Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
138 Membuka Hatiku


__ADS_3

Maria yang begitu menikmati sentuhan kenyal bibir Juano dan tanpa menyadari jika Juano sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menindihnya.


Dan dirinya baru menyadari saat Juano sudah melepas tali pengikat jubah mandi, dan salah satu tangannya meremas gunung kembarnya.


Lalu Maria melepas tautan bibirnya dan mendorong tubuh Juano hingga terjatuh di sampingnya. Dan Maria pun langsung beranjak dari tempat tidurnya.


“Aku tidak ingin memaksamu Maria, aku akan menunggu hingga kamu siap,” ucap Juano menghentikan langkah Maria yang akan menuju ruang ganti. “Dan aku tunggu kamu di bawah untuk makan malam, kamu dari siang belum makan apa pun,”


Juano berkata kemudian beranjak dari tempatnya lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar.


Maria mengatur nafasnya dan mengurungkan niatnya menuju ruang ganti dan menuju kembali ke tempat tidur lalu mendudukkan bokongnya di pinggiran ranjang.


kemudian Maria meraup wajahnya sambil menghembuskan nafasnya kasar.


“Ada apa denganmu Maria? Sekarang kamu istrinya, hal wajar jika Ano memperlakukan kamu seperti tadi, dan kamu sebagai istri harus melayani suamimu dengan ikhlas, tenang saja cinta akan tubuh dengan sendirinya, jika kamu membuka hati untuknya,”


Entah dari mana ucapan itu terdengar di telinga Maria, dan Maria langsung menatap ke arah dirinya sendiri, lalu melepas jubah mandi yang masih menutup tubuhnya, dan beranjak dari tempatnya, kemudian melangkahkan kakinya menuju meja rias yang sudah terdapat berbagai macam make up yang masih di segel.


 


Juano menatap jam yang ada di ponselnya, pasalnya sudah hampir tiga puluh menit dirinya menunggu Maria di meja makan yang sudah tersedia berbagai macam makanan, tapi Maria belum juga kelihatan batang hidungnya.


“Harusnya aku tidak gegabah seperti tadi,”


Juano berkata sambil beranjak dari duduknya, lalu berjalan meninggalkan meja makan menuju gazebo yang berada di samping rumahnya yang menghadap ke arah kolam renang.


Juano mendudukkan pantatnya di kursi yang ada di gazebo tersebut, lalu dirinya mengambil bungkusan rokok yang terdapat di kantong celananya, tangannya mengeluarkan satu batang dan tak lupa menyalakan korek untuk membakar puntung rokok tersebut.

__ADS_1


Juano menghisap puntung rokok tersebut untuk menenangkan diri, ketika perasaan gelisah menghampirinya.


“Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan agar Maria bisa mencintaiku?”


Juano berkata dan terus menghisap puntung rokok yang kedua.


“Aku akan mencoba untuk mencintaimu,” ucap seseorang dari belakang Juano.


Juano yang tidak asing lagi dengan suara yang baru saja dirinya dengar, langsung beranjak dari duduknya dan dengan segera membalik tubuhnya.


Juano mengerutkan keningnya dan menatap tidak percaya pada Maria yang sedang tersenyum ke arahnya, dengan gaun minim tanpa lengan berwarna coral, yang memperlihatkan paha mulusnya dan juga belahan dada yang begitu menggoda, apa lagi dengan riasan wajah yang membuat Maria tampak lebih cantik.


Maria melangkahkan kakinya dengan perlahan saat hak alas kaki yang di gunakan terlalu tinggi, menuju ke arah Juano yang masih diam terpaku di tempatnya.


“Sejak kapan kamu merokok?” tanya Maria dan mengambil puntung rokok yang ada di sela jari-jari Juano, lalu melemparnya ke samping gazebo tersebut. “Ano apa kamu tidak mendengar apa yang aku katakan?”


“Tidak jadi, aku sudah melupakannya. Sekarang aku lapar dan aku ingin makan,”


Tanpa berkata lagi Juano meraih tangan Maria dan menggenggamnya.


“Apa yang kamu lakukan?”


“Kamu bilang tadi lapar bukan?”


“Iya,”


“Kita makan malam dulu,”

__ADS_1


“Aku ingin makan malam di sini, dan aku sudah menyuruh pelayanan untuk membawa makan malam kemari,” ujar Maria, dan benar saja beberapa pelayanan keluar dengan membawa makan malam.


Maria dan juga Juano menikmati makan malam tanpa ada yang berbicara, keduanya hanya melempar senyum saat tatapan keduanya bertemu ketika keduanya duduk di kursi yang berhadapan.


Juano mengambil tisu yang berada di samping kiri tangannya, lalu mengusap lembut bibir Maria yang terdapat bekas makanan saat keduanya sudah menyelesaikan makan malam.


“Terima kasih,”


Dan Juano membalas ucapan Maria dengan senyum.


“Maria,”


Maria yang mendengar Juano memanggil namanya langsung menatapnya.


“Aku ingin memastikan apa yang kamu katakan tadi i–


“Benar, mulai sekarang aku akan membuka hatiku dan mencintaimu,” sambung Maria memotong perkataan Juano.


Juano yang mendengar perkataan Maria langsung beranjak dari duduknya lalu menghampiri Maria dan memeluknya dari belakang.


“Terima kasih,” ucap Juano antusias di akhiri mencium bahu mulus Maria.


Bersambung......................


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2