok di bawah sana dengan ritme sedang.


“uhhhh,”


“Emm ahh,” suara de sa han dari mulut Mario dan juga Lery bergantian saat Mario mulai menanam lobak dengan ritme cepat dan mata air mulai membanjiri hutan belantara.


Dan setelah lama Mario keluar masuk menanam lobak Lery langsung memeluk erat tubuh Mario sambil memanggil nama Mario dengan seksi begitu pun dengan Mario. Yang terus menanam lobak dengan ritme kencang. Dan suara lenguhan dari keduanya bersahutan saat lobak sudah tertanam sempurna di dalam sana sambil mengeluarkan getah. Mengakhiri kenikmatan yang begitu memabukkan hingga melayang layang ke awan. Dan dengan perlahan Mario langsung mencabut lobak yang sudah tertanam dan berlumur getah dan menjatuhkan tubuhnya di samping Lery dengan nafas yang masih memburu.


“Terima kasih,” ucap Mario sambil membawa Lery ke dalam pelukannya di akhiri dengan mencium kening Lery. “Istirahat sebentar sebelum mulai lagi menanam,”


“Yakin masih mau,”

__ADS_1


“Yakin kapan lagi bisa leluasa begini,” ujar Mario yang langsung mengeratkan pelukannya.


*


*


*


Mario melajukan mobilnya dengan kencang menebus jalanan ibu kota. Saat sebelumnya anak buahnya menghubungi dirinya. Meskipun Mario belum juga beristirahat setelah menanam lobak.


Lery yang duduk di samping Mario langsung menatap Mario yang begitu tegang.


“Nanti kamu akan tahu sayang,” jawab Mario sambil meraih tangan Lery dengan tangan kirinya saat tangan kanannya sedang sibuk di setir pengemudi lalu Mario menggenggam tangan Lery kemudian memberikan ciuman singkat di punggung tangan sang istri.


“Apa ini ada hubungannya dengan Brian?”


“Nanti kamu akan tahu sayang,” ucap Mario yang langsung fokus mengemudikan mobilnya dan tangannya masih menggenggam tangan sang istri.


*


*

__ADS_1


*


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam sampailah Lery dan juga Mario di sebuah gedung kosong yang berada di pinggiran kota.


“Mario kenapa kita pergi ke tempat ini. Apa kamu akan menjatuhkan aku dari atas sana?” tanya Lery ketika sudah keluar dari dalam mobil dan menatap gedung tersebut.


“Ish kalau aku menjatuhkan kamu. Siapa yang aku tanami,”


“Masih...” ucapan Lery berhenti saat Mario tiba-tiba memeluknya dan memberikan ciuman di bibir Lery.


“Sekarang ayo kita masuk,” ajak Mario setelah melepas tautan bibirnya sambil menggandeng tangan Lery untuk masuk ke dalam gedung kosong tersebut.


Lery langsung mengerutkan keningnya saat sudah memasuki gedung kosong tersebut dan melihat seseorang yang sangat dirinya kenal.


“Mario itu bukannya...”


“Brian dan...”


Bersambung........


Diwajibkan ngakak 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2