
Lery yang baru pulang langsung masuk ke dalam rumah dengan terburu buru karena jam di ponselnya menunjukkan pukul sebelas malam. Setelah masuk ke dalam rumah Lery langsung menuju kamar Marco sang putra yang ternyata sudah tertidur di temani pengasuhnya.
“Maafkan mama sayang. Mama pulang larut malam. Ini semua karena tante Camel. Sekali lagi maafkan mama ya sayang,” ucap Lery sambil menciumi seluruh wajah putranya dengan gemas. Kemudian Lery mengambil pompa asi untuk memompa asinya yang sudah penuh tidak sempat berganti pakaian terlebih dahulu.
Setelah selesai memompa asi Lery langsung menuju kamarnya sambil tersenyum. Mengingat kembali tadi pagi Mario datang ke kantornya untuk mengatar bekal meskipun tidak bertemu langsung tapi hati Lery begitu bahagia. Lery juga menyantap bekal yang di bawa Mario setelah pulang dari kafe. Apa lagi di dalam bekal tersebut terdapat ungkapan cinta dari Mario untuknya.
“Selamat malam,” ucap Lery sambil membuka pintu kamarnya tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar yang sudah gelap dan hanya ada cahaya dari televisi yang menyala. “Maaf Mario aku pulang terlambat tadi aku...” ucapan Lery berhenti saat Mario tiba-tiba menarik tangannya dengan kasar dan langsung mendorong tubuh Lery yang langsung terjatuh di atas tempat tidur. “Aww Mario sakit, apa yang kamu lakukan?” tanya Lery sambil mengaduh kesakitan.
“Harusnya aku yang bertanya kepadamu apa yang kamu lakukan!”
“Apa maksudmu Mar...”
“Diam!” bentak Mario memotong perkataan Lery. “Aku kira kamu akan berubah tapi tidak. Dan aku bodoh sudah menganggapmu berubah dasar wanita j a l a ng!”
__ADS_1
Plak
Tangan Lery refleks menampar pipi Mario dengan kencang.
“Sadarkan dirimu Mario. Kamu sedang dalam pengaruh alkohol,” ucap Lery saat dirinya baru sadar ternyata Mario habis meminum minuman keras dan mabuk berat. Saat dirinya menatap meja nakas yang terdapat botol minuman. “Sejak kapan kamu berani minum di kamarku?”
“Sejak kamu kembali lagi ke Lery yang ja...”
“Mario jaga ucapanmu!” bentak Lery memotong perkataan Mario tahu apa yang akan Mario katakan.
“Apa yang kamu katakan Mario?” tanya Lery yang sekarang sudah beranjak dari tempat tidur tapi tidak dijawab oleh Mario yang langsung mendorong tubuh Lery kembali.
“Mario! Ada apa denganmu?”
“Kamu masih bertanya ada apa denganku. Setelah seharian kamu bersenang senang dengan Brian?” tanya Mario yang sekarang ikut naik ke atas tempat tidur dan langsung mengungkung tubuh Lery di bawahnya.
__ADS_1
“Mario kamu...” ucapan Lery berhenti saat Mario mencium bibir Lery.
“Apa seperti ini yang Brian lakukan ke padamu? Atau seperti ini?” tanya Mario setelah melepas tautan bibirnya dan langsung menarik baju yang Lery kenakan hingga sobek. “Tubuh mana yang Brian sentuh? Yang ini, atau ini?” tanya Mario lagi sambil menarik kain penutup gunung kembarnya dan juga menarik kain segitiga yang menutupi daerah ini Lery kemudian melepas semua pakaian yang menempel di tubuhnya sendiri.
“Mar...!” teriakan Lery berhenti saat Mario membekap mulutnya.
“Dan seperti ini yang kamu lakukan dengan Brian di hotel?” tanya Mario sambil memasukkan adik kecilnya ke daerah inti Lery dengan paksa membuat Lery langsung menjerit sambil menangis saat Mario memberikan hujaman di daerah intinya tanpa ampun.
“Mario kamu salah paham. Jangan seperti ini Mario,” ucap Lery sambil menangis saat Mario terus saja memaksa adik kecilnya keluar masuk tanpa jeda dan kedua tangan Lery di pegang Mario dengan kencang.
“Salah paham kamu bilang. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kamu berada di hotel dan berpelukan mesra bersama Brian. Dan harusnya aku tahu kamu sudah bermain di belakangku. Saat semalam kamu menolakku dan kamu pergi pagi buta dan juga ponselmu kamu matikan. Dan sekarang kamu pulang tengah malam. Itu yang namanya salah paham!” bentak Mario dan adik kecilnya masih terus keluar masuk di bawah sana. Membuat Lery terus menangis menerima perlakuan Mario yang begitu kasar. Dan Lery tidak mengatakan apa pun lagi percuma saja dirinya memberi tahu Mario yang sebenarnya saat Mario sedang dipenuhi emosi dan juga dalam keadaan mabuk berat.
“Emmmm ahhhh,” suara de sa han keluar dari bibir Mario saat sudah mencapai kli maks kenikmatan ketika adik kecilnya sudah memuntahkan lahar. Dan dirinya langsung ambruk di samping Lery dan langsung memejamkan matanya.
like komen
__ADS_1
Bersambung.................