Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
80 Keramat


__ADS_3

Akhir pekan adalah hari yang paling ditunggu seluruh karyawan, termasuk juga dengan Maria karena di akhir pekan dirinya bisa bebas ingin melakukan apa pun termasuk bangun di siang hari yang hanya bisa dirinya lakukan di akhir pekan.


Seperti sekarang ini, jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul sepuluh pagi dan dirinya masih bermimpi indah di bawah selimut yang menutupi tubuhnya. Tidak menyadari sedari tadi mbok Jum sudah mengetuk pintu kamarnya berulang kali tapi tidak ada tanda-tanda Maria akan terbangun.


“Maaf tuan sepertinya nona masih terlelap,” ujar mbok Jum untuk ke sekian kalinya pada Juano yang sudah menunggu Maria di ruang tamu dari satu jam lalu. Saat Maria sudah berjanji jika hari ini dirinya akan menemui mama dari Juano dan memperkenalkan diri sebagai kekasih Juano agar kesehatannya membaik.


“Biarkan saja mbok aku akan menunggunya hingga dia terbangun,” ucap Juano dan tatapannya langsung tertuju pada pintu kamar Maria yang terbuka dan memperlihatkan Maria keluar dari kamarnya dengan rambut yang acak acakan sambil menggeliat dan juga menguap, dan Maria tidak menyadari jika ada orang lain di rumahnya. Membuat Juano langsung memalingkan pandangannya saat melihat pakaian yang Maria kenakan. Ketika Maria hanya menggunakan hot pant minim yang memperlihatkan paha mulus nya, dan juga tanktop tanpa pembungkus gunung kembar Maria di dalamnya.


“Mbok aku lapar mbok Jum sudah masak apa?” tanya Maria yang langsung menuju ke dapur menghampiri mbok Jum yang memang sedang berada di dapur, tanpa melihat ke arah ruang tamu yang jaraknya tidak jauh dari dapur.


“Nona...”


“Baiklah apa pun yang mbok Jum masak pasti enak,” ujar Maria memotong perkataan mbok Jum, kemudian Maria menuju lemari pendingin untuk mengambil air minum. “Ano,” ucap Maria saat akan meminum air putih dingin yang berada di tangannya, ketika dirinya baru menyadari ada Juano di ruang tamunya. Kemudian Maria langsung menatap pakaian yang dikenakannya, dan berlari menuju kamarnya kembali.


“Gila, enak saja dia melihat tubuhku yang sexy begini dengan gratis. Ini tidak bisa dibiarkan, dia harus mengganti rugi,” ujar Maria yang langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setengah jam berlalu Maria keluar lagi dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi dan langsung menuju ruang tamu untuk bertemu Juano. Tapi Maria tidak menemukan Juano di ruang tamu tersebut.


“Tuan Ano ada di teras,” ujar mbok Jum tahu apa yang sedang di cari Maria.


“Baiklah,” sambung Maria yang langsung keluar rumah untuk menemui Juano.


Maria yang sudah berada di teras rumahnya langsung berteriak saat melihat Juano sedang memegang bunga kesayangannya.


“Jangan pernah menyentuh bunga milikku,” ujar Maria sambil menarik tangan Juano untuk menjauh dari bunga miliknya.


“Maaf,”

__ADS_1


“Tidak ada maaf untukmu, karena kamu sudah berani menyentuh bunga milikku yang masih virgin, dan kamu harus bertanggung jawab,”


“Iya aku, akan bertanggung jawab,”


“Bagus,”


“Tapi sebelum itu. Kamu juga harus bertanggung jawab,”


“Untuk apa?”


“Apa kamu lupa, kamu berjanji jam sembilan kamu sudah siap aku jemput. Tapi nyatanya?”


“Maaf,” jawab Maria sambil tersenyum.


“Mama sudah menunggu kita, jangan sampai dia menunggu lebih lama lagi,”


“Tapi aku belum makan perutku lapar,”


*


*


*


“Ano,” ucap Maria memecahkan keheningan di dalam mobil, saat perjalanan menuju rumah Juano sudah setengah perjalanan.


“Ada apa? Kamu lapar? Di jok mobil belakang ada coklat kamu makan dulu,” sahut Juano dan terus fokus mengendarai mobilnya.

__ADS_1


“Ish bukan itu,”


“Terus?”


“Aku deg degan, ingin bertemu mama kamu,”


“Tanang saja mama orangnya sangat baik,”


“Terus aku harus memanggil mama kamu dengan sebutan apa? Tante, emak, mamake atau mama seperti kamu memanggilnya,”


“Terserah padamu,”


“Baiklah kalau begitu mamake,” ujar Maria membuat Juano langsung menghentikan laju mobilnya. “Ada apa?”


“Yang benar saja,”


“Kamu bilang terserah kan?”


“Iya tapi bukan begitu juga. Aku sudah menuruti kamu untuk tidak memakai panggilan sayang cukup aku dan kamu, masa sekarang kamu mau memanggil mama dengan sebutan mamake. Panggil saja mama sama seperti aku,”


“Makanya jangan gunakan kata terserah, itu kata keramat yang tidak di sukai wanita. Jadi pria tidak peka sekali,”


“Iya maaf,” ujar Juano yang langsung melajukan mobilnya kembali.


“Oh iya kamu sudah berapa lama pacaran dengan mantan kekasih kamu?” tanya Maria penasaran.


“jangan banyak bertanya, aku tidak suka!" ucap kesal Juano membuat Maria langsung menatap sinis pria di sampingnya yang sedang mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


"Kalau bukan demi uang, aku tidak akan pernah menjadi kekasihmu meskipun hanya bohongan dasar sad boy, yang sok cool. tidak cocok tahu," gumam Maria dan langsung terkejut saat tiba-tiba Juano menghentikan mobilnya kembali.


Bersambung.................


__ADS_2