Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
07 Statusmu


__ADS_3

Lery langsung menuju kamar nya setelah acara ijab kabul dirinya dan juga Mario sudah selesai satu jam lalu yang diadakan dengan sederhana dan hanya di hadiri sanak saudara tanpa ada orang lain sesuai dengan keinginan Lery. Mario yang menyadari tidak ada keberadaan Lery di ruang keluarga saat semua keluarga sedang berkumpul langsung berpamitan kepada semuanya.


“Cie pengantin baru. Sepertinya sudah tidak sabar nih,” celetuk atasan Mario sekaligus saudara kembar Lery yang sekarang sudah sah menjadi istrinya.


“Iya dong kapan lagi bisa buka segel premium,” sahut Mario sambil tersenyum.


“Ingat ini masih siang,”


“Tenang saja paling tester dulu, tes drive nya nanti malam,”


“Bisa saja kau,”


“Bisa dong siapa dulu gurunya,”


“Siapa?”


“Bos mesum,”


“Mario!”

__ADS_1


“Kabur,” sambung Mario yang langsung meninggalkan ruang keluarga. Membuat semua keluarga yang ada di ruangan tersebut langsung tersenyum.


Mario mengetuk pintu kamar Lery sebelum masuk ke dalam. Sambil membawa nampan berisi jus lemon yang sebelumnya dirinya buat sebelum menuju kamar Lery yang sekarang sudah menjadi istri nya. Mario langsung menaruh nampan tersebut di atas meja nakas di samping tempat tidur Lery. Lalu Mario langsung menuju kamar mandi yang tidak di tutup pintunya saat mendengar Lery sedang memuntahkan isi perutnya. Mario yang sudah masuk ke dalam kamar mandi langsung membantu memijat belakang kepala Lery.


“Aku tidak butuh bantuanmu. Singkirkan tanganmu dan jangan pernah sekali kali menyentuhku. Kamu itu bukan siapa-siapa bagiku,” ucap Lery sambil menyingkirkan tangan Mario.


“Maaf,”


“Keluarlah Mario!” tegas Lery membuat Mario langsung keluar dari kamar mandi menuju sofa yang berada di dalam kamar Lery dan langsung merebahkan tubuhnya saat merasakan kantuk dan juga lelah.


Lery yang baru keluar dari kamar mandi langsung tertuju ke arah sofa dimana Mario berada yang sedang memejamkan matanya.


“Jangan pura-pura tidur Mario. Tempatmu bukan disini keluarlah dari kamarku. Sekarang kamu memang menyandang status sebagai suamiku. Tapi itu hanya status. Dimataku kamu tetap lah asisten dan pesuruh dari keluargaku. Kamu harus tahu statusmu jauh di bawah aku. Jadi bukalah matamu dan keluar dari kamarku,”


“Oke oke kamu boleh berada disini tapi sampai mereka pulang dan setelah itu kamu tinggal di kamar sebelah,” ujar Lery menghentikan langkah Mario yang akan keluar dari kamar.


“Oke,” jawab singkat Mario yang langsung kembali ke sofa. “Minumlah jus lemon itu. Jus lemon bisa mengurangi rasa mual di awal kehamilan dan kamu akan merasa baikkan,” ucap Mario sambil menunjuk jus lemon yang tadi dirinya bawa kemudian Mario langsung memejamkan matanya.


“Sok tahu,”

__ADS_1


“Aku lebih tahu di banding kamu nona Lery yang terhormat,” sambung Mario dengan mata yang sudah terpejam.


“Aku tidak akan pernah percaya padamu Mario. Seperti kamu sudah pengalaman saja dan pernah mengalaminya,”


“Aku sudah berpengalaman dan aku sudah...”


“Kenapa tidak diteruskan?” tanya Lery penasaran sambil menatap ke arah Mario saat Mario tidak meneruskan perkataannya.


“Sudahlah tidak perlu di bahas. Kalau kamu tidak ingin meminumnya juga tidak masalah buang saja,”


“Oh aku tahu. Jangan-jangan kamu manusia jadi jadian. Kalau siang Mario kalau malam Marina,” sambung Lery sambil tertawa tapi tidak dihiraukan oleh Mario yang langsung memiringkan tubuhnya sebelum membuka matanya sekilas untuk menatap Lery.


“Ternyata kamu bisa tertawa juga hai batu berjalan,” gumam Mario saat melihat Lery tertawa dengan lepas. Karena selama ini Mario sama sekali belum pernah melihat Lery tertawa, tersenyum pun tidak.


*Like*Komen*Bersambung.............


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2