Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
50 Cemas


__ADS_3

“Tidak semudah itu Bio,” ujar Mario yang langsung mencekal tangan Bio yang mengarahkan senjata ke arahnya. “Kalau kamu memang pria sejati. Kita duel tanpa senjata,”


“Oke siapa takut,” sambung Bio yang langsung melempar senjata tajam yang berada di tangannya kemudian keduanya langsung berduel di lanjut adu pukulan. Dan tidak butuh waktu lama Mario langsung menjatuhkan Bio saat dirinya memukul tepat di rahang Bio.


“Hanya segitu kemampuanmu Bio. Ayo lawan lagi,” ujar Mario sambil berjongkok  saat Bio tergeletak di tanah.


Bugh


Bio menendang Mario tepat di dada sebelah kirinya membuat Mario langsung jatuh terjengkang.


“Jangan senang dulu Mario. Aku bersumpah hari ini aku akan menghabisimu ingat itu baik-baik! Karena aku yakin Leno tidak akan pernah menolong dirimu,” jelas Bio dengan senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya.


“Itu tidak akan pernah terjadi karena sebelum kamu menghabisiku, aku akan menghabisi kamu duluan,”


“Buktikan saja siapa yang terhebat aku apa kamu?” tanya Bio dan langsung mengarahkan pukulannya ke arah Mario yang sudah beranjak dari tempatnya tapi dengan segera Mario langsung menghindar dan langsung balik memukul Bio. Dan perkelahian tidak dapat di hindari lagi. Meskipun anak buah Mario sudah mendekat ke arahnya tapi Mario melarang anak buahnya yang juga sudah terluka membantu dirinya. Begitu pun Bio yang juga melarang anak buahnya yang juga akan membantunya saat beberapa kali Bio terjatuh.


“Hanya itu kemampuanmu Bio ayo lawan aku!” teriak Mario saat Bio sudah jatuh tersungkur dengan banyaknya luka.

__ADS_1


“Lawan aku kalau kamu memang hebat Mario,” sambung Brian yang langsung berjalan mendekat ke arah Mario meskipun Brian juga mengalami luka setelah hampir seminggu lebih anak buah Mario menyekapnya dan memberi pelajaran saat dirinya tidak ingin memberitahu siapa yang sudah membantu dirinya membuat kekacauan.


“Kamu bisa apa Brian? Yang kamu bisa hanya menyakiti seorang wanita,”


“Ck ck. Apa kamu kira aku lemah, tidak Mario. Dan aku yakin hari ini kamu akan mati ditanganku,”


“Kamu bukan Tuhan yang bisa mengetahui semuanya,”


“Tentu saja aku tahu. Dan aku pastikan kamu akan mati hari ini,” ucap Brian dengan penuh keyakinan dan langsung mengambil pistol yang dari tadi dirinya sembunyikan di dalam baju yang dikenakannya dan langsung mengarahkannya ke arah Mario. Membuat Mario langsung terkejut. “Kenapa terkejut? Apa kamu sudah siap untuk mati hari ini? Tentu saja,” ucap Brian lagi sambil tersenyum ke arah Mario. “Dan sebentar lagi Lery dan juga Marco akan kembali padaku,”


“Tidak semudah itu Brian. Meskipun aku mati. Aku yakin Lery tidak akan pernah kembali padamu camkan itu baik-baik,”


“Kamu salah memaksa seseorang untuk mencintai kamu Brian,”


“Aku tidak butuh cinta yang aku butuh hanya uang dan aku bisa mendapatkannya hanya dari Lery,” ujar Brian tidak menyadari kalau Mario sudah sedikit demi sedikit mendekat ke arahnya Dan langsung membekuk tangan Brian yang sedang memegang pistol. Dan Brian langsung mempertahankan senjatanya saat Mario akan mengambilnya. Dan keduanya saling membekuk hingga terdengar dua kali suara tembakan dari pistol Brian.


*

__ADS_1


*


*


Prang


Tiba-tiba piring yang berada di tangan Lery terlepas saat Lery sedang menyiapkan makan siang di meja makan. Dan Lery langsung menarik kursi di hadapannya kemudian duduk dengan perlahan saat tiba-tiba dadanya begitu sesak.


“Kakak ipar apa yang terjadi? Kakak baik-baik saja?” tanya Maria yang langsung menghampiri Lery saat dirinya ada di rumah Lery untuk mengunjungi Merin.


“Iya mama tenapa?” tanya Merin yang juga menghampiri mama sambungnya tersebut.


“Mama tidak apa-apa sayang,” jawab Lery sambil tersenyum untuk menutupi kegundahan di hatinya.


“Minumlah kak,” ujar Maria sambil memberikan satu gelas air putih ke hadapan Lery kemudian Lery langsung meminumnya.


“Maria kenapa aku begitu cemas dan terus mengingat Mario. Dan aku merasa Mario sedang dalam bahaya,”

__ADS_1


Bersambung.............


Tidak ngegantung ya🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭


__ADS_2