Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
124 Pemaksaan


__ADS_3

Akhirnya Maria mengikuti perintah mama Dina dan duduk kembali di tempatnya semula. Tapi tatapannya terus tertuju pada Juano yang tidak sadarkan diri di lantai.


“Maria mama ada disini, jadi jangan menatap ke arah Ano, abaikan saja dia. jadi orang dikit-dikit pingsan,"


“Tapi Ano Ma,”


“biarkan saja, lanjutkan apa yang ingin kamu katakan. Mama menerima apa pun keputusanmu,”


“Baik Ma, meskipun aku belum mencintai Ano, tapi aku tetap ingin menikah dengannya, karena aku yakin cinta akan datang dengan berjalannya waktu, dan meskipun aku belum mencintainya, aku akan menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri yang baik,”


“Kamu mengatakan itu bukan karena kasihan pada Ano kan?” tanya mama Dina penuh selidik sambil menatap wajah Maria dengan intens.


“Tidak Ma,”


“Yakin?” tanya mama Dina lagi untuk meyakinkan, dan Maria pun langsung mengangguk dan beranjak dari duduknya ingin menghampiri Juano.


Tapi saat dirinya sudah membalik tubuhnya Juano sudah berdiri di hadapannya sambil tersenyum.


“Ano,” ucap Maria tapi tidak di hiraukan oleh Juano yang langsung memeluk tubuh Maria dengan erat.


“Terima kasih, hanya itu yang bisa aku katakan saat ini,”


Dan Juano terus memeluk tubuh Maria dengan penuh kebahagiaan dan enggan melepas pelukannya.


Plak!


Mama Dina memukul lengan Juano dengan kencang.


“Ma, jangan mengganggu, mama keluar saja,”


“Dasar anak kurang ajar,” sambung mama Dina beralih menarik telinga Juano.


“Aww Ma sakit, Mama ada dendam apa denganku,”

__ADS_1


“Dendam gundulmu, lihat kamu membuat menantu kesayangan mama kehabisan nafas, jika terus memeluknya seperti itu."


“Maaf Ma,” Juano langsung melepas pelukannya dan beralih meraup wajah Maria. “Awww sakit!” teriak Juano saat Maria sengaja menginjak kakinya dengan kencan.


“Terus sayang, jangan kasih ampun. Sudah membuat mama panik karena tiba-tiba pingsan sekarang bikin kesal.”


“ Maaf Ma,”


*


*


*


Senyum kebahagiaan terus terpancar dari kedua sudut bibir Juano, saat dirinya berpindah duduk bersama Maria di kursi belakang mobilnya yang di kendarai oleh Anton sang asisten, saat baru saja mengantar mana Dina ke rumahnya setelah kepulangan ketiganya dari rumah sakit.


“Tidurlah jika kamu mengantuk Maria,” ujar Juano memecah ke canggungan di antara keduanya.


“Aku tidak mengantuk, aku hanya kelelahan karena semalam pulang larut dari butik,”


“Tidurkan kepalamu di sini,”


“Jangan gila, aku tidak mau,”


“Biar cintamu cepat tumbuh untukku,”


Maria menoleh dengan muka sinis ke arah Juano setelah mendengar perkataannya.


“Kamu itu sangat cantik jika seperti itu,”


“Pret, aku tidak mempan dapat rayuan garing darimu,”


“Eits jangan salah, yang garing itu lebih enak, krupuk saja kalau tidak garing tidak enak kan?”

__ADS_1


“Itu beda, dasar loyo. Dan satu lagi, mana bisa dengan aku tidur di pangkuanmu bisa menumbuhkan rasa cinta, jangan mangada ada,”


“Kamu coba saja dulu,” ujar Juano kemudian menarik tangan Maria dan memaksanya untuk tidur di pangkuannya.


“Ano ini pemaksaan namanya!”


“Cinta itu berawal dari pemaksaan,”


Plak!


Maria memukul lengan Juano dengan kencang.


“Ajaran dari mana?”


“Dariku,”


“Dasar loyo gila!”


“Jangan banyak bicara aku mengantuk,” ucap Juano dan pura-pura memejamkan matanya, saat Maria tidak mengangkat kepalanya dan dengan nyaman berada dari pangkuannya.


“Ano,” panggil Maria tapi tidak ada tanggapan dari Juano yang terus memejamkan matanya. “Baguslah kalau kamu sudah tidur,”


Karena tidak ada tanggapan dari Juano, lalu Maria mengambil ponsel dan memainkannya.  Saat merasa kepalanya merosot akhirnya Maria menaikkan kepalanya hingga pangkal paha Juano.


“Ya Tuhan, jangan sekarang berdirinya adik kecil,” gumam Juano saat adik kecilnya mulai menggeliat di bawah sana ketika kepala Maria tidak bisa diam di pangkuannya.


“Ini apa kenapa jadi keras begini,” ujar Maria sambil mengerutkan keningnya saat di belakang lehernya ada sesuatu yang keras, kemudian Maria beranjak dari pangkuan Juano, lalu memegang benda keras tersebut merasa penasaran.


“Oh no Maria!”


“Ano!”


Bersambung.................

__ADS_1


 


__ADS_2