
Mario melempar ponsel miliknya ke jok mobil di sampingnya saat dirinya sudah berada di dalam mobil, dan menghubungi ponsel milik Lery tapi ponselnya dimatikan.
“Lery. Ke mana kamu. Kenapa perasaan aku jadi kuatir begini. Terlebih lagi ponsel milikmu dimatikan. Ach Lery jangan-jangan kamu. Ach tidak mungkin,” ucap Mario sambil memukul setir pengemudinya.
*
*
*
Sementara itu dua wanita cantik sedang berbincang sambil bercanda di sebuah kafe elite di pusat kota.
“Maafkan aku Lery aku sungguh merepotkan kamu,” ucap wanita tersebut sambil menepuk tangan Lery.
“Tidak masalah Camel. Aku sangat terkejut saat kamu menghubungiku semalam dan kamu bilang perusahaan milikmu yang ada di Jerman ternyata akan menjalin bisnis dengan perusahaanku. Itu membuat aku bangga. Aku tahu perusahaan milikmu di sana sungguh luar biasa dan jadi perusahaan nomor satu di sana,”
__ADS_1
“Jangan berlebihan. Perusahaanmu juga luar biasa. Makanya papi menyuruhku datang ke Indonesia untuk menjalin bisnis dengan perusahaanmu,” ucap Camel klien bisnis baru Lery sekaligus sahabat Lery sebelum Camel menetap di Jerman. Dan sesekali keduanya suka bertemu entah Camel yang berkunjung ke Indonesia ataupun Lery yang mengunjungi sahabatnya tersebut ke Jerman. “Terus kenapa semalam aku menghubungimu tapi ponselmu kamu matikan?”
“Tadi pagi aku sudah memberi tahu kamu. Kalau aku mengangkat panggilan dari kamu semalam yang ada aku tidak bisa tidur dan aku akan telat menjemputmu di hotel. Karena kamu pasti akan mengoceh tidak jelas,” ujar Lery membuat Camel langsung tersenyum karena memang benar apa yang dikatakan oleh Lery dirinya tidak cukup satu jam bila menelpon Lery.
“Aku kira kamu sedang sibuk ehem-ehem dengan suamimu itu,”
“Apaan sih tidak jelas,”
“Tapi ngomong-ngomong kenapa kamu bisa menikah dengan Mario asisten kembaranmu itu dan kamu tega tidak mengundang aku. Setahu aku kamu dulu sangat membencinya. Apa benar benci dan cinta itu beda tipis?”
“Apaan sih. Itu kan dulu,”
“Cie,” ledek Camel sambil menyenggol lengan Lery. “Oh iya pangeran kamu yang selalu kamu banggakan. Dan yang sangat kamu cintai itu si Brian ke mana?”
“Apa kamu tidak akan memberi tahu aku. Sejak kapan kita tidak lagi terbuka?” tanya Camel karena selama bersahabat dengan Lery keduanya saling terbuka termasuk masalah pribadi keduanya. Kemudian Lery yang sudah terbiasa bercerita tentang masalah pribadinya pada Camel langsung menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup tutupi.
“Jadi Mario bukan ayah kandung dari anak kamu? Dan kalian menutupi semuanya dari keluarga kamu?” tanya Camel setelah Lery menceritakan semuanya kepada dirinya. Membuat Lery langsung menganggukkan kepalanya. “Aku tidak tahu hati Mario terbuat dari apa. Masih ada di dunia ini orang seperti Mario. Aku salut kepadanya. Terus perasaan kamu terhadap Mario sekarang bagaimana? Setelah pengorbanan besar yang dia lakukan untuk keluargamu terutama pada kamu Lery,”
“Perasaan entahlah,” jawab Lery sambil menyandarkan punggungnya di kursi tempatnya duduk,”
“Jangan bilang kamu masih mengharap Brian kembali. Kalau sampai itu terjadi kamu benar-benar wanita terbodoh yang ada di dunia ini,”
__ADS_1
“Kenapa kamu berkata seperti itu?”
“Tentu saja. Karena pria yang baik itu. Penuh tanggung jawab dan tidak akan meninggalkan wanita yang dicintainya terpuruk. Karena pria yang baik akan selalu membahagiakan wanitanya. Dan artinya Brian itu tidak mencintaimu dan dia itu pria brengsek yang tidak pantas di cintai,” ucap kesal Camel.
“Aku juga tahu,”
“Kalau kamu tahu kenapa kamu masih mengharapkannya?”
“Siapa juga yang masih mengharapkannya. Aku hanya belum bisa melupakannya,”
“Dasar bodoh,” ucap Camel sambil menoyor kepala Lery. “Harusnya mulai sekarang kamu membuka hatimu untuk Mario. Jangan sampai kamu menyesal jika tiba-tiba Mario pergi darimu,”
“Aku sudah mencobanya tapi entah mengapa aku belum merasakan ada getaran cinta untuk Mario,”
“Lery oh Lery kamu sungguh bodoh. Makanya buang jauh-jauh Brian dari pikiranmu ini,” sambung Camel sambil menunjuk kening Lery.
“Aku akan terus mencobanya kamu tenang saja,”
like
__ADS_1
komen
bersambung............