Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
150 Akhirnya


__ADS_3

Bijaklah dalam membaca episode ini, yang masih di bawah umur skip aja ya sayang, cukup like dan komen lanjut.


Juano mendekatkan wajahnya mendekati wajah Maria, dan tanpa pikir panjang langsung mencium bibir Maria dan dengan perlahan menggigit pelan bibirnya sebelum me lu matnya, dan Maria yang menikmati sesapan kenyal bibir sang suami tanpa sadar membuka mulutnya, dan Juano yang tidak ingin menyia nyiakan kesempatan itu, segara memasukkan lidahnya ke dalam mulut Maria dan mengabsen deretan rapi gigi sang istri, dan berakhir menyesap lidah sang istri, lalu Maria mendorong tubuh sang suami saat dirinya mulai kehilangan nafas.


“Maaf sayang,” ucap Juano dan langsung beranjak dari tempatnya, mengingat kembali jika dirinya sudah berjanji tidak akan memulai dulu sebelum Maria benar-benar siap.


“Ano tunggu,”


Juano yang sudah turun dari tempat tidur dengan segera menatap ke arah sang istri, yang sedang merentangkan ke dua tangannya dengan posisi terlentang.


Senyum yang tadi sempat hilang dari Juano kini terukir lagi, dan dengan segera menghambur memeluk sang istri.


“Apa ini tandanya–


“Aku sudah siap sayang,” kata yang sudah lama Juano ingin dengar akhirnya terdengar jelas di telinganya. “Tapi aku takut,”


“Takut? Untuk apa takut, aku akan melakukannya dengan pelan, hingga tidak akan ada rasa sakit di gantikan dengan kenikmatan sayang,” ujar Juano lalu mencium bibir Maria dan Maria pun langsung melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami dan membalas ciumannya.


Saat bibirnya terus menyesap bibir sang istri tangan Juano pelan-palan menurunkan gaun yang di kenakan oleh Maria tanpa Maria sadari. Lalu beralih melepas pengait gunung kembar dengan boba warna merah jambu yang begitu menggiurkan yang sudah lama ingin dirinya sesap saat beberapa kali dirinya melihatnya saat Maria sedang berganti pakaian.


Juano melepas tautan bibirnya beralih mencium kening sang istri dengan lembut.


“Terima kasih sebelumnya sayang,” ucap Juano tepat di telinga sang istri lalu menggigit pelan telinganya lalu beralih mencium lembut lehernya dan terakhir memberikan tanda kepemilikan, membuat tubuh Maria merasakan aliran  aneh yang tidak pernah di rasakannya, dan menuntunnya meminta lebih apa lagi saat hutan belantara di bawah sana mulai lembab, meminta seseorang untuk menengoknya

__ADS_1


Lalu tangan Maria reflek melepas kancing baju yang Juano kenakan. Dan tangan Juano menghentikan tangan Maria kemudian meneruskan sendiri melepas pakaian yang di kenakan hingga tidak ada selembar benang pun yang menempel di tubuhnya.


“Ano!” teriak Maria lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Juano menggelengkan kepalanya lalu mendekati Maria kembali dan melepas tangan Maria.


“Ada apa sayang?”


“Itu kamu besar dan panjang, aku takut,”


“Untuk apa takut, kamu bisa bermain dulu dengannya,” ucap Juano lalu mengarahkan tangan Maria untuk memegang juniornya, awalnya Maria ragu, tapi entah mengapa ada yang mendorongnya untuk memangnya dan memainkannya.


Juano yang sudah tidak tahan lagi perlahan melepas tangan Maria yang masih memainkan juniornya, dan beralih membuka sisa benang yang masih menempel di tubuh sang istri, hingga tidak ada benang yang menempel di tubuh keduanya.


“Mungkin agak sedikit sakit, tapi setelahnya tidak,” bisik Juano dan Maria menganggukkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya.


Juano yang tahu jika istrinya merasakan sakit, beralih mencium keningnya.


“Sakit hanya sebentar, percaya padaku,”


“Tapi–


Belum juga menyelesaikan perkataannya Juano langsung mencium bibir sang istri, dan tidak lupa memasukkan Junior kembali dengan perlahan, membuat Maria menggigit bibirnya dan Juano urung memasukkan juniornya kembali.

__ADS_1


“Sayang apa yang kamu lakukan?”


“Maaf, tapi sakit,” jawab Maria membuat Juano hanya menggeleng sambil tersenyum.


“Setelah ini tidak, percaya padaku,” ujar Juano beralih memberikan tanda kepemilikan di gunung kembar sang istri lalu menyesap boba miliknya bergantian untuk menetralisir rasa sakit pada hutan belantara sang istri. Dan Juano terus menyesap boba milik istrinya, saat juniornya memasukki hutan belantara yang begitu sempit.


“Ach Ano, sakit,” ucap Maria saat Junior milik sang suami sudah sepenuhnya masuk ke dalam, lalu Juano menegakkan kepalanya dan membiarkan juniornya merasakan hangat di bawah sana. Kemudian beralih mencium bibir sang istri sambil menghentak hentakan tubuh bagian bawahnya dengan perlahan.


“Masih sakit tidak?” tanya Juano setelah melepas tautan bibirnya.


“Sedikit, tapi aku mau,”


“Mau ke mana?” ledek Juano sambil menghentak hentakan tubuh bagian bawahnya lagi.


“Ano!”


Dan tidak ada lagi suara yang keluar dari bibir keduanya, kecuali suara de sa han yang bersahutan dari bibir keduanya menikmati surga Dunia di pagi hari.


 


 


Bersambung.................

__ADS_1


Udah ah, takut pada banjir 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


 


__ADS_2