Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
111 Kang Kredit


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul lima sore dan ini saatnya Maria pulang, ketika pekerjaannya sudah selesai dan tidak perlu lembur.


Maria yang sudah berada di loby perusahaan langsung mengambil ponselnya yang masih berada di dalam tas untuk memesan taksi online, saat dirinya baru menyadari tidak membawa mobil.


“Aku akan mengantarmu, kamu tidak bawa mobil kan?” tanya seseorang di belakang Maria.


Dan Maria yang mendengar ajakan seseorang langsung menoleh ke arah sumber suara.


“Oh kau Teguh,”


“Memang siapa lagi, pria tampan di perusahaan ini kecuali aku,”


“Iyain aja,”


“kalau begitu ayo aku anter pulang,”


“Maaf aku menolak,”


“Ih kamu mah selalu begitu,”


“Suka-suka dong,” ucap ketus Maria sambil terus memainkan ponselnya.


“Jadi wanita itu jangan judes-judes, nanti tidak laku,”


“Memang aku barang yang bisa di jual, dasar Teguh buaya cap cicak, rayu saja wanita lain, kalau kamu ingin menggoda aku, aku katakan aku tidak mempan dengan rayuanmu yang membuat aku ingin muntah, pergi sana!”


“Dasar wanita kanebo, pantas saja sampai saat ini kamu tidak laku,”


“Siapa bilang? Kalau bicara di saring dulu,” ucap kesal seseorang sambil mendorong bahu Teguh.


“Ano,”


Maria berkata saat melihat Juano sudah berada di tempatnya sekarang berada.


Tanpa merespon ucapan Maria, Juano langsung menarik tangan Maria lalu membawanya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


“Kamu bilang dia tidak laku, kata siap? Wanita spesial seperti Maria hanya di peruntukan untukku, bukan pada buaya yang bermodal rayuan,”


Juano berkata pada Teguh kemudian membawa Maria menuju depan loby di mana mobilnya sudah terparkir di sana.


Teguh yang terus menatap Juano dan Maria, langsung menggelengkan kepalanya saat keduanya masuk ke dalam mobil mewah yang hanya di produksi beberapa unit saja di dunia.


“Cih, sok keren paling mobil kredit kalau tidak pasti mobil pinjam,”


“Bicara itu di saring, kamu tidak tahu siapa dia?” tanya Rina yang tiba-tiba datang sambil menoyor kepala Teguh.


“Kang kredit mobil?”


“Ba cot kalau ngomong. Dia itu pemilik hotel bintang lima sekaligus rekan bisnis perusahaan di mana kita bekerja ini,”


“Tajir sekali,”


“Tentu, tidak sepertimu,”


“Kenapa dengan diriku? Apa kamu mau berkencan lagi denganku?”


“Kenapa?”


“Dasar buaya cap cicak masih bertanya. Kamu yang ngajak kencan tapi aku yang bayarin makanan, najis!”


Rani berkata dan meninggalkan Teguh yang sedang menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum.


*


*


*


“Kenapa sih kamu senang sekali tiba-tiba memelukku?” tanya Maria kesal saat sudah berada di dalam mobil Juano.


“Sebenarnya aku juga malas, kalau harus memeluk ondel-ondel sepertimu,”

__ADS_1


Maria yang mendengar perkataan Juano langsung menatapnya dengan tajam, tapi Juano malah tersenyum meledak.


“Ano!”


“Itu kenya–


Tuk!


Maria memukul kepala Juano menggunakan botol air mineral tepat di kepalanya dan menghentikan perkataan Juano.


“Aduh Maria, sepertinya kepalaku bocor,” Juano berkata sambil memegangi kepalanya yang baru saja mendapat pukulan.


“Jangan mengada ada tidak lucu Ano,”


“Maria tolong aku, ahh sakit sekali,”


Maria yang mendengar Juano merintih kesakitan langsung panik, kemudian meraih kepala Juano, untuk memeriksa.


“Ano!” teriak Maria dengan kencang sambil menarik rambut Juano saat dirinya baru menyadari jika Juano sedang membohonginya.


“Maria, ampun!”


Juano berkata sambil menahan kedua tangan Maria dan menariknya dengan kencang membuat Maria jatuh tepat di atas tubuh Juano.


Juano menatap lekat wajah Maria yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya begitu pun dengan Maria, tatapan Juano beralih ke bibir Maria yang pernah dirinya rasakan, tanpa berpikir panjang Juano langsung mencium bibir Maria saat gejolak di tubuhnya tiba-tiba muncul dan kembali ingin mencium bibir yang ada di hadapannya bibir manis yang membuat candu untuknya.


Dan Maria yang tiba-tiba di cium oleh Juano hanya diam terpaku dan memejamkan matanya untuk sesaat menikmati ciuman yang diberikan oleh Juano, sebelum Maria mendorong wajah Juano dan beranjak dari tempatnya.


“Maaf, Maria aku tidak sengaja,”


 


 


Bersambung..................

__ADS_1


__ADS_2