
“Sejak kapan kita saling mengenal Mario?” tanya Leno yang sekarang bertolak pinggang sambil menatap tajam ke arah Mario.
“Kenapa kamu berkata seperti itu? Tentu saja saat kita masih duduk di bangku kuliah,”
“Terus sejak kapan kita saling tertutup?”
“Maksud kamu?”
“Kenapa kamu sudah memiliki anak sebesar Merin tapi kamu tidak memberi tahu aku. Kamu anggap aku apa Mario!”
“Soal itu aku minta maaf Leno. Sebelumnya aku juga ingin memberi tahu kamu. Tapi kamu...”
“Jangan banyak alasan Mario, dan aku lebih terkejut lagi mengetahui siapa ibu Merin,” ujar Leno karena dirinya baru tahu kalau Mario sudah memiliki anak dari wanita lain sebelum menikahi Lery. Saat dirinya mengunjungi rumah Lery untuk menjemput sang mommy saat sang mommy akan kembali ke London. Dan di saat itu dia melihat anak perempuan di rumah Lery yang sedang bermain dengan sang mommy dan juga Marco. Kemudian sang mommy langsung menceritakan semuanya.
“Aku bisa menjelaskan padamu Leno,”
__ADS_1
“Tidak perlu aku sungguh kecewa dengan dirimu Mario,”
“Leno benar apa kata Mario. Dengarkan dulu apa yang akan dikatakan. Dan kenapa selama ini Mario menutupi semuanya dari semua orang,” sambung Lery agar kembarannya tersebut mau mendengarkan penjelasan dari sang suami.
“Wow kalian itu sama saja tidak ada yang benar. Pantas saja kalian berjodoh,”
“Kenapa kamu berkata seperti itu. Harusnya kamu bercermin sebelum mengatakan hal seperti itu Leno. Apa kamu kira, kamu lebih baik dari kami?” sambung Lery membuat Leno langsung menatap ke arah Lery. “Benar apa yang aku katakan bukan? Kamu, aku dan juga Mario punya masa lalu yang kelam dan tidak patut di contoh oleh siapa pun. Tapi apa aku dan juga Mario tidak bisa berubah dan memperbaiki diri kita masing-masing? Tentu saja Kami ingin berubah Leno. Seperti dirimu. Jadi janganlah kamu menilai seseorang dari kesalahan dimasa lalunya Leno,” ujar Lery membuat Leno langsung terpukul dengan perkataan Lery kemudian menjatuhkan tubuhnya di sofa yang berada di dekatnya.
“Kamu benar Lery,” ujar Leno yang langsung menarik tangan Mario untuk duduk di sampingnya. “Mario katakanlah semuanya jangan ada yang di tutup tutupi lagi sebelum aku salah paham lagi,”
“Baiklah aku akan menceritakan semuanya padamu,” sambung Mario yang langsung menceritakan semuanya pada Leno.
“Sekarang aku ibunya. Dan aku akan mempertahankan Merin,” sambung Lery membuat Leno langsung menatap sang kembaran yang duduk tidak jauh dari hadapannya.
“Tidak semudah itu Lery kamu tidak tahu siapa ibu kandung Merin yang sebenarnya,” jelas Leno saat tahu siapa ibu kandung Merin yang sebenarnya.
__ADS_1
“Dia wanita sepertiku Leno. Tapi dia ibu kandung yang tidak pantas di panggil ibu karena sudah meninggalkan Merin dengan alasan yang tidak masuk akal,” ucap Lery kesal.
“Terserah pada kalian. Aku tidak ingin ikut campur lagi urusan kalian. Tapi aku ingatkan pada kalian pasti dia akan kembali untuk mengambil Merin dan menghancurkan rumah tangga kalian karena aku tahu persis siapa dia,”
“Aku tidak akan membiarkannya karena aku ayahnya. Dan tenang saja aku akan selalu mempertahankan rumah tanggaku bersama Lery,” sambung Mario penuh keyakinan.
“Baiklah terserah pada kalian aku hanya bisa berdoa mudah mudahan rumah tangga kalian baik-baik saja. Aku pulang dulu,” ujar Leno sambil menepuk punggung Mario dan beranjak dari duduknya kemudian keluar dari ruang perawatan Mario meninggalkan Lery yang langsung memeluk Mario.
“Kalian membuat aku iri. Aku harus memeluk siapa kalau sudah begini?” tanya Camel setelah kepergian Leno.
“Iya maaf,” ujar Lery yang langsung melepas pelukannya dan menghampiri Camel yang sekarang sedang mengangkat ponsel miliknya yang berdering.
“Lery maaf ya aku pergi dulu,” ucap Camel yang baru saja mematikan sambungan ponselnya.
“Kamu belum menceritakan apa pun padaku,”
__ADS_1
“Besok saja. So ini sangat penting,” ujar Camel yang langsung keluar dari ruangan tersebut dengan terburu buru.
Bersambung...........