Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
145 Kering Sudah


__ADS_3

Kering sudah air mata Maria untuk menangisi keadaan sang suami, yang sudah hampir tujuh hari masih kritis dan harus mendapat perawatan khusus di ruang ICU.


Tidak ada lagi air mata yang membasahi pipinya seperti hari-hari sebelumnya, sekuat tenaga dirinya harus tegar menghadapi semua ini. Apa lagi mama Dina juga terpuruk mengetahui keadaan sang putra, yang juga mendapatkan perawat khusus di rumah sakit yang sama di mana Juano mendapat perawatan.


Maria terus berdiri di samping ranjang di mana Juano berada, dengan pakaian khusus yang harus dirinya gunakan ketika menjenguk sang suami.


Maria mengangkat tangannya untuk membelai wajah suaminya yang begitu pucat dan banyak sekali terpasang alat medis di seluruh tubuhnya.


“Tuhan, tolong sadarkan suamiku, apa salahnya hingga kamu menghukumnya seperti ini, harusnya aku yang mendapat hukuman ini, karena sudah menyia nyiakan cintanya untukku. Dan aku baru sadar sekarang, ternyata aku sangat mencintai suamiku, dan aku tidak ingin kehilangannya, jadi sadarkan suamiku Tuhan, jangan biarkan aku menyesal seumur hidup karena telah mengabaikannya,” ucap Maria lalu tangannya beralih menggenggam tangan Juano dan memberikan ciuman di punggung tangannya yang juga terlihat begitu pucat dengan selang infus yang menempel.


Maria memutuskan untuk keluar dari ruang ICU, saat dirinya benar-benar tidak tega melihat keadaan Juano.


Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Maria saat sudah berada di luar ruang ICU, kemudian dirinya langsung mendudukkan pantatnya di bangku yang tidak jauh dari ruang ICU.


Maria mengusap kasar wajahnya tanpa menyadari jika ada seseorang yang duduk di dekatnya.


“Sekali lagi maafkan aku Maria, yang sudah membuat suamimu seperti ini,”


Maria yang hafal benar dengan suara tersebut, karena setiap hari selalu berkunjung ke rumah sakit, membuat Maria begitu jengah, dan Maria pun beranjak dari duduknya tidak sama sekali ingin menatap orang tersebut lalu melangkah kan kakinya.


“Maria, apa yang harus aku lakukan, agar kamu memaafkan aku,”

__ADS_1


Maria menghentikan langkahnya lalu membalik tubuhnya.


“Gantikan suamiku di dalam sana Tuan Oza, dan kembalikan suamiku seperti sedia kala, apa Tuan bisa? Tidak bukan, dan jangan harap aku akan memaafkan anda Tuan!” tegas Maria lalu membalik tubuhnya dan pergi meninggalkan Oza.


Oza yang di tinggal Maria, langsung beranjak dari duduknya, lalu berjalan menuju ruang ICU di mana Juano berada. Kemudian dirinya menggunakan baju khusus untuk masuk ke dalam.


Maria membuka pintu ruang perawatan mana Dina, yang sudah hampir tujuh hari tempatnya bermalam, saat dirinya tidak ingin pulang dan ingin tetap menemani mama Dina, dan memantau keadaan suaminya.


Maria menghentikan langkahnya saat mendengar mana Dina sedang berdoa sambil menangis di atas ranjang perawatannya dengan selang infus yang masih menempel di salah satu tangannya.


Dan air mata yang sudah mengering kini kembali lagi membasahi pipi Maria, saat mendengar mama Dina berdoa untuk sang suami begitu menyayat hatinya.


“Sayang, jangan tunjukkan senyum palsumu di hadapan Mama,”


Mendengar perkataan mana Dina, Maria lalu menghambur memeluknya dan suara isakan keluar dari bibirnya.


“Jangan menangis lagi sayang, pasti Ano akan sadar, jika tidak, Tuhan sudah mempunyai rencana lain untuknya,”


“Jangan katakan itu Ma, Ano pasti akan sadar dan juga sembuh,” ucap Maria di sela-sela tangisnya.


Dan kedua wanita yang sedang terpuruk dan saling berpelukan tidak menyadari jika ada yang membuka pintu ruang perawatan mama Dina.

__ADS_1


Bersambung.................


Oh ya aku mau kasih tahu nih sama kalian semua, jika aku ada terbit novel baru, sebelum novel ini tamat.


Sebenarnya sih novel lama tapi aku ganti judul aja biar kesannya gimana gitu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Mau curhat dikit sama kalian, mau dengerin syukur tidak juga tidak apa😌😌😌😌😌😌😌


Awalnya novel itu ingin aku ikutin lomba, tapi aku harus ngikutin plot editor yang mewajibkan untuk berbagi cinta alias poligami.


Nah dari situ aku mundur, karena aku tidak suka yang berbau poligami dengan alasan apapun itu, karena novel yang selalu aku buat wanitanya tidak menyek2 begitupun dengan novel baru aku ini. yang berjudul BALAS DENDAM Terindah.


dari judul juga sudah ketahuan bukan 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭 nah ini penampakan covernya, dan jangan kuatir novel ini akan tamat hanya di NT Oke. jangan lupa mampir 😇😇😇😇😇



 


 


 

__ADS_1


__ADS_2