
“Maria emm,”
“Kakak apa yang terjadi?”
“Perutku,”
Maria pun langsung panik saat Lery meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.
“To tolong panggil Mario,” ujar Lery yang sekarang beralih mencengkeram lengan Maria yang polos, saat gaun pengantin yang di kenakannya tidak memiliki lengan.
“Aww kakak ipar. Apa yang kakak lakukan lenganku sakit,”
Maria berteriak saat Lery terus mencengkeram lengannya dengan kuat, hingga bekas jarinya terlihat jelas di lengan Maria yang Putih.
“Maria, aku tidak tahan. Aw sakit,”
“Aku juga sakit kak,”
“Maria bantu aku, sepertinya aku akan melahirkan,”
“Kakak ipar jangan bercanda, usia kandungan kakak baru tujuh bulan. Tidak mungkin kakak akan melahirkan. Cukup sekali kakak membohongi semua orang saat melahirkan Marco. Dan sekarang aku tidak percaya,” ujar Maria mengingat kembali saat melahirkan Marco Lery membohongi semua orang.
“Maria, aku tidak berbohong,”
“Sudahlah kak jangan bercanda lagi, kakak tadi ingin mengajariku apa. Katakan saja aku akan mendengar materi yang akan kakak katakan,”
__ADS_1
Lery tidak menggubris perkataan Maria, dan sekarang dirinya beralih memeluk Maria, sambil mengatur nafasnya.
“Kakak ipar, lepaskan kakak berat sekali,”
“Aw sakit Maria, tolong panggilkan Mario,”
Maria yang terus mendengar rintihan Lery begitu terkejut, apa lagi saat gaun yang di kenakannya tiba-tiba basah, ketika Maria mencari arah sumber tersebut yang ternyata mengalir dari kaki Lery. Maria langsung berteriak meminta bantuan.
Dan seketika acara resepsinya menjadi riuh dengan banyaknya orang yang mendekat ke arah Maria dan juga Lery yang terus meringis kesakitan.
“Ano, di mana Mario?” tanya Maria pada Ano yang baru saja mendekat ke arahnya.
“Mario baru saja mengantar Marco dan Merin ke hotel terdekat,”
“Ya ampun bagaimana ini,”
“Baiklah aku akan ikut,”
“Sayang tapi acaranya?”
“Mama saja dan juga Ano yang menyambut para tamu, aku tidak tega melihat kakak ipar sendiri, lagian gaunku basah Ma,”
“Baiklah, aku juga ikut. Dan mama tetap stay di sini menyapa tamu undangan,” sambung Juano yang langsung mengangkat tubuh Lery dan segara menuju mobil pengantin yang tidak jauh dari tempatnya berada.
Mobil pengantin yang seharusnya mengantar Maria dan juga Juano menuju Vila megah milik keluarga Franshola yang sudah di siapkan oleh mama Dina untuk keduanya menghabiskan malam pertama. Tapi mobil pengantin tersebut sekarang menjadi saksi betapa histerisnya penumpang yang ada di dalamnya, saat Lery terus saja berteriak saat merasakan kontraksi yang sudah teratur menuju ke rumah sakit terdekat.
__ADS_1
“Aww kakak ipar, sakit,”
Maria juga berteriak saat Lery terus mencengkeram lengannya dengan kencang.
Dan Juano yang tidak terima istrinya juga kesakitan menyuruh Anton menghentikan mobilnya lalu dirinya pindah ke kursi belakang di mana Lery dan juga Maria berada.
“Kakak ipar, kakak ipar sengaja ingin melukai istriku?” tanya Juano yang sudah duduk di samping Lery.
Plak!
“Aww sakit!” Lery berteriak dan tangannya refleks menampar pipi Juano.
“Kakak apa–
“Diam! Berisik sekali, aku sedang merasakan sakit kalian malah tidak bisa diam,” kesal Lery dan berteriak lagi saat kontraksi nya datang kembali.
“Aku heran, pas ngadonin aja diam, giliran mau ngeluarin berisik sekali,” gerutu Juano dan menatap kesal ke arah Lery.
Plak!
Tamparan mendarat kembali di pipi Juano, dan Maria yang melihat langsung tersenyum, karena yang menjadi sasarannya sekarang Juano.
“Aww,”
“No! Maria sayang, tolong aku!” teriak Juano saat Lery mencengkeram pahanya, tapi tidak di hiraukan oleh Maria yang malah mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera ponselnya.
__ADS_1
Bersambung.....................