Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
43 Coco


__ADS_3

Setelah melakukan penerbangan kurang lebih tujuh belas jam. Sampailah Lery dan juga Mario di Indonesia. Mario yang tahu istrinya sedang dalam pengejaran media langsung memakaikan masker dan juga topi agar media tidak tahu. Yang sebelumnya sudah di sediakan oleh beberapa orang suruhan Mario yang sudah menunggu ke duanya di depan pintu kedatangan bandara. Dan Mario yang sudah terbiasa dengan hal seperti ini langsung mengatur anak buahnya. Agar istrinya terhindar dari kejaran para awak media yang sudah menunggu Lery di bandara. Tidak tahu awak media tersebut tahu keberadaan Lery dari mana.


Dan benar saja berkat strategi Mario. Akhirannya keduanya terhindar dari kejaran awak media. Dan bisa bernafas lega ketika sudah berada di dalam mobil yang sudah di sediakan oleh anak buah Mario. Kemudian mobil yang ditumpanginya langsung melesat keluar dari bandara.


“Kalau kamu lelah beristirahat. Dan tidur di pangkuanku ini,” perintah Mario tapi tidak dihiraukan oleh Lery. “Lery ada apa?” tanya Mario sambil memeluk bahu Lery yang terlihat begitu cemas.


“Aku takut terjadi sesuatu pada Marco. Dan Brian akan mengambilnya dariku,” jawab Lery saat dirinya mendapat kabar Brian datang ke rumahnya.


“Itu tidak akan pernah terjadi. Marco sudah aman. Kamu tenang saja,” ucap Mario menenangkan sang istri yang begitu cemas dan langsung memeluk istrinya tersebut.


*


*


*


Lery mengerutkan keningnya saat sopir yang membawa mobilnya memarkirkan mobilnya tepat di halaman rumah sederhana. Bukannya menuju rumah Lery.


“Mario,”


“Turunlah,” ucap Mario sambil meraih tangan Lery untuk keluar dari dalam mobil.


“Ini rumah siapa?”


“Rumahku,” jawab Mario singkat dan langsung menggenggam tangan Lery untuk masuk ke dalam rumah.


“Bukannya kamu tinggal di apartemen,”


“Apa kamu lupa. Aku memiliki anak dan dia tinggal di sini,”

__ADS_1


“Tapi aku merindukan Marco,”


“Tenang saja,” ucap singkat Mario yang langsung masuk ke dalam rumah.


Ketika sudah berada di dalam rumah Mario langsung membawa Lery menuju salah satu kamar. Dan Lery begitu senang saat mengetahui Marco ada di dalam bersama anak perempuan yang sedang menggoda Marco.


“Apa dia Merin?” tanya Lery tapi tidak dihiraukan oleh Mario yang langsung memanggil Merin.


“Papa,” ucap Merin yang langsung menghambur memeluk Mario. “Papa aku puna adik balu namanya Coco tapi tidak pakai melon. Dan kata mama aku duga puna mama balu. Apa ini mama balu aku?” tanya Merin sambil tersenyum ke arah Lery dan Lery langsung merentangkan tangannya untuk menggendong Merin.


“Benar sayang aku mama baru Merin,”


“Mama tudah tahu nama aku?”


“Jelas sayang karena aku mama baru kamu,” jelas Lery sambil mencium pipi Merin.


“Selamat datang kakak ipar atau ibu bos Lery,” sambung Maria dan menghampiri Lery. Dan Lery pun langsung memeluk Maria saat Mario memberi tahu kalau Maria sekretaris nya dulu adalah adik Mario yang selama ini merawat Merin.


“Sama-sama karena Marco juga keponakan aku,” ujar Maria setelah melepas pelukannya.


Lery langsung menghampiri Marco sang putra yang berada di atas tempat tidur. Setelah Maria, Merin dan juga pengasuh Marco keluar dari kamar menyisakan dirinya, Mario dan juga sang putra.


“Mama sangat merindukan kamu sayang,” ucap Lery sambil menciumi seluruh wajah putranya tersebut.


“Papa juga sayang,” sambung Mario sambil mencium pipi Lery.


“Mario!”


“Iya sayang,”

__ADS_1


“Jangan bercanda,” ucap Lery tapi tidak di hiraukan oleh Mario yang langsung mengangkat Marco dan menggendongnya.


“Lery,”


“Hem,”


“Untuk sementara kamu dan juga Marco tinggal disini agar Brian tidak  bisa menemukan kalian,” jelas Mario saat Brian terus saja mencari keberadaan Marco. Untung saja orang suruhan Mario dengan cekatan langsung menyembunyikan Marco.


“Baiklah. Dan Terima kasih kamu sudah menyayangi Marco seperti anakmu sendiri,” ucap Lery sambil memeluk Mario dari belakang dan menaruh dagunya di bahu Mario saat Mario sedang menggendong Marco.


“Aku akan selalu menganggap Marco sebagai anakku sendiri sayang,” sambung Mario sambil mencium Lery.


Setelah selesai makan malam Mario yang baru saja keluar dari kamar Merin setelah menidurkannya langsung menuju kamar Marco yang bersebelahan dengan kamar Merin. Mario yang sudah masuk ke dalam kamar langsung tersenyum saat melihat Lery yang sudah terlelap di samping Marco. Kemudian Mario langsung merebahkan tubuhnya di samping Lery dan langsung memeluknya.


“Maaf kamar ini tidak seluas kamarmu. Tapi aku senang. Dan aku suka seperti ini karena aku akan selalu menempel di sampingmu sayang,” ucap Mario sambil memeluk erat tubuh Lery.


“Mario aku lelah,” ucap Lery sambil memejamkan matanya saat menyadari tangan Mario sudah bermain di gunung kembarnya.


“Aku menginginkan nya,"


"Aku ingin beristirahat dan mempersiapkan mental untuk besok menghadapi Leno,"


"Jangan kuatir ada aku bersamamu, dan sekarang aku membutuhkan kamu," ucap Mario yang sekarang beralih menciumi belakang leher Lery.


“Apa kamu tidak tahu ada Marco disini,”


“Dia tidak akan tahu kita sedang apa,”


“Mario!”

__ADS_1


Bersambung............


__ADS_2