Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
33 Semangat


__ADS_3

“Camel,” ucap Lery sambil mengangkat kepalanya menatap seseorang yang menepuk bahunya.


“Ada apa denganmu? Dan kenapa kamu berada di sini?”


“Mario,” jawab Lery yang langsung menangis sambil memeluk sahabatnya tersebut.


“Jangan seperti ini. Banyak pasang mata yang menatapmu,” ujar Camel yang langsung membantu Lery beranjak dari duduknya dan keluar dari bandara.


*


*


*


Disini Lery berada, di kamar hotel Camel dan terus menangis. Camel yang melihat sahabatnya tersebut hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya. Pasalnya selama bersahabat dengan Lery dirinya tidak pernah melihat Lery sefrustrasi sekarang.


“Minumlah dulu agar kamu tenang,” ucap Camel sambil menyodorkan segelas air putih ke hadapan Lery dan Lery langsung mengambilnya dan meminumnya. “Apa kamu tidak lelah dari tadi menangis tidak henti. Ceritakan apa yang terjadi, agar aku bisa membantumu,”


“Mario,”


“Dari tadi hanya itu yang kamu katakan. Mario kenapa?”


“Mario pergi meninggalkan aku dan juga Marco,”


“Apa aku tidak salah dengar?”


“Tidak. Semalam kita bertengkar karena salah paham,” jawab Lery kemudian Lery menceritakan semuanya kepada Camel apa yang sebenarnya terjadi. Setelah Lery menceritakan semuanya Camel langsung memeluk Lery yang duduk di pinggiran ranjang.


“Itulah perlunya komunikasi dalam sebuah hubungan. Agar tidak terjadi kesalah pahaman seperti ini,”


“Aku harus bagaimana?” tanya  Lery sambil melepas pelukan Camel.

__ADS_1


“Kamu terus hubungi dia dan kamu harus mengatakan nyang sejujurnya pada dia,”


“Tapi ponsel dia mati,”


“Kamu pernah cerita padaku. Kamu pernah berkunjung ke rumah milik Mario di London karena di ajak kembaran kamu?” tanya Camel membuat Lery langsung mengangguk. “Kamu susul saja dia ke London. Tidak ada salahnya bukan? Kalau kamu memang benar-benar cinta kamu akan melakukan apa pun untuk mempertahankan orang yang kamu cintai kembali padamu,” saran Camel membuat Lery langsung menghapus air matanya.


“Kalau kamu butuh bantuan aku akan membantumu. Karena aku tahu Mario pria yang sangat baik,”


“Iya aku baru sadar, Mario pria yang baik dan bodohnya aku pernah menyia nyiakan dia,”


“Dan ini saatnya kamu tunjukkan padanya kalau kamu sangat mencintainya,”


“Terima kasih atas saranmu Camel,” sambung Lery sambil beranjak dari duduknya.


“Mau ke mana kamu?”


“Aku akan bersiap dan besok aku akan menyusul Mario,”


“Terima kasih,” ucap Lery yang langsung keluar dari kamar hotel.


“Dan bagaimana dengan kamu Camel?” tanya Camel pada dirinya sendiri setelah kepergian Lery. “Tentu saja aku juga akan memperjuangkan apa yang harus aku perjuangkan,” jawabnya sendiri sambil tersenyum. “Ya ampun aku sampai lupa,” ucap Camel sambil menepuk jidatnya saat dirinya lupa kalau tadi ke bandara ingin mengambil barang yang di sita oleh pihak bea cukai.


 


*


*


*


Dan benar saja keesokan harinya Lery memutuskan untuk melakukan penerbangan ke London. Saat dirinya masih belum bisa menghubungi Mario.

__ADS_1


Lery menghembuskan nafasnya sambil menarik koper miliknya masuk ke dalam bandara.


“Tidak ada usaha yang menghianati hasil meskipun kita harus bersabar semangat Lery,” gumam Lery untuk menyemangati dirinya sendiri.


*


*


*


Setelah melakukan penerbangan selama kurang lebih tujuh belas jam. Dengan satu kali transit sampailah Lery di London negara yang tidak asing baginya karena dirinya sering datang ke London negara kedua bagi keluarganya. Apa lagi sekarang adiknya sudah menetap di London untuk meneruskan perusahaan milik sang daddy dan juga grandpanya.


Butuh waktu kurang lebih empat puluh menit dari bandara menuju perumahan sederhana rumah Mario di London menggunakan taxi.


Dan di sinilah Lery berada di depan pintu rumah klasik di perumahan sederhana. Beberapa kali dirinya mengetuk pintu sebelum pintu itu dibuka oleh seorang wanita tua yang berjalan sambil memegang tongkat di tangan kanannya, kemudian tersenyum manis ke arah Lery yang juga membalas senyuman wanita tersebut.


“Nona sedang mencari siapa?” tanya wanita tua tersebut.


“Mario grandma,”


“Mario siapa dia?” tanya balik wanita tua tersebut membuat Lery langsung mengerutkan dahinya.


like


komen


Dan Bersambung............


 


 

__ADS_1


__ADS_2