Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
19 Ibu Macam Apa?


__ADS_3

 


“Lery apa yang sedang kamu lihat?” tanya teman Lery dan ikut menatap seseorang yang menjadi pusat perhatian Lery.


“Itu bukannya Brian,” sambung  teman Lery yang satunya membuat Lery langsung menaruh gelas yang berada di tangannya kemudian Lery beranjak dari duduknya dan keluar dari dalam kafe tersebut untuk menghampiri Brian.


Mata Brian dan juga Lery saling bertemu saat Lery sudah menghampiri Brian. Kemudian mata Brian menatap ke arah perut Lery.


“Ada apa?”


“Brian sayang,” ucap seorang wanita sexy sambil memeluk pinggang Brian. “Siapa dia?” tanya wanita tersebut sambil menunjuk Lery.


“Tidak tahu. Dan tidak penting,” jawab Brian yang langsung balik memeluk pinggang wanita sexy tersebut dan pergi meninggalkan Lery yang sedang menahan amarahnya.


“Sial,” ucap kesal Lery dan kembali lagi masuk ke dalam cafe.


“Lery berhenti. Ingat kamu sedang menyusui,” ucap teman Lery sambil menahan tangan Lery yang akan menenggak anggur kembali. Saat Lery sudah menghabiskan setengah botol anggur yang kadar alkoholnya lumayan tinggi.

__ADS_1


“Jangan melarangku. Kamu tidak tahu betapa sakitnya hatiku melihat Brian bersama dengan orang lain,”


“Tapi kamu sudah mempunyai suami Lery. Untuk apa kamu masih mengharapkan Brian,”


“Karena...” Lery tidak meneruskan perkataannya dan langsung menenggak minumannya lagi.


 


*


*


*


“Ya ampun Lery. Ke mana kamu. Apa kamu lupa stok asi untuk Marco sudah habis,” ucap Mario sambil menatap Marco yang sedang tertidur pulas diranjangnya. Kemudian Mario keluar dari kamar Marco dan memanggil pengasuhnya Marco untuk menjaganya.


“Sus. Benar sudah tidak ada stok asi untuk Marco?” tanya Mario sebelum pengasuh Marco masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


“Tidak ada tuan. Tadi yang tuan berikan ke baby Marco itu stok terakhir,”


“Baiklah aku ingin keluar mencari susu formula untuk Marco. Suster tolong  jaga Marco,”


“Baik tuan,” ucap pengasuh Marco dan Mario langsung turun dari lantai dua dan bertepatan dengan pintu rumah di buka oleh seseorang. Kemudian Mario langsung mengerutkan keningnya menatap seseorang yang baru masuk ke dalam rumah dengan sempoyongan dan dengan penampilan yang acak acakan.


“Apa ini yang dinamakan seorang ibu? Ibu macam apa? Pulang larut malam dan dalam keadaan mabuk berat,” tanya Mario sambil mendekat ke arah Lery yang sedang bersandar di tembok untuk menyeimbangi tubuhnya.


“Mario kamu kah itu? Kenapa kamu terlihat sangat tampan tidak seperti biasanya,” ucap melantur Lery sambil tersenyum ke arah Mario.


“Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh mommy bila tahu kamu pulang dalam keadaan mabuk berat seperti ini,”


“Sssttt,” Lery menaruh jari telunjuknya di bibirnya sendiri sambil mengedarkan pandangannya. “Jangan katakan pada mommy oke Mario yang terbaik,” ucap Lery sambil berjalan dengan sempoyongan ke arah tangga menuju kamarnya. Dan Mario langsung menahan tubuh Lery saat Lery kehilangan keseimbangannya. Kemudian Mario langsung membopong tubuh Lery.


“Mario kenapa muka kamu ada dua. Dan kamu lucu sekali kalau sedang begitu,” ucap Lery sambil tertawa tapi tidak dihiraukan oleh Mario yang langsung membawa Lery ke dalam kamarnya. Kemudian Mario menidurkan Lery di tempat tidurnya dan melepas alas kaki yang di kenakan oleh Lery tanpa mengatakan sepatah kata pun.


“Mario tunggu,” ucap Lery sambil beranjak dari tempat tidurnya kemudian memeluk tubuh Mario dari belakang saat Mario ingin meninggalkan kamarnya.

__ADS_1


*Like*Komen*Bersambung............


 


__ADS_2