Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
15 Maafkan Aku


__ADS_3

“Mar...”


“Diamlah mommy sedang menuju kemari lagi,” ucap Mario memotong perkataan Lery membuat Lery hanya bisa diam dan balas memeluk tubuh Mario dan menyadarkan kepalanya didada bidang Mario sambil menciumi aroma parfum maskulin Mario yang membuat Lery begitu nyaman dan tidak menyadari jika mommynya sudah kembali ke kamarnya setelah mengambil ponsel yang tertinggal di atas meja ruang keluarga. “Sampai kapan kamu akan berada di pelukanku. Apa kamu sudah mulai tertarik pada kacung ini?”


“Jangan sok percaya diri siapa kamu?” tanya Lery yang langsung melepas pelukannya dan pergi meninggalkan Mario menuju kamarnya yang berada di lantai dua diikuti oleh Mario dari belakang. “Mau ke mana kamu?” tanya Lery saat Mario berjalan melewati kamar Lery untuk menuju kamar yang selama ini dirinya tempati. “Aku sudah memindah sebagian pakaian kamu ke kamarku. Karena mommy akan lama tinggal di sini. Jadi masuklah ke kamarku,” ucap Lery yang langsung masuk ke dalam kamarnya di ikuti oleh Mario dari belakang tanpa mengatakan sepatah kata pun.


 


Jam menunjukkan pukul sepuluh malam saat Mario dan juga Lery masuk ke dalam kamar yang sama setelah selesai makan malam.


“Lery besok akhir pekan, dan aku ingin pergi mengunjungi keluargaku di luar kota. Tidak masalah kan aku tinggal?” tanya Mario saat keduanya sudah berada di dalam kamar.


“Pergi saja tidak perlu memberi tahuku biasanya juga begitu kan?”


“Tapi kan sekarang ada mommy. Takut kamu tidak mengizinkan aku pergi,”


“Tidak masalah kalau mau pergi silakan. Lagian aku juga heran setiap akhir pekan pasti kamu pergi ke luar kota. Dan selama dua hari keluar kota ponsel kamu selalu dimatikan. Apa jangan-jangan ada yang kamu sembunyikan selama ini,”


“Apa kamu cemburu?”

__ADS_1


“Cih untuk apa aku cemburu pada kacung seperti dirimu. Hey cung kasta kita berbeda jauh,”


“Kasta kamu bilang? Apa kamu sedang menghinaku?” tanya Mario sambil menatap Lery.


“Tidak aku tidak menghinamu memang itu kenyataannya bukan?”


“Iya memang benar yang kamu katakan itu. Tapi kamu harus tahu kamu mengatakan itu kepada siapa. Aku ini suamimu Lery. Suamimu!”


“Tapi aku tidak pernah menganggap kamu sebagai suamiku Mario. Camkan itu baik-baik!”


“Baik dan aku sudah muak dengan apa yang kamu katakan selama ini kepadaku,” ucap Mario yang langsung membalik tubuhnya untuk meninggalkan Lery


“Kenapa?”


“Sepertinya aku akan melahirkan perutku sakit,”


“Baiklah kita ke rumah sakit sekarang,” ucap Mario yang langsung membopong tubuh Lery keluar dari kamar.


 

__ADS_1


*


*


*


 


Mario terus berada di samping Lery ketika keduanya sudah di rumah sakit saat Lery akan melahirkan secara normal dan sudah pembukaan empat. Awalnya Lery menolak ditemani oleh Mario dan ingin bersama dengan mommynya. Tapi mommynya yang tidak tega melihat anaknya mengeluh sakit akhirnya menyuruh Mario untuk menemaninya. Dan mommy Lery juga tidak merasa curiga dengan kehamilan Lery yang begitu cepat melahirkan karena dulu Lery lahir juga di usia tujuh bulan.


“Emm sakit,” ucap Lery saat mengalami kontraksi sambil memegangi tangan Mario.


“Tenanglah ambil nafas dari hidung dan keluarkan dari mulut,” sambung Mario sambil mengelap peluh yang membasahi kening Lery.


“Mario kenapa kamu baik sekali padaku. Padahal aku selalu menyakitimu dengan ucapanku?”


“Sudahlah tidak perlu di bahas,”


“Maafkan aku Mario,” ujar Lery yang langsung memeluk tubuh Mario.

__ADS_1


*Like*Komen*Bersambung................


__ADS_2