Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
110 Mengikhlaskan


__ADS_3

Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Maria saat dirinya sudah tiba di depan pintu kaca ruang kerja Oza. Maria memejamkan matanya dan meyakinkan dirinya untuk mengatakan perasaan sesungguhnya pada Oza pria yang dirinya sukai.


Maria membuka kedua kelopak matanya saat dirinya sudah yakin, tangannya langsung mengetuk pintu kaca tersebut. Tapi sudah beberapa kali Maria mengetuk tidak ada jawaban dari dalam. Kemudian Maria pelan-pelan mendorong pintu tersebut dan masuk ke dalam ruangan.


Saat sudah berada di dalam ruang kerja Oza, Maria mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan, tapi dirinya tidak mendapati keberadaan Oza, kemudian Maria melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang berada di dalam ruangan tersebut, tapi lampu kamar mandi padam menandakan tidak ada orang di dalamnya.


“Apa Oza sudah pergi ke ruang rapat,”


Maria berkata dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut, dan tujuannya sekarang adalah, ruang rapat yang terdapat di lantai satu gedung tersebut.


Setelah keluar dari lift yang berada di lantai satu, Maria berjalan dengan terburu buru menuju ruang rapat.


Maria langsung mendorong pintu kaca ruang rapat dan masuk ke dalam ruangan tersebut. Dan Maria langsung mengerutkan keningnya saat di ruang rapat tidak ada satu orang pun.


“Ya ampun ke mana kamu Oza,” ucap Maria sambil mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada di ruang rapat.


“Apa ini cara Tuhan agar aku mengikhlaskan kamu bersama dengan orang lain,”


Maria berkata sambil membenturkan keningnya beberapa kali diatas meja.


“Ya Tuhan, kalau dia bukan jodohku, buatlah hatiku mengikhlaskannya,” ujar Maria yang langsung beranjak dari duduknya.


Kemudian Maria keluar dari ruang rapat dengan langkah gontai.

__ADS_1


“Woy ada apa denganmu Maria?” tanya Rina salah satu rekan kerja Maria yang berpapasan dengan Maria.


“Tidak ada, aku kira aku telat menghadiri rapat,”


“Idih bocah, apa kamu tidak di beri tahu tuan Oza kalau rapat hari ini di undur,”


“Apa!”


“Ish kenapa kamu terkejut, apa Tuan Oza tidak memberitahumu?” tanya Rina penasaran dan Maria pun langsung menggelengkan kepalanya. “Dasar bocah ruangan kamu di depan raungan Tuan Oza, apa kamu juga tidak melihat dia pergi  bersama nyonya dan satu wanita yang begitu cantik dengan pakaian syar’i? ”


“Tidak, tadi aku sedang pergi ke toilet,”


“Ya ampun, dan kamu juga tidak tahu–


“Apa?” tanya Maria memotong perkataan Rina, dan Rina pun langsung memukul bahu Maria.


“Iya maaf, lanjutkan kembali apa yang akan kamu katakan, aku akan mendengarnya,”


“Kamu tahu kepulangan tuan Oza ke Indonesia?”


“Tidak,”


“Ternyata dia ingin bertunangan dengan wanita yang sudah di pilih oleh mommy nya, beruntung sekali wanita itu, bisa mendapatkan pria tampan, baik hati, shaleh pokoknya pekat lengkap, andaikan wanita itu aku betapa bahagianya aku,” ucap Rina sambil tersenyum dan membayangkan Oza.

__ADS_1


Maria yang mendengar perkataan Rani langsung berjalan terburu buru meninggalkan Rani yang masih diam terpaku. Air mata Maria tiba-tiba jatuh tak tertahankan, entah mengapa perasaannya menjadi pilu.


“Dan ini saatnya kamu melepas perasaan kamu pada Oza Maria, terimalah takdir Tuhan, mungkin ini yang terbaik untukmu,” gumam Maria dalam hati untuk menyemangati dirinya sendiri, kemudian menghapus air matanya.


Maria yang sudah sampai meja kerjanya langsung mendudukkan tubuhnya di kursi dan menghela nafas untuk menghilangkan rada sesak di dadanya.


Dan mata Maria langsung tertuju pada paperbag yang ada di atas meja, kemudian Maria mengambil dan membukanya.


“Siapa yang mengirim ini,” ucap Maria saat sudah membuka paperbag yang berisi kopi kesukaannya dan beberapa cake favoritnya. Kemudian Maria mengambil note yang ada di dalamnya dan membukanya.


Jangan makan siang


Nanti gendut, kalau gendut kamu tambah jelek


Makan cake ini saja biar kamu terlihat manis


Tapi tetap manisan aku sih


Ondel-ondel mau diapain aja jatuhnya serem 😝😝😝😝😝


Selamat menikmati


Maria yang membaca pesan yang ada di note langsung tersenyum dan seketika rasa pilu hatinya hilang entah kemana.

__ADS_1


“Dasar loyo menyebalkan!”


Bersambung..........................


__ADS_2