Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
79 Kaya Mendadak


__ADS_3

“Maaf, aku tidak ingin mendengar apa yang ingin kamu katakan jadi percuma saja oke. Sekarang pergilah dari rumahku,” ujar Maria dengan sinis.


“Nona Maria dengarkan terlebih dahulu. Aku tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa lagi. Karena aku tidak memiliki teman perempuan selama ini, dan aku berharap nona Maria bisa menolongku,” ujar Juano sambil menahan pintu saat Maria ingin menutupnya. Dan Maria yang mendengar perkataan Juano langsung tersenyum.


“Maria dia sumber uangmu, manfaatkan selagi bisa,” gumam Maria dalam hati kemudian keluar dari dalam rumah menuju kursi yang berada tepat di halaman rumahnya yang tidak terlalu luas, yang penuh dengan pot dengan berbagai jenis macam bunga miliknya yang jumlahnya tidak sedikit. “Kenapa kamu hanya diam di situ Ano, maksudku tuan Ano,” ujar Maria kemudian mempersilahkan Juano untuk duduk di kursi yang bersebelahan dengannya.


“Terima kasih karena kamu ingin menolongku,”


“Siapa bilang?”


“Barusan nona Maria menyuruhku untuk duduk, berarti nona Maria ingin membantuku bukan?”


“Aku menyuruh anda untuk duduk disini karena aku ingin menunjukkan koleksi bunga milikku. Tuan Ano lihat bunga itu, itu dan itu,” ujar Maria sambil menunjuk satu per satu bunga miliknya yang memiliki harga selangit.


“Ada apa dengan bunga itu?” tanya Juano penasaran sambil mengamati bunga milik Maria yang baru saja Maria tunjuk satu persatu.


“Tuan tidak tahu harga bunga itu?”

__ADS_1


“Tidak,” jawab Juano singkat dan sekarang beralih menatap Maria yang duduk tidak jauh di sampingnya.


“Ya ampun tuan Ano. Itu bunga harganya malah dan perawatannya juga mahal,”


“Terus?” tanya Juano penasaran membuat Maria langsung menghembuskan nafasnya kasar.


“Dasar pria tidak peka. Pantas saja di tinggal oleh pacarnya,” gerutu Maria yang langsung meminum jus jeruk yang baru saja mbok Jum letakkan di meja yang berada di depannya.


“Dia meninggalkanku karena aku tidak membelikan mobil baru untuknya. Bukannya aku tidak ingin membelikannya tapi aku baru saja membelikan apartemen untuknya,” sambung Juano saat dia mendengar apa yang dikatakan oleh Maria. Dan Maria yang mendengar perkataan Juano langsung tersedak dan menyemburkan  minuman yang berada di dalam mulutnya. “Nona, anda baik-baik saja?”


“Iya aku baik-baik saja,” ujar Maria dan langsung mengelap mulutnya dengan lengan kemejanya. “Wow tidak salah aku mendapat mangsa. Bisa tajir melintir tanpa bekerja kalau begini. Oke kita mulai permainannya Maria,” guman Maria sambil tersenyum.


“Asik ini yang aku suka. Siap-siap kaya mendadak Maria,” gumam Maria sambil memperlihatkan senyum manis dari kedua sudut bibirnya ke arah Juano. “Terus apa yang bisa aku bantu untuk tuan?” tanya Maria penasaran.


“Berpura pura lah jadi Kekasihku selama aku berada di Indonesia,” jelas Juano membuat Maria langsung terdiam dan berfikir. “Nona bagaimana, anda mau atau tidak?”


“Mau,” jawab Maria singkat saat dirinya sudah mencium aroma uang yang sudah berada di depan mata.

__ADS_1


“Berapa imbalan yang harus aku berikan pada nona?”


“Tidak perlu banyak-banyak, sehari cukup seratus juta dan aku yakin tuan tidak akan keberatan, karena uang seratus juta bagi tuan seperti uang seratus ribu,”


“Ya ampun apa aku meminta tolong pada orang yang salah? Ini lebih-lebih mata duitan di banding Elis,” gumam Juano dalam hati sambil menatap tak percaya pada wanita yang berada di depannya, yang begitu matre di banding mantan kekasihnya.


“Jangan bilang aku mata duitan. Karena di dunia ini tidak ada yang gratis, mati pun juga butuh uang. Kalau tuan keberatan juga tidak masalah, pintu gerbang ada di sebelah sana,” ujar Maria sambil menunjuk gerbang rumahnya kemudian beranjak dari duduknya.


“Aku tidak keberatan,” ujar Juano yang langsung menarik tangan Maria yang akan meninggalkannya. Dan Maria pun langsung tersenyum senang. “Dan mulai sekarang kamu panggil aku yang,”


“Yang kepala lu peyang begitu,” sambung Maria yang langsung tertawa kencang.


“Aku tidak bercanda,”


“Aku juga tidak bercanda. Tidak ada panggilan lain yang tidak pasaran apa?”


“Mau kamu apa?”

__ADS_1


“Jantungku, hatiku atau apalah tapi jangan mataku, takut ke tukar jadi matamu pi cek,” jawab Maria di akhiri dengan tertawa, dan Juano pun langsung mengerutkan keningnya.


Bersambung.................


__ADS_2