Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
81 Terong Goreng


__ADS_3

“Ada apa?” tanya Maria penasaran saat Juano menghentikan mobil yang dikendarai tepat di depan sebuah kafe elite, tanpa menjawab pertanyaan Maria, Juano langsung turun dari mobilnya yang berhenti di pinggir jalan dan langsung menuju kafe kemudian menghampiri pasangan yang memang sedang duduk di luar kafe tersebut.


Maria yang merasakan perasaan tidak enak langsung menyusul Juano dengan terburu buru.


“Jadi ini alasan kamu meninggalkan aku Elis?” tanya Juano pada wanita yang baru saja di hampirinya dan sedang bermesraan dengan seorang pria. Tapi tidak di hiraukan oleh wanita tersebut yang manganggap Juano tidak ada. “Elis! Kenapa kamu mengacuhkan aku, apa salahku Elis!” teriak Juano sambil menggebrak meja yang  berada di hadapannya. Membuat wanita yang di panggil Elis langsung beranjak dari duduknya.


Plak


Wanita tersebut langsung menampar pipi Juano dengan kencang.


“Apa aku harus menjelaskan lagi kenapa aku ingin mengakhiri hubungan denganmu? Agar orang-orang di sini tahu siapa kamu sebenarnya?” tanya wanita tersebut membuat Juano langsung bersimpuh di kaki wanita yang memenuhi hatinya. “Berdirilah Ano, tidak ada gunanya kamu bersimpuh di kakiku. Karena aku tidak akan pernah kembali padamu Sampai kapan pun. Kamu memang memiliki segalanya dan kamu bisa memberikan apa pun yang aku inginkan. Tapi aku tidak ingin membohongi dirimu lagi Ano. Karena aku butuh kepuasan yang tidak pernah kamu berikan padaku,”


“Elis, aku sudah berobat dan aku yakin aku bisa,”

__ADS_1


“Selalu itu yang kamu katakan padaku. Tapi Kenyataannya nol besar. Sudahlah Ano biarkan aku bahagia dengan orang lain. Dan kamu bisa menemukan pendamping yang bisa menerima kekuranganmu,” ujar wanita tersebut yang langsung meninggalkan Juano yang masih bersimpuh di lantai bersama dengan kekasih barunya.


Dan Maria yang sedari tadi mendengar apa yang dikatakan oleh mantan pacar Juano hanya bisa mengerutkan alisnya dan mencerna apa yang dikatakan oleh mantan pacar Juano.


“Apa yang di katakan oleh wanita itu, kenapa otakku tidak sampai. Ah bodo amat,” ucap Maria yang langsung mendekat ke arah Juano. “Jangan seperti ini jadi pria lembek amat kaya terong goreng, bangun tidak,” ujar Maria sambil menarik tangan Juano agar beranjak dari tempatnya. “Mantan itu tidak untuk di tangisi Ano, mantan itu di buang pada tempatnya. Masih banyak wanita di dunia ini, jangan lemah hanya karena satu wanita. Kamu ini pria Ano,” nasehat Maria tapi tidak di hiraukan oleh Juano yang langsung menuju mobilnya kembali dan Maria mengekor di belakang Juano.


“Kamu saja yang mengendarai mobil. Mood ku sedang tidak bagus,” ujar Juano  yang langsung naik ke kursi penumpang. Dan Maria langsung mengambil alih stir pengemudi.


“Ano apa yang kamu lakukan, ini tidak benar,” ujar Maria sambil mengambil botol minuman tersebut dari tangan Juano. “Apa kamu ingin merusak dirimu sendiri dengan minuman ini? Banyak wanita di luar sana yang lebih baik dari mantan pacar kamu itu, dan dengan perlahan kamu pasti bisa melupakannya,”


“Berapa lama aku bisa melupakannya? Aku dan dia sudah menjalin hubungan hampir sepuluh tahun,”


“Ano, Ano baru sepuluh tahun pacaran, ada yang sudah berpuluh puluh tahun berumah tangga mereka bercerai biasa saja, sudahlah jangan jadikan kamu lemah hanya karena perempuan. Memalukan sekali,”

__ADS_1


“Iya aku memang memalukan,” sahut Juano yang langsung menyambar botol minuman keras yang berada di tangan Maria kemudian menenggaknya dengan kasar.


“Bukan itu maksudku Ano, maaf,” ujar Maria merasa tidak enak.


“Kamu tidak salah. Cepat lajukan mobilnya, mama pasti sudah menunggu kita,”


“Aku tidak ingin menemui mama kamu jika kamu masih minum dan menyedihkan seperti ini,” ujar Maria sambil membuka pintu mobil, tapi tangannya langsung di cekal oleh Juano.


“Oke, oke,” ujar Juano yang langsung membuka kaca mobilnya dan melempar botol minuman yang berada di tangannya ke tong sampah yang tidak jauh dari mobilnya. Dan Maria langsung menutup pintu mobil kemudian melajukan mobilnya kembali.


“Kamu ingin tahu alasan sebenarnya kenapa dia memutuskan hubungannya dengan ku,” ujar Juano membuat Maria langsung menatap ke arah Juano.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2