Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
98 Tidak Baik-baik


__ADS_3

Mario yang dihadang oleh anak buah Adel, langsung menggendong Merin di tangan kirinya. Dan senyum sinis keluar dari sebelah sudut bibirnya.


Bugh bugh


Mario menendang tubuh anak buah Adel yang menghalangi jalannya, hingga jatuh tersungkur di lantai. Saat Mario menendangnya dengan kencang, dan kedua anak buah Adel yang lainnya langsung menyerang Mario, bukan Mario namanya kalau tidak bisa mengatasinya.


“Hanya itu kemampuan kalian?” tanya Mario yang langsung memasang  kuda-kuda, saat ke empat anak buah Adel menghampiri dirinya kembali.


Dan perkelahian tidak dapat di hindari, satu lawan empat, tentu saja Mario kalah saat salah satu  anak buah Adel mencoba mengambil Merin dari gendongannya, dan dengan sekuat tenaga Mario mempertahankan anaknya. Itu yang membuat Mario kehilangan konsentrasi dan anak buah Adel memiliki kesempatan memukul ulu hati Mario, hingga Mario jatuh membentur tembok dengan masih menggendong Merin.


Adel yang melihat Mario tidak berdaya menyuruh anak buahnya untuk menghentikan aksinya saat akan menyerang Mario kembali.


Dan Adel pun berjalan menghampiri Mario dengan senyum yang terukir dari ke dua sudut bibirnya.


“Mario, Mario. Coba kamu tadi memenuhi permintaanku, tentu ini tidak akan pernah terjadi,” ujar Adel sambil berjongkok di hadapan Mario kemudian mengelap darah yang berada di bibir Mario. “Bibir ini yang sangat aku rindukan Mario, tapi kamu memaksaku untuk melukainya. Maafkan aku sayang,”


Mario langsung menampik tangan Adel yang masih terus memegangi bibirnya.


“Kenapa sayang–


Plak


Mario menampar pipi Adel dengan kencang, dan Adel pun tidak meneruskan perkataannya kembali, beralih memegangi pipinya.


“Apa kamu tidak kasihan dengan Merin anak kamu sendiri? Lihatlah dia tidak baik-baik saja Adel!”

__ADS_1


“Aku tidak peduli,”


“Dasar wanita iblis!!!!!” teriak Mario sambil menendang tubuh Adel hingga jatuh terjengkang.


Anak buah Adel yang melihat bosnya tidak baik-baik saja langsung menghampiri Mario dan menahan tubuh Mario.


“Bawa dia ke kamar!” perintah Adel pada anak buahnya yang langsung menarik Mario menuju ke dalam kamar, dan Mario terus mempertahankan Merin di dalam dekapannya yang masih belum sadarkan diri.


“Berhenti!” perintah seseorang yang tiba-tiba sudah berada di dalam apartemen.


Dan semua orang berada di dalam tidak terkecuali Mario langsung menoleh ke arah sumber suara.


“Lea,”


Dan tidak lama dari kedatangan Leno dan juga Lea, beberapa polisi datang dan langsung mengamankan anak buah Adel yang coba melarikan diri.


“Mario kamu baik-baik saja?” tanya Leno saat sudah menghampirinya.


“Tidak. Anakku tidak baik-baik saja. Aku harus ke rumah sakit sekarang,”


“Baiklah aku akan mengantarmu,”


“Tidak. Aku bisa sendiri,”


“Tapi kamu terluka Mario,”

__ADS_1


“Aku masih kuat. Kamu tetap berada di sini dan aku ingin kamu juga membawa Adel ke kantor polisi,”


“Aku pasti akan memenjarakan Adel. Kamu tenang saja,”


“Terima kasih. Kamu datang tepat waktu,” ujar Mario dan dengan terburu buru keluar dari apartemen sambil memeluk Merin dalam dekapannya.


Lea melarang polisi saat polisi tersebut akan mengamankan Adel. Kemudian Lea menghampiri Adel dan langsung menampar pipi sahabatnya tersebut.


“Aku sungguh kecewa padamu Adel. Apa yang kamu lakukan ini tidak benar,” ucap Lea dengan penuh kekecewaan.


“Tidak benar. Tentu saja benar, karena aku harus mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milikku, kamu tahu aku sangat mencintai Mario,”


“Cinta kamu bilang? Cinta yang seperti apa? Coba jelaskan padaku. Kamu menutupi dari semua orang termasuk aku, tentang hubungan kamu bersama Mario, dan kamu juga menyembunyikan anak kamu. Dan secara langsung kamu tidak mengakui Mario dan juga Merin bagian dari hidup kamu. Dan sekarang saat Mario dan juga anak kamu sudah bahagia dengan Lery kamu datang dan ingin merusaknya,”


“Merusak kamu bilang. Aku sudah bilang aku sangat mencintai Mario dan aku harus mendapatkannya,”


Plak


Lery menampar pipi Adel kembali dengan kencang.


Bersambung..............


 


 

__ADS_1


__ADS_2