
Maria langsung mengemudikan mobilnya dengan kencang saat yang menghubunginya bukan Juano melainkan Anton asisten pribadi Juano. Dan menyuruh Maria untuk datang ke apartemen Juano saat asistennya mengatakan atasannya tersebut tidak baik-baik saja.
“Ada apa dengan loyo, apa dia sedang sakit? Ah tidak mungkin,” ucap Maria penasaran pasalnya Anton tidak memberi tahu yang sebenarnya pada Maria. “Mudah mudahan tidak ada hal yang serius, tapi kenapa aku merasa kuatir begini,”
*
*
*
Jam menunjukkan pukul delapan malam saat Maria sampai di apartemen milik Juano yang terdapat di tengah pusat kota. Apartemen Elite yang di huni oleh para pengusaha dan tidak sembarangan orang bisa keluar masuk ke dalam apartemen tersebut.
Maria yang sudah memarkirkan mobilnya di perkirakan khusus, langsung ke luar dari mobil menuju sebuah lift yang berada di parkirkan khusus tersebut dan langsung menuju unit apartemen milik Juano.
Maria langsung menekan pas kode pintu apartemen milik Juano saat dirinya sudah tiba di unit apartemen Juano,yang sudah dirinya hafal. Pasalnya selama seminggu Maria bekerja di dalam apartemen Juano. Saat Juano enggan bekerja di kantor miliknya yang berada di Indonesia ketika jaraknya sangat jauh dari apartemennya.
__ADS_1
Maria yang sudah masuk ke dalam apartemen Juano langsung mengerutkan keningnya saat menatap seluruh sudut apartemen yang begitu berantakan. Kemudian mata Maria tertuju pada Anton asisten Juano yang baru keluar dari dalam kamar Juano.
“Ada apa dengan bos kamu?” tanya Maria saat sudah mendekat ke arah Anton.
“Sepertinya tuan Juano baru saja mendapat undangan dari nona Elis mantan pacarnya yang akan melangsungkan acara pernikahan,”
“Terus kenapa apartemen ini begitu berantakan? Apa jangan-jangan...”
“Iya nona, ini semua tuan Ano yang melakukannya,” jelas Anton memotong perkataan Maria.
Maria langsung menghembuskan nafasnya kasar saat sudah berada di dalam kamar Juano. Ketika melihat Juano sedang duduk di lantai sambil menyadarkan punggungnya di tempat tidur dengan tangan kanan yang memegang botol minuman keras.
“Dasar sad boy loyo. Hanya karena seorang wanita membuat kamu jadi payah seperti ini dasar tidak asyik. Masih banyak wanita di dunia ini kali, menjijikkan sekali jadi pria,” gumam Maria dalam hati. “Tapi apa ada wanita yang mau kalau miliknya hanya bisa berdiri satu menit, aku saja juga tidak mau meskipun dia banyak uangnya,” gumam Maria lagi sambil tersenyum kemudian menghampiri Juano dan ikut duduk tepat di samping Juano.
“Apa yang kamu dapatkan dengan melakukan ini semua?” tanya Maria tapi tidak di hiraukan oleh Juano yang langsung menenggak dengan kasar minuman yang berada di tangannya. “Kamu tahu bukan, jodoh seseorang sudah di tentukan oleh Tuhan, jadi percuma saja kamu menyakiti diri sendiri seperti ini. Mungkin saja Elis bukan jodoh kamu. Dan jodoh kamu ada di tempat lain dan sedang menunggmu, jadi percuma kamu melakukan ini,” ujar Maria sambil merebut botol minuman yang berada di tangan Juano.
__ADS_1
“Maria!” teriak Juano sambil menatap tajam ke arah Maria dengan mata yang sudah merah menyala karena mabuk berat.
“Aku ada di sini, jangan berteriak telinga aku masih normal dasar pria menyedihkan. Asal kamu tahu Tuhan pasti akan mengganti apa yang telah hilang darimu termasuk pasangan. Karena manusia di ciptakan untuk berpasang pasangan. Maka dari itu jangan menyedihkan seperti ini Ano!”
“Menyedihkan kamu bilang? Iya aku memang menyedihkan. Sangat menyedihkan kamu puas?” tanya Juano kesal sambil beranjak dari duduknya. “Apa ada wanita yang bisa menerimaku, setelah tahu siapa aku? Hanya Elis yang selama ini tahu siapa aku dan juga menerimaku apa adanya, tapi itu hanya kebohongan belaka, karena sekarang dia lebih memilih pria lain setelah sekian lama kita bersama. Apa semua wanita sama, suka berbohong?”
“Tergantung, jika pria itu seperti dirimu tentu mereka akan berbohong demi uang,” ucap Maria yang langsung menutup mulutnya karena keceplosan berbicara. “Ya Tuhan kenapa dengan mulutku ini, kenapa remnya blong,” gumam Maria dalam hati sambil menatap Juano yang terlihat kesal kemudian menarik tangan Maria dengan kencang untuk berdiri, dan setelah Maria berdiri Juano langsung mendorong tubuh Maria hingga terjatuh di atas tempat tidurnya. “Maaf Ano aku tidak bermaksud mengatakan itu, aku mohon maafkan aku,”
“Apa mama sudah mengatakan padamu siapa aku?” tanya Juano penasaran dan Maria pun langsung mengangguk. “Tidak!” teriak Juano yang langsung menindih tubuh Maria.
Bersambung.............
Jangan berfikir macam-macam dulu🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1