
Hampir satu jam Mario berada di dalam kamar Merin untuk menidurkannya. Kemudian dirinya keluar dan menuju meja makan saat merasakan lapar di perutnya.
“Ke mana saja baru pulang? Merin sangat merindukanmu,” ucap wanita cantik yang di sebut mama oleh Merin dan duduk tepat di hadapan Mario yang sedang menyantap makanan.
“Enak sekali makanan ini. Apa kamu yang memasak? Sudah pintar memasak rupanya,”
“Jangan mengalihkan pembicaraan. Jawab saja pertanyaanku. Tidak mungkin kamu sibuk kerja dan lupa pada Merin,”
“Aku tidak akan pernah lupa dengan anakku sendiri. Kamu harusnya tahu seberapa sibuk aku dengan pekerjaanku,”
“Aku tidak peduli,”
“Kalau kamu kelelahan biar mbok Jum yang mengurus Merin,” ucap Mario tapi tidak dihiraukan oleh wanita tersebut yang langsung beranjak dari duduknya. “Mungkin untuk beberapa waktu aku akan jarang datang kesini. Tapi aku akan selalu melakukan video call dengan Merin,”
“Bodo amat aku sudah tidak heran,”
“Dan aku sudah mengirim uang ke rekeningmu untuk keperluan Merin dan juga membayar asisten rumah tangga. Kamu juga boleh memakainya,”
“Terima kasih. Tapi aku tidak membutuhkan uangmu. Aku punya uang sendiri,” ucap ketus wanita tersebut yang langsung pergi meninggalkan Mario.
“Dasar keras kepala,” ucap Mario sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Setelah menyelesaikan makan malamnya Mario langsung menghampiri wanita paruh baya yang sedang membereskan dapur.
__ADS_1
“Mbok Jum,”
“Iya den Mario,” sambung wanita paruh baya sambil menghadap kearah Mario.
“Mungkin untuk beberapa minggu aku tidak akan datang kesini. Aku ingin mbok Jum menjaga mereka berdua. Karena mereka sangat berharga untukku,”
“Baik den sesuai perintah,”
“Dan satu lagi. Langsung hubungi aku bila terjadi sesuatu kepada mereka,”
“Siap den,”
“Terima kasih mbok Jum. Aku pergi dulu,” ucap Mario yang langsung meninggalkan rumah tersebut.
*
*
*
Mario yang sedang berada di dalam ruang kerjanya dan sibuk dengan laptop di hadapannya tidak menyadari bahwa atasannya sudah berada didalam ruangannya. Kemudian dirinya langsung beranjak dari duduknya saat sudah menyadari atasannya yang tidak pernah sekalipun menyambangi ruang kerjanya sudah duduk di kursi tepat di hadapan Mario.
“Tidak usah berdiri kembali ke kursimu!” perintah atasannya tersebut membuat Mario langsung duduk di kursinya kembali. “Apa ada yang sedang kamu sembunyikan dariku Mario?”
__ADS_1
“Maksud pak Leno?”
“Tentang pernikahan kamu dengan Lery? Aku tahu siapa kamu Mario. Pasti ada yang kamu sembunyikan dariku. Katakan saja apa yang sebenarnya terjadi. Jangan sampai aku mencari tahu kebenarannya sendiri,”
“Cari tahu saja,”
“Mario!”
“Apa pak Leno,” sahut Mario meledak atasannya tersebut.
“Aku sedang tidak bercanda,”
“Aku juga sedang tidak bercanda. Karena sebentar lagi aku akan menjadi iparmu pak Leno. Dan pak Leno tidak bisa seenaknya saja menyuruhku ha ha ha,”
“Mario!”
“Iya iya aku akan menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Aku dan juga Lery memang sudah lama menjalin hubungan tanpa seorangpun yang tahu termasuk pak Leno. Karena Lery melarangku. Takut nyonya dan juga pak Leno tidak merestui hubungan kami. Tapi kemarin aku memberanikan diri untuk mengatakan yang sejujurnya pada nyonya. Dan aku sudah siap untuk menjauh dari Lery jika nyonya tidak merestui kami. Tapi siapa sangka nyonya begitu antusias dengan hubungan kami. Dan kami memutuskan untuk meresmikan hubungan kami ke jenjang pernikahan,” jelas Mario berbohong kepada atasannya dan juga saudara kembar Lery.
“Kalau aku tidak merestui bagaimana?”
“Aku tidak peduli dan aku akan tetap menikahi Lery meskipun kamu tidak merestuiku,”
“Aku hanya bercanda,” sambung atasan Mario sambil beranjak dari duduknya dan menghampiri Mario sambil menepuk punggung Mario. “Aku akan merestui kalian. Karena aku tahu kamu pria yang sangat baik. Dan aku yakin Lery akan bahagia bila bersamamu. Dan aku sangat senang akhirnya kamu akan menjadi bagian dari keluargaku. Terima kasih Mario,” ujar atasan Mario sambil memeluk tubuh Mario yang sudah menganggap Mario sebagai sahabat dan juga saudaranya.
__ADS_1
“Maafkan aku Leno. Aku sudah berbohong kepadamu. Dan kamu salah aku bukanlah pria baik seperti apa yang kamu katakan,” gumam Mario selepas kepergian atasannya dari ruang kerjanya.
*Like*Komen*Bersambung...............