
Bugh
Maria mendorong tubuh Juano dengan kencang hingga Juano terjatuh ke lantai, saat Juano yang tersandung kakinya sendiri jatuh tepat di atas tubuh Maria dan hampir saja bibir keduanya bertemu sebelum Maria mendorong tubuh Juano.
“Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan tidak enak yang sempit-sempit,” ucap kesal Maria sambil beranjak dari tidurnya untuk duduk.
“Untuk apa? Kamu kira aku tertarik padamu? Tidak sama sekali, jadi jangan percaya diri berlebihan. Kamu bukan seleraku,”
“Bagus,” sambung singkat Maria yang langsung mengambil makanan yang berada di atas meja nakas.
“Sini aku bantu,” ujar Juano saat Maria kesulitan mengambil makanan tersebut. “Maria sebelumnya maafkan aku. Ini semua karena salahku,”
“Bagus kalau kamu sadar, dan untuk menebus kesalahanmu kamu harus...”
“Aku akan memberimu uang ganti rugi,” sambung Juano memotong perkataan maria. Dan Maria pun langsung menatap ke arah Juano yang berdiri tepat di samping kanan ranjangnya.
“Kenapa kamu berkata seperti itu. Padahal aku hanya ingin memintamu untuk menyuapiku. Karena tubuhku masih terasa lemas,”
“Syukurlah akhirnya uangku aman,” gumam Juano dalam hati sambil tersenyum kemudian duduk di pinggiran ranjang dimana Maria berada dan langsung mengambil alih nampan yang berisi makanan yang berada di hadapan Maria, kemudian Juano menyuapi Maria. “Jadi kamu hanya ingin memintaku untuk menyuapimu? Dan aku tarik lagi ucapanku yang akan mengganti rugi,”
“Enak saja. Kamu juga harus mengganti rugi juga lah, kan ini salahmu karena melarangku makan dan itu termasuk ke dalam undang-undang dan kamu bisa di pidanakan jika aku melapor ke pihak yang berwajib,”
“Mana ada begitu,” sambung Juano dan terus menyuapi Maria dengan telaten.
__ADS_1
“Ada,”
“Sakarepmu,”
“Oh iya Ano. Aku lihat dari tadi di seluruh penjuru rumah ini hanya ada foto kamu dan juga mama Dina, kemana papa kamu?” tanya Maria penasaran pasalnya dirinya tidak melihat foto lain selain Juano dan juga mama Dina di seluruh penjuru rumah tersebut tak terkecuali di kamar Juano. Tapi Juano tidak menjawab pertanyaan Maria dan langsung menaruh sendok yang sadari tadi berada di tangannya untuk menyuapi Maria dengan kasar. “Tidak usah di jawab, maaf aku sudah lancang,” ujar Maria merasa tidak enak saat melihat perubahan mimik wajah Juano.
“Dia sudah pergi meninggalkan aku dan juga mama ketika aku berusia sepuluh tahun,”
“Maaf aku tidak bermaksud membuat kamu sedih. Semoga papa kamu tenang di alam sana,”
“Aku juga berharap dia akan segara mati dan aku berharap dia tidak akan pernah tenang di alam sana,” sambung Juano dan Maria yang mendengar perkataan Juano langsung mengerutkan keningnya.
“Kenapa kamu berkata seperti itu?”
“Cari topik lain jangan membahas seorang ayah yang tidak pernah menganggap anak dan juga istrinya ada,” jawab Juano dan Maria pun langsung mengerti apa yang dikatakan oleh Juano.
“Juano,” ucap Maria memecah ke canggungan di antara keduanya.
“Hem,”
“Aku ingin ke kamar mandi,”
“Apa aku harus menggendongmu?”
__ADS_1
“Ish aku tidak sudi dan aku bisa sendiri,”
“Terus?”
“Dimana kamar mandinya?” tanya Maria dan Juano langsung menunjuk sisi sebelah kiri ranjangnya.
“Apa!” teriak Maria saat menatap sisi sebelah kiri ranjangnya yang sedari tadi luput dari pandangannya. Saat dirinya melihat kamar mandi yang berada di kamar Juano menggunakan dinding kaca sehingga seluruh isi yang ada di dalam kamar mandi terlihat jelas dari tempatnya berada. “Apa kamu tidak salah?” tanya Maria sambil menatap Juano yang masih duduk di pinggiran ranjang tepat di hadapannya.
“Salah? Tidak. Ini kamarku dan juga kamar mandiku, suka-suka aku,”
“Tapi...”
“Aku akan keluar, karena aku juga tidak sudi melihat tubuhmu,” ujar Juano yang langsung beranjak dari duduknya kemudian pergi dari kamarnya meninggalkan Maria sendiri.
“Aku juga tidak sudi. Dasar pria menyebabkan kalau ngomong to the poin, sekali kali gitu merayu, dan bikin aku meleleh,”
“Aku merayu kamu? Jangan harap, siapa kamu?” tanya Juano yang kembali masuk ke dalam kamar mengagetkan Maria yang baru saja turun dari tempat tidur.
“Kamu,” ujar Maria tapi tidak di hiraukan oleh Juano yang keluar kembali dari kamarnya setelah mengambil ponselnya yang tertinggal di atas meja nakas.
“Dasar menyebalkan,”
Satu minggu kemudian
__ADS_1
Bersambung.......................