Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
99 Muncul Kembali


__ADS_3

“Cinta atau obsesi?” tanya Lea sambil menggelengkan kepalanya. “Kalau kamu memang benar-benar mencintai Mario bukan seperti ini caranya. Kamu harus mengikhlaskan orang yang kamu cintai bahagia, meskipun tidak bersama dengan kamu,”


“Cih! Ikhlas, apa aku bodoh. Harus melihat orang yang aku cintai bahagia dengan orang lain. Tidak bisa,”


“Itu juga karena kesalahanmu Adel,”


“Di mana letak kesalahanku?”


“Apa kamu tidak tahu letak kesalahanmu?”


“Jangan banyak bicara Lea. Kamu sahabatku. Harusnya kamu membelaku bukan menyudutkan aku,”


“Aku membelamu?” tanya Lea sambil tersenyum. “Dan aku sahabatmu? Tidak lagi Adel. Ternyata aku salah bersahabat dengan dirimu,”


“Dasar sahabat tidak tahu diri!” teriak Adel sambil melayangkan tangannya ingin menampar Lea, dan Leno langsung mencekal tangan Adel, kemudian memanggil polisi untuk membawa Adel ke kantor polisi.


“Awas kalian semua. Aku akan kembali dan menghancurkan kalian semua!” teriak Adel mengancam, saat dirinya di seret oleh dua orang polisi keluar dari apartemen saat Adel terus saja melawan.


Setelah kepergian Adel, Lea langsung memeluk erat sang suami.


“Syukurlah kita datang tepat waktu, Kalau tidak. Aku akan merasa bersalah pada Lery,”


Karena tadi Lery menghubungi Leno untuk membantu Mario mencari Merin yang di bawa paska oleh Adel. Dan Leno yang sudah mencari ke rumah Adel dan tidak mendapati Adel, bertemu dengan mobil Mario dan membuntuti nya.


“Kenapa berkata seperti itu mommy,”


“Ini semua kan karena Adel, dan kamu tahu Adel sahabatku,”


“Siapa bilang, tadi kamu bilang Adel bukan sahabatmu lagi,”

__ADS_1


“Oh iya, baguslah kalau begitu,”


“Apa kamu lupa?” tanya Leno dan Lea langsung mengangguk. Kemudian Leno membalik tubuh sang istri untuk menghadap ke arahnya. “Pasti ini efek gatal getah talas bogor milikku, yang sudah mulai berbuah, dan mudah mudahan buahnya lebat,”


“Talas bogor itu berbuah tunggal daddy. Mana ada lebat kamu kira rambutan,”


“Siapa tahu, dan untuk mencari tahu kita pergi ke rumah sakit, aku tidak mau kalah dengan Mario. Kalau dia bisa tiga kenapa aku tidak bisa,” ucap Leno sambil mengelus perut sang istri yang sedang mengandung.


“Baiklah. Aku juga ingin menjenguk Lery. Dan juga melihat keadaan Merin. Mudah mudahan Merin baik-baik saja,”


“Amin,” sambung Leno kemudian mencium bibir sang istri. “Energi hari ini mommy, agar aku tidak lemas,” ujar Leno setelah melepas tautan bibirnya.


*


*


*


“Ya Tuhan. Lindungilah anakku,” Lery berkata sambil menyandarkan kepalanya di bahu Mario dengan selang infus yang masih menempel di tangannya.


“Sayang kamu kembali saja ke ruangan kamu,”


“Iya kak. Biar Mario yang menunggu Merin di sini. Kakak juga harus banyak istirahat,” sambung Maria sambil memegang infus yang masih menempel di tangan Lery.


“Tapi aku ingin mengetahui keadaan Merin,”


“Nanti aku akan memberi tahu kamu sayang. Dan sekarang kamu kembalilah. Ingat anak kita yang lainnya sayang,” sambung Mario sambil mengelus perut Lery.


Lery yang memutuskan untuk kembali ke ruang perawatannya dengan Maria langsung menghentikan langkahnya, saat mendengar pintu ruang UGD di buka dari dalam. Kemudian Lery mengurungkan niatnya kembali ke ruang perawatannya, dan menyusul Mario yang berjalan mendekati dokter yang memeriksa Merin.

__ADS_1


“Dok. Bagaimana keadaan putriku?” tanya Mario begitu antusias.


“Iya dok, katakan padaku anakku baik-baik saja,” sambung Lery.


Mario yang mendapati istrinya kembali lagi langsung menggenggam tangan sang istri dengan erat.


“Putri tuan dan juga nona baik-baik saja. Hanya saja–


“Hanya apa dok?” tanya Lery memotong perkataan dokter tersebut.


“Mungkin akan butuh waktu lama untuk putri tuan dan nona sadarkan diri karena efek obat bius yang di berikan dosisnya cukup tinggi,”


“Apa berpengaruh pada sarafnya dok?” tanya Lery dengan penuh kekawatiran.


“Mudah mudahan tidak. Nanti setelah dia sadar kami akan memeriksanya kembali, untuk mengetahui lebih lanjut,” jelas dokter tersebut yang langsung pergi setelah tidak ada lagi yang di tanyakan oleh Lery maupun Mario.


“Aku tidak akan mengampuni Adel. Awas kamu Adel!” teriak Lery sambil mengepalkan tangannya. Dan Mario langsung memeluk sang istri untuk menenangkannya.


*


*


*


Malam harinya


Bersambung........,.....


Kalau malam ngapain? ya tidurlah 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


 


__ADS_2