Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
68 Ceroboh


__ADS_3

Byur


“Ma...”


Byur


“Ma...”


Byur


“Maria!” teriak Mario dengan kencang saat kesadarannya mulai pulih ketika Maria beberapa kali menenggelamkan kepalanya ke dalam kolam yang berada di tengah-tengah taman kota.


Saat Maria memutuskan untuk membawa Mario ke taman kota tersebut. Dan Camel yang melihat tingkah kakak adik yang tidak jauh darinya saat dirinya sedang duduk di bangku taman kota yang letaknya tidak jauh dari kolam, langsung tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya dan tidak lupa mengabadikan pemandangan tersebut dengan kamera ponselnya.


“Maria apa yang kamu lakukan?” tanya Mario dengan kepala yang sudah basah kuyup, tapi tidak di jawab oleh Maria yang lagi-lagi menenggelamkan kepala sang kakak. “Maria! Apa kamu sudah gila ingin membuat aku mati,”


“Lebih baik kamu mati dari pada aku harus memiliki saudara sepertimu yang tingkat kebodohannya di atas rata-rata,”


“Kenapa kamu berkata seperti itu?”


“Masih saja bertanya dasar bodoh,”


“Bicara yang sopan dengan kakak mu ini,”


“Baik kakak yang bodoh,” sahut Maria sambil tersenyum di akhiri dengan menoyor kepala sang kakak.


“Maria!”

__ADS_1


“Kenapa? Kamu memang bodoh bukan. Pertama kamu menandatangani berkas yang menyatakan kamu menerima menggunakan brand ambassador yang tuan Licon inginkan, yang selama ini tidak pernah  perusahaan lakukan dan kamu tidak memberi tahu Lery. Terlebih lagi brand ambassador itu adalah Adel. Kamu tahu perasaan Lery bagaimana kalau tahu,”


“Aku yakin Lery tidak mempermasalahkannya,”


“Tahu dari mana?”


“Sudahlah jangan membuat aku pusing,” ucap Mario tanpa menjawab pertanyaan Maria dan duduk di bangku taman yang tidak jauh dari tempatnya.


“Dan satu lagi dengan gampangnya kamu menerima ajakan tuan Licon, padahal selama ini kamu tidak pernah sekalipun menerima ajakan klien kalau bukan acara resmi. Apa karena ada Adel? Apa kamu masih memiliki rasa untuk wanita mu ra han seperti Adel?” tanya Maria membuat Mario langsung menatap Maria yang sedang berdiri di hadapannya dengan bertolak pinggang sambil menatap Mario dengan tajam.


“Kenapa kamu berkata seperti itu?”


“Karena aku kesal kepadamu Mario belakang ini kamu begitu ceroboh dalam melakukan tindakan. Andai saja tadi Camel telat masuk ke dalam ruanganmu. Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Lery bila tahu kamu berhubungan badan lagi dengan Adel, meskipun kamu dalam keadaan tidak sadar. Ingat kalian akan segera memiliki momongan. Jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak di inginkan,”


“Iya aku tahu, aku minta maaf,”


“Minta maaflah pada istrimu. Dan jelaskan semuanya apa yang telah terjadi hari ini tanpa ada yang di tutup tutupi, agar tidak terjadi kesalah pahaman seperti tempo hari,”


“Mau ke mana?”


“Pulang lah. Memang mau ke mana lagi ke nereka? Kalau aku mati di sini karena hipotermia. Kamu tidak lihat aku basah kuyup seperti ini. Dan aku belum siap masuk neraka,” jawab Mario sambil berjalan.


“Itu sadar,”


“Sudahlah cerewet sekali, pantas saja kamu tidak laku,”


“Kamu pikir aku barang,” ucap kesal Maria dan menghentikan langkahnya mengikuti Mario. “Mario!”

__ADS_1


“Apa lagi,” sahut Mario sambil menghentikan langkahnya dan membalik tubuhnya menatap sang adik.


“Terus kamu mau ke mana? Mobil Camel ada di sebelah sana,” ujar Maria sambil menunjuk mobil Camel yang berada di sebelah kanan taman.


“Sejak kapan berpindah, tadi aku rasa ada di sana,”


“Dasar pi cek,” ucap kesal Maria yang langsung berjalan terlebih dahulu meninggalkan Mario. Dan Camel yang berada tidak jauh dari keduanya hanya bisa tersenyum.


*


*


*


Lery yang memang sedang menunggu kedatangan Mario di ruang keluarga sambil menonton acara televisi dengan perasaan campur aduk saat Mario belum juga bisa di hubungi, langsung beranjak dari duduknya saat mendengar klakson mobil dan pintu gerbang rumahnya di buka. Dan Lery langsung keluar rumah dengan terburu buru.


Kemudian Lery langsung mengangkat kedua alisnya. Saat Mario keluar dari mobil Camel di ikuti dengan Maria dan juga sang pemilik mobil. Terlebih lagi saat melihat keadaan Mario yang lusuh dan juga basah kuyup.


“Mario...”


“Jangan bertanya ini semua gara-gara, Maria,” sambung Mario tahu apa yang akan di tanyakan sang istri sambil mencium singkat kening Lery dan langsung masuk ke dalam rumah. Kemudian Lery memicingkan matanya saat menatap Camel.


“Jangan menatapku seperti itu. Ini semua gara-gara suamimu yang bermain kasar,” ucap Camel saat Camel tahu Lery sedang menatap bekas cakaran yang ada di wajah dan juga leher


“Apa!” Teriak Lery membuat Maria langsung menepuk jidatnya sendiri.


Bersambung.................

__ADS_1


 


 


__ADS_2