
Seminggu berlalu dan Mario masih mendapat perawatan khusus di rumah sakit agar dirinya benar-benar sembuh total. Dan selama seminggu Lery terus menemani sang suami di malam hari meskipun Mario melarangnya karena Marco masih membutuhkan Lery di sampingnya. Dan dengan alasan kalau stok asinya masih banyak akhirnya Mario mengizinkan sang istri untuk menemaninya. Seperti malam ini Lery yang baru sampai di ruang perawatan Mario langsung merentangkan tangannya dan langsung memeluk Mario yang berada di sofa sambil menonton televisi.
“Bagaimana harimu sayang apa kamu sudah baikkan?” tanya Lery setelah melepas pelukannya dan langsung duduk di samping Mario.
“Tentu saja. Kamu tahu dokter tadi bilang besok aku sudah boleh pulang,”
“Oh ya syukurlah,” ujar Lery penuh antusias sambil membelai wajah sang suami.
“Tapi setelah aku pulang. Kamu harus menempati janjimu,”
“Yang mana?”
“Lery sayang,”
“Iya maaf. Tapi sayang, kalau aku harus berhenti bekerja apa yang harus aku lakukan. Pasti aku akan suntuk di rumah seharian,” ucap Lery karena keduanya sudah sepakat jika Mario sudah sembuh dan bisa melakukan aktivitasnya kembali. Lery akan berhenti bekerja dan perusahaan Mario yang pegang.
__ADS_1
“Kamu fokus saja pada Marco, Merin dan juga aku tentunya,”
“Selama ini aku juga bisa fokus pada Marco dan juga Merin dan kamu juga meskipun aku bekerja. Izinkan aku ya Mario sayang, agar aku tetap membantu dirimu oke,”
“Tidak bisa dan titik tidak ada koma. Karena setelah ini kamu akan lebih sibuk. Karena aku ingin kamu memberikan adik pada Merin dan juga Marco,”
“Tidak mau. Aku masih trauma saat melahirkan Marco kemarin lagian Marco juga masih kecil,”
“Trauma tapi kalo aku menanam lobak kamu ke enakan,”
“Kalau itu memang enak,” ujar Lery sambil tersenyum membuat Mario yang duduk di samping Lery langsung membawa Lery ke dalam pelukannya.
“Apaan sih ini masih sore,”
“Tidak masalah. Kamu menginginkannya juga kan?”
__ADS_1
“Tentu,” jawab Lery yang langsung naik ke atas pangkuan Mario. Dan langsung mencium bibir Mario begitu pun Mario yang juga balas mencium bibir Lery dan ciuman keduanya menuntunnya untuk melakukan lebih. Dan dengan perlahan Mario langsung merebahkan tubuh Lery di atas sofa dengan bibir keduanya yang masih saling bertautan.
“Boleh ya kali ini aku mengemut boba milikmu aku ingin merasakannya. Aku itu selalu iri bila Marco bisa merasakannya tapi aku belum pernah mencobanya sama sekali,”
“Ada-ada saja. Ya udah **** saja,” ucap Lery pasrah membuat Mario langsung melepas kancing baju Lery kemudian mengeluarkan gunung kembar Lery tanpa melepas kain pembungkusnya.
“Ya ampun baru mau mulai ada saja gangguan,” ujar Mario kesal saat ponsel miliknya berdering lagi setelah belum lama juga berdering tapi Mario tidak mengangkatnya karena panggilan tersebut dari nomor ponsel yang tidak dirinya kenal.
“Mario angkat saja siapa tahu penting,”
“Tidak mau lebih penting ini. Mengganggu kesenanganku saja,”
“Ya sudah biar aku saja yang mengangkat. Kamu lakukan apa yang ingin kamu lakukan biar kamu tidak iri pada Marco,” ucap Lery membuat Mario langsung tersenyum senang dan langsung menyesap boba yang sudah di depan mata yang selama ini hanya bisa dirinya lihat dan menyentuhnya sekilas. Dan Lery langsung mengambil ponsel Mario yang berada di atas meja tidak jauh dari jangkauannya dan langsung mengangkatnya.
“Mario sayang dari tadi aku menghubungimu tapi kamu tidak sama sekali mengangkat telepon diriku. Dan kamu mengganti nomor ponselmu, kamu juga tidak memberi tahu aku. Aku mendapat kabar kamu terkena tembakan aku sangat sedih. Tapi maaf aku belum bisa pulang dan menemui kamu Mario sayang. Tapi secepatnya aku akan pulang untukmu dan untuk anak kita,” ucap seseorang dari balik sambungan ponsel membuat Lery langsung mengerutkan keningnya sambil menatap Mario yang masih asik dengan mainannya.
__ADS_1
Bersambung...............