Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
131 Terima Kasih


__ADS_3

“Mentang-mentang sudah sah, mama berdiri sedari tadi di sini, kalian tidak melihat, sungguh terlalu, kalau sudah tidak sabar, dari sini ada hotel kalian cek in saja sana,”


Maria dan Juano yang mendengar perkataan mama Dina segera melepas tautan bibirnya. Maria dengan tersipu menatap mama Dina, tapi tidak dengan Juano yang  begitu bangga dan juga memperlihatkan wajah penuh kebahagiaan kepada sang mama.


Mama Dina melangkahkan kakinya mendekat ke arah Maria lalu memeluk sang menantu dengan erat.


“Terima kasih sayang,”


“Kenapa mama berkata seperti itu?”


“Hanya itu yang bisa mama katakan sayang, dan tidak ada kata lain untuk menggambarkan kebahagiaan mama saat ini,” jawab mama Dina dan semakin mengeratkan pelukannya.


“Mama, Maria istriku. Jadi hanya aku yang boleh memeluknya. Mama menyingkirlah,”


Juano berkata sambil melepas pelukan mama Dina dan membawa Maria ke dalam dekapannya.


“Ish, tapi Maria manantu mama, dan mama juga berhak atas Maria,”


“Tidak bisa, aku suaminya, dan hanya aku yang berhak atas Maria istriku!”


“Mama juga berhak,”


“Tidak,”


“Iya,”


“Tidak,”


“Iya,”


Mama Dina dan juga Juano saling bersahutan sambil menarik tangan Maria.


“Stop!”

__ADS_1


Mendengar perintah Maria, mama Dina dan juga juano menghentikan aksinya.


“Maaf sayang, mama boleh kan memeluk dirimu?”


“Tidak bisa Ma, hanya aku yang boleh memeluk istriku titik!”


“Dasar pelit awas saja, nanti malam mama akan tidur dengan kalian,”


“Enak saja, nanti malam aku ingin unboxing Ma, jangan mengganggu. Apa Mama tidak ingin segera memiliki cucu?”


“Tentu saja mau,”


“Kalau begitu, Mama temui tamu Mama dan jangan ganggu kemesraan anakmu ini oke,” ujar Juano dan mama dina melepas tangannya yang masih memegangi tangan Maria.


“Oke sayang, oh ya semoga malam ini kamu mengeluarkan bibit di tempatnya oke. Oh ya kamu butuh ramuan tidak untuk malam ini?” tanya mama Dina berbisik di telinga sang putra.


“Tidak usah Ma, aku pasti bisa,” bisik balik Juano di telinga sang mama.


“Semangat,”


“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Maria setelah kepergian mama Dina.


“Tidak ada, mama hanya mengatakan masih dua jam lagi acara ini selesai,” bohong Juano sambil tersenyum ke arah Maria.


“Ya ampun padahal aku sudah sangat letih dan ingin merebahkan badanku, ternyata begini rasanya menikah di outdoor,”


“Ini belum seberapa apa lagi nanti malam, kamu akan lebih letih lagi,”


Maria memincingkan matanya mendengar perkataan Juano.


“Apa yang kamu katakan?”


“Tidak mengatakan apa pun,”

__ADS_1


“Aku istrimu, bukan asisten rumah tanggamu, jangan menyuruhku untuk  menyiapkan makan malam, untuk malam ini, setelah pulang dari sini aku akan langsung tidur,”


“Dan aku akan membuat kamu tidur dengan nyenyak untuk malam ini,”


“Caranya?” tanya Maria dengan polosnya.


Juano yang mendengar pertanyaan Maria, langsung memeluk Maria.


“Menjalankan tugas sebagai istri yang sesungguhnya, bukan tentang pekerjaan karena kamu bukan asisten rumah tanggaku. Tapi tentang penyatuan,” bisik Juano dan Maria mengerutkan keningnya saat tidak sama sekali mengerti pada apa yang di ucapkan oleh Juano sambil melepas pelukannya.


“Aku tidak mengerti Ano,”


“Biar aku jelaskan, agar kamu mengerti. Kamu itu sudah dewasa masa begitu saja harus di ajari sih,”


“Kakak ipar,” ujar Maria saat mendengar perkataan Lery yang mendekat ke arahnya.


“Sebelumnya selamat untuk pernikahan kalian, aku selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian,”


“Terima kisah kakak ipar, dan tolong ajarkan istriku agar dia mengerti bagaimana caranya agar menjadi istri yang sesungguhnya,” sambung Juano kemudian meninggalkan keduanya untuk menemui rekan bisnisnya yang menghadiri acaranya.


“Maria, Maria masa begitu saja harus di ajari. Otodidak juga bisa,”


“Kalau menyapu, mengepel dan lainnya aku juga tahu jajak ipar,”


“Bukan itu Maria,”


“Terus?”


“Emmm uhhhhh ahhhhhh Maria,”


Mendengar perkataan Lery, Maria mengerutkan keningnya menatap kakak iparnya.


“Maksud kakak ipar?”

__ADS_1


Bersambung..............


 


__ADS_2