
Sudah tahu ada yang masuk ke dalam ruangannya, Juano malah sengaja mencium bibir Maria kembali, meskipun Maria sudah mendorong wajahnya.
“Ano! Apa kamu tidak melihat ada aku di ruangan ini?” tanya Elis yang baru saja masuk.
Karena Maria terus mendorong wajahnya, akhirnya Juano berhenti melepas ciumannya dengan enggan.
“Maria sayang apa kamu mendengar ada seseorang yang sedang bicara,” ujar Juano untuk meledak Elis, tapi tidak di hiraukan oleh Maria yang beranjak dari tidurnya sambil merapikan rambutnya.
“Ano kamu jahat sekali padaku,”
“Oh ada kamu, kirain tadi makhluk tidak kasat mata yang berbicara, ada apa kamu kemari, apa kamu ingin mengembalikan yang tempo hari aku minta dirimu. Bagus kalau begitu mana cek nya?”
Juano bertanya sambil mengulurkan tangganya ke arah Elis meminta hak miliknya. Tapi tidak di hiraukan oleh Elis yang tiba-tiba menghambur memeluk tubuh Juano.
Dan Juano dengan refleks segera melepas pelukan Elis.
“Jangan pernah sentuh tubuhku ja lang!” bentak Juano.
Elis yang mendengar bentakan dari Juano langsung menangis.
“Kamu jahat Ano, suamiku membuangku ke jalanan, dan hanya kamu yang aku harapkan, kamu sangat mencintaiku bukan? Tapi kenapa kamu malah memperlakukan aku seperti ini. Iya aku akui, aku memang salah kepadamu, tapi tidak adakah sedikit maaf darimu untukku?”
“Tidak! Pergilah dari sini sebelum aku menyeretmu dari sini!”
Mendengar perintah Juano, Elis menangis lebih jadi lagi.
“Loyo hayu loh, sudah membuat anak orang menangis,” ledek Maria dan beranjak dari sofa kemudian mendekat ke arah Juano.
“Ini juga karena kamu,”
“Kok aku?”
“Jelas saja, karena kamu sudah mengalihkan duniaku, dan sekarang tujuanku adalah kamu,” ujar Juano dan memeluk pinggang Maria.
Elis yang mendengar perkataan Juano, merasa terbakar cemburu, kemudian menghapus air matanya, lalu tersenyum sinis ke arah Juano dan juga Maria.
__ADS_1
“Aku tahu, kalian hanya bersandiwara jika kalian adalah sepasang kekasih, agar mama kamu sembuh dari sakitnya iya kan Ano? Aku tahu semua dan aku pastikan mama kamu akan tahu sandiwara apa yang sedang kalian mainkan, dan aku yakin dia akan lebih terpuruk,” ancam Elis dan senyum sinis terus menghiasi sebelah sudut bibirnya.
Juano yang mendengar perkataan Elis langsung meraih tangan Maria dan menggenggamnya dengan erat.
“Katakan saja aku tidak peduli,”
“Meskipun mama kamu akan sekarat?”
“Ano–
Perkataan Maria berhenti saat jari telunjuk Juano menyentuh bibirnya, mengisyaratkan agar tidak bicara lagi.
“Tapi Ano, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mama, kamu turuti saja kemauan Elis,”
“Aku menurutinya, tidak akan Maria,”
“Tapi–
“Maria,” sambung Juano.
“Tahu apa kamu?”
“Tahu jika kami hanya sedang bersandiwara,”
“Bersandiwara apa masuk nya?” tanya mama Dina yang tiba-tiba sudah masuk ke ruang perawatan Juano.
“Mama,”
“Mama,”
Maria dan Juano bergantian memanggil mama Dina, tapi tidak di hiraukan oleh mama Dina yang Melangkahkan kakinya mendekat ke arah Elis.
“Kamu siapa? Bersandiwara siapa yang kamu maksud?” tanya mama Dina dan menyipitkan matanya menatap Elis.
“Tentu saja–
__ADS_1
“Ma jangan dengarkan dia, dia ini wanita yang tidak waras, aku juga tidak mengenalnya,”
“Benar yang dikatakan Ano Ma, wanita ini sales sandal jepit ma, yang tersesat kemari,”
Maria membenarkan perkataan Juano dan mendekat ke arah mama Dina, sedangkan Juano langsung menarik tangan Elis dan menyuruhnya untuk keluar meskipun Elis tidak mau.
“Ano! Lepaskan dia,”
“Tapi Ma,”
“Ano!”
Teriak mama Dina, dan Juano pun dengan segera melepas tangannya. Lalu mama Dina melangkahkan kakinya mendekat ke arah Elis dan Juano.
“Kamu siapa? Dan beri tahu apa maksud dari kata sandiwara yang kamu ucapkan,”
“Aku E–
“Ma, jangan–
“Ano! Mama tidak sedang bertanya padamu!” bentak mama Dina dan memotong perkataan Juano. “Untuk kamu, teruskan apa yang ingin kamu katakan,” ucap mama Dina pada Elis.
“Aku Elis tante, dan aku mantan kekasih Ano. Asal tante tahu Ano dan wanita itu hanya bersandiwara menjadi pasangan kekasih, agar tante sembuh dari sakit,” jelas Elis dan jarinya menunjuk ke arah Maria.
Maria yang mendengar perkataan Elis langsung menundukkan kepalanya.
Plak!!
Bersambung.............
__ADS_1