Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
77 Rubah


__ADS_3

Juano yang merasa tidak enak karena sudah berbicara lancang pada Maria langsung menyusul Maria keluar dari restoran tersebut, tapi sayangnya tidak mendapati Maria.


“Ya ampun apa yang harus aku katakan padanya jika aku bertemu dengannya lagi, lancang sekali mulut ini ya Tuhan,” ujar Juano sambil menepuk mulutnya sendiri dan langsung kembali lagi masuk ke dalam restoran tersebut.


*


*


*


“Ya ampun tadi aku mengantuk sekali, tetapi kenapa mata ini tidak mau terpejam,” ujar Lery yang langsung beranjak dari tidurnya saat tidak merasakan kantuk sama sekali, kemudian dirinya menuju kamar mandi saat dirinya ingin buang air kecil.


“Selamat siang Mario,” ucap seorang wanita yang masuk ke dalam ruang kerja Mario tidak berselangan lama setelah Lery masuk ke dalam kamar mandi. “Apa tidak ada orang? Mungkin Mario sedang makan siang baiklah aku akan menunggunya,” ujar wanita tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Adel.


Kemudian Adel menyusuri setiap sudut ruang kerja Mario yang begitu luas dan berakhir di kursi kerja Mario dan duduk di kursi tersebut. Kemudian tatapan Adel tertuju pada sebuah foto yang terdapat di meja kerja Mario, dan Adel langsung mengambil foto tersebut sambil tersenyum sinis dari sebelah sudut bibirnya.


“Harusnya aku yang berada disini bersama dengan Mario dan juga Merin bukan dirimu Lery,” ucap kesal Adel sambil memandang foto Mario, Lery, Marco dan juga Merin. “Tapi tidak akan lama lagi aku yang akan berada disini Lery,” ucap Adel lagi sambil menunjuk foto Lery yang sedang memeluk pinggang Mario. Kemudian Adel langsung membuang foto tersebut ke dalam tong sampah yang terdapat di sebelah kiri meja kerja Mario.

__ADS_1


Lery yang baru keluar dari kamar mandi dan melihat apa yang Adel lakukan langsung mendekati Adel dengan diam-diam dari belakang.


“Aww sakit,” teriak Adel dengan kencang saat tiba-tiba Lery menarik rambutnya dengan kencang dari belakang.


“Siapa yang menyuruhmu untuk masuk ke raungan ini dan duduk di kursi ini?” tanya Lery setelah menarik rambut Adel kemudian beralih menarik tangan Adel untuk beranjak dari kursi tersebut.


“Tidak ada. Apa aku salah mengunjungi Mario yang sebentar lagi akan menjadi milikku,”


“Wow hai Cadel dan entah siapa pun namamu. Ini siang bolong berhentilah untuk bermimpi,”


“Hai geri siput Spongebob atau siapa pun juga namamu aku tidak peduli. Asal kamu tahu banyak kenyataan yang berawal dari mimpi, dan begitu pun dengan Mario. Aku akan mengambil yang seharusnya menjadi milikmu ingat itu baik-baik,”


“Kenapa, apa ada yang salah?”


“Tidak. Tapi jangan harap Mario akan kembali padamu. Ingat itu baik-baik, karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi,”


“Dan ingat dengan baik-baik aku pastikan Mario sebentar lagi akan meninggalkan wanita ja lang sepertimu Lery,”

__ADS_1


“Bagaimana dengan dirimu?”


“Setidaknya anak yang sudah aku lahirkan adalah anak Mario. Bukan seperti dirimu yang memiliki anak dengan pria lain. Dan Mario yang harus bertanggung jawab, lebih ja lang siapa aku atau ka...” ucapan Adel berhenti saat Lery menampar pipinya dengan kencang.


“Keluar dari ruanganku ini atau aku panggil security untuk menyeret kamu dari sini,”


Bugh


Adel mendorong tubuh Lery dengan kencang hingga Lery jatuh ke lantai dan meringis kesakitan.


“Aku akan pergi saat kamu mengatakan, kamu akan melepas Mario untukku,”


“Itu tidak akan pernah terjadi,” ujar Mario yang tiba-tiba sudah masuk ke dalam ruang kerjanya, kemudian menuju ke arah Lery yang sedang kesakitan di atas lantai sambil memegangi perutnya.


“Mario perutku aww sakit sekali,” ujar Lery beralih mencengkram lengan Mario. Dan Mario yang panik langsung mengangkat tubuh sang istri kemudian keluar dari ruang kerjanya meninggalkan Adel yang sedang tersenyum senang.


“Tidak akan ada Mario junior selain yang keluar dari rahimku,” ujar Adel senang saat dirinya memang sengaja ingin menyakiti Lery, ketika dirinya tahu Lery sedang hamil muda.

__ADS_1


Bersambung..................


__ADS_2