Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
76 Makan Orang


__ADS_3

“Hanya saja aku lapar karena belum makan siang,” sambung Maria sambil tertawa kemudian meninggalkan Mario yang sedang menggeleng gelengkan kepalanya menatap kepergian adiknya tersebut.


*


*


*


“Tuan Ano,” ucap asistennya mengikuti langkah Juano keluar dari perusahaan Mario menuju parkirkan di mana mobilnya di parkirkan. “Apa nona tadi yang sudah menolong tuan semalam?”


“Jangan di bahas lagi, aku sedang tidak ingin membahasnya.”


“Tapi bagaimana dengan nyonya besar?”


“Entah lah,” jawab Juano yang langsung masuk ke dalam mobilnya.


“Aku punya ide tuan,”


“Apa?”


“Kenapa tidak nona tadi saja yang dikenalkan kepada nyonya besar. Agar kesehatan nyonya membaik. Bukannya tuan ke Indonesia ingin menemui nyonya yang sedang sakit dan tuan sudah berjanji ingin mengenalkan kekasih tuan pada nyonya,”


“Anton diamlah jangan katakan apa pun lagi dan membuat aku tambah pusing, dan cari restoran terdekat aku ingin makan siang,” ujar Juano pada asistennya sambil memegangi keningnya.


Memang benar apa yang dikatakan oleh asistennya tersebut bahwa dirinya datang ke Indonesia bukan hanya untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan Mario. Tapi juga ingin mengunjungi sang mama yang tinggal di Indonesia yang sedang sakit. Dan Juano sudah berjanji akan mengenalkan kekasihnya kepada sang mama. Saat sang mama mendesaknya untuk mengenalkan kekasihnya. Tapi naas kekasih Juano yang tinggal di Indonesia memilih untuk mengakhiri hubungannya dan membuat Juano frustasi.


*


*

__ADS_1


*


Disini Maria sekarang berada di sebuah restoran yang jaraknya tidak jauh dari tempatnya bekerja. Dan bisa di tempuh dengan berjalan kaki menyebrangi jalan, berbeda lagi jika menggunakan kendaraan, jaraknya akan lebih jauh dan memakan waktu karena harus memutar jalan.


Setelah Maria memesan makanan Maria langsung menuju toilet untuk membersihkan tangannya terlebih dahulu. Dan setelah membersihkan tangannya Maria kembali lagi menuju mejanya, tapi langkahnya terhenti saat melihat meja miliknya sudah di isi oleh seseorang.


“Oh enak saja duduk di tempatku, apa siang ini aku harus  makan orang,” ucap kesal Maria dan melangkahkan kembali kakinya menuju meja miliknya. “Hey kau curut ini bangku milikku,” ujar Maria sambil menepuk bahu pria yang duduk di kursinya.


“Hey no...” ucapan pria tersebut berhenti saat menatap Maria.


“Oh dirimu sad boy. Minggir dari mejaku aku dulu yang menempati meja ini,”


“Enak saja aku dulu. Aku sudah duduk terlebih dulu disini. Kamu baru datang bukan?”


“Aku sudah datang sejak tadi sad boy. Minggir atau aku makan kamu,”


“Mas suruh pria ini pergi dari mejaku,” perintah Maria pada pelayanan yang membawa makanan pesanan Maria.


“Maaf tuan nona ini yang terlebih dulu datang. Tuan bisa mencari tempat lain,” ucap pelayan tersebut sambil menaruh pesanan Maria di meja tersebut.


“Apa aku harus duduk di lantai? Apa kamu tidak lihat sudah tidak ada lagi bangku kosong,” jelas Juano pasalnya restoran tersebut sudah penuh dengan pengunjung saat jam makan siang.


“Oh ya mas biarkan saja dia duduk disini bersamaku,” sambung Maria dengan tersenyum licik membuat Juano langsung mengangkat kedua alisnya menatap Maria yang sudah duduk di kursi tepat di hadapannya.


“Jangan menatapku begitu kita berbagi meja ini. Hitung-hitung tanda terima kasihku karena kamu sudah memberikan banyak uang padaku tadi pagi,”


“Hanya itu? Aku tahu ada maksud lain dari ucapanmu,”


“Bagus kalau kamu tahu. Kamu banyak uang tidak masalah bukan kalau hanya mentraktirku makan siang?”

__ADS_1


“Matre sekali kamu jadi wanita. Apa sugar daddy mu tidak cukup banyak memberimu uang?” tanya Juano membuat Maria langsung tertawa.


“Tidak,” ucap singkat Maria sambil menyantap makan siangnya.


“Kalau begitu aku akan membayarmu luma puluh juta untuk menyewamu malam ini,” ujar Juano membuat Maria langsung tersedak.


Byur


Maria langsung menyiram muka Juano dengan air minum yang berada di samping kanan tangannya.


“Kamu pikir aku wanita bayaran begitu! Aku memang mata duitan tapi tidak dengan menjual tubuhku untuk mendapatkan uang!” ucap kesal Maria yang langsung beranjak dari duduknya kemudian pergi meninggalkan Juano.


“Cih tidak menjual tubuhmu bagaimana dengan sugar daddy mu itu dasar wanita murahan,”


“Siapa tuan?” tanya Anton yang baru kembali dari toilet.


“Sekretaris Mario,”


“Nona Maria adik dari tuan Mario?”


“Maksud kamu?” tanya balik Juano penasaran.


“Aku baru tahu tuan. Ternyata nona Maria adalah adik kandung dari tuan Mario,”


“Apa!” ucap Juano terkejut kemudian beranjak dari duduknya.


Bersambung.................


 

__ADS_1


__ADS_2