Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
08 Emosi


__ADS_3

 


 


 


Lery langsung meminum jus lemon buatan Mario dan langsung menghabiskannya. Dan benar saja dirinya merasa baikkan, kemudian dirinya langsung keluar dari dalam kamar. Dan bertepatan dengan wanita paruh baya mommy dari Lery yang sudah menunggu Lery tepat di depan pintu kamarnya.


“Mommy. Apa yang mommy lakukan disini?”


“Tidak sayang mommy hanya ingin berpamitan kepadamu. Kamu tahu bukan cucu mommy tidak bisa jauh dari mommy. Jadi tidak masalah kan pengantin baru mommy tinggal,” ucap mommy Lery karena selama ini dirinya lebih sering tinggal di rumah saudara kembar Lery yang sudah mempunyai tiga anak kembar.


“Bagus kalau begitu,”


“Cie pengantin baru. Kalau bicara,”


“Bukan begitu mom aku...”


“Tidak masalah sayang. Mommy tahu kamu dan Mario butuh waktu untuk berdua,” sambung  mommy Lery memotong perkataan putrinya sambil tersenyum dan langsung mencium kedua pipi putrinya tersebut kemudian berpamitan.


Lery langsung kembali ke dalam kamar setelah mengantar mommy dan juga saudaranya. Kemudian dirinya langsung menuju dimana Mario berapa yang sedang tertidur pulas.


“Bangun!” Lery membangunkan Mario sambil menggoyangkan kaki Mario menggunakan kakinya. Tapi Mario masih tidak berkutik. Kemudian Lery mengambil gelas yang berisi air minum yang berada diatas meja tepat di depan sofa yang sedang di tiduri oleh Mario.


“Sial!” kesal Mario karena terkejut saat Lery menyiram mukanya menggunakan air. “Apa yang kamu lakukan hah?”


“Mario jangan kurang ajar,”

__ADS_1


“Harusnya aku yang berkata seperti itu padamu!” tegas Mario sambil menarik tangan Lery untuk mendekat ke arahnya.


“Mario lepaskan aku. Dan jangan kurang ajar kepadaku Mario!” teriak Lery sambil memberontak saat Mario sudah membalik tubuh Lery dan langsung memeluknya dari belakang dengan erat.


“Kurang ajar kamu bilang. Sekarang aku suamimu. Dan aku bebas melakukan apa pun yang aku mau kepadamu,”


“Mario!”


“Iya sayang,”


“Lepaskan atau aku akan berteriak,” ucap Lery dan terus mencoba melepas pelukan Mario.


“Teriak saja aku tidak peduli. Dan aku akan melakukan apa yang seharusnya suami lakukan kepada istrinya di malam pertama,”


“Mario jangan bercanda,”


“Mario!”


“Teruskan saja berteriak. Aku suka wanita yang kasar dan juga murahan seperti dirimu,”


Plak plak


Lery langsung menampar pipi Mario saat dirinya bisa melepas pelukan Mario.


“Jaga bicaramu Mario,”


“Benar seperti yang aku katakan bukan dan itu fakta nona Lery terhormat,”

__ADS_1


“Keluar dari kamarku sekarang juga!”


“Tidak,”


“Mario!”


“Kenapa? Apa kamu tidak ingin melayani suamimu ini?” ujar Mario sambil tersenyum sinis dan berjalan mendekati Lery yang terus memundurkan langkahnya. “Nona Lery jangan jual mahal kamu itu sama saja seperti wanita murahan di luar sana,”


“Mario!” teriak Lery sambil melayangkan tangannya ingin memukul Mario sebelum Mario mencekal tangan Lery.


“Aku juga tidak ingin menyentuh tubuhmu itu nona Lery yang terhormat. Dan jangan pernah sekali kali membangunkan singa yang sedang tertidur ingat itu baik-baik sebelum aku menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada semua orang,” ucap Mario yang langsung meninggalkan kamar Lery. Membuat Lery hanya diam tanpa mengatakan sepatah kata pun sambil menatap punggung Mario keluar dari dalam kamarnya. Karena selama ini dirinya tidak pernah melihat Mario semarah itu.


*


*


*


Mario langsung keluar dari rumah Lery saat tahu ibu mertuanya tidak ada di rumah Lery. Kemudian Mario melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Menyesali perlakuannya kepada Lery yang tidak pernah dirinya lakukan, apalagi keluarga Lery mengenal Mario sebagian sosok yang sangat baik dan juga periang. Hanya karena emosi saat Lery menyiramnya dengan air. Dirinya bisa melakukan itu kepada Lery.


“Sial sial sial,” ucap Mario merutuki dirinya sendiri sambil memukul setir pengemudi.


*Like*Komen*Bersambung......... .....


 


 

__ADS_1


__ADS_2