
“Ya ampun ada apa dengan mobil ini, apa kakak ipar tidak pernah membawanya ke bengkel. Mana jalanan sudah sepi,” ujar Maria saat mobil yang dikendarai tiba-tiba mati di tengah jalan. Ketika dirinya memutuskan untuk pulang ke rumah menggunakan mobil kakak iparnya meskipun Lery sudah menyuruhnya untuk menginap.
Kemudian Maria langsung turun dari mobil, untuk mengecek apa yang terjadi dengan mobil yang dikendarainya.
“Ya ampun kenapa bisa pecah ban. Ini sudah Larut malam mana ada bengkel yang masih beroperasi di jam segini,” ujar Maria saat mengetahui mobil yang di kendarainya pecah ban. Kemudian dirinya langsung mengambil tas miliknya dan mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya untuk memesan taksi online.
Hampir setengah jam taksi online yang di pesannya tidak kunjung datang. Dan Maria yang sedari tadi berdiri di samping mobil memutuskan untuk menyebrang jalan saat di seberang jalan tidak jauh dari tempatnya berada, ada halte bis yang sudah sunyi tanpa ada satu orang pun saat jam di ponsel Maria menunjukkan pukul satu dini hari.
__ADS_1
Ssssttt
“Tidak!” teriak Maria sambil menatap sebuah mobil yang melaju kencang mendekatinya saat dirinya akan menyeberang jalan. Dan dengan seketika mobil BMW mewah keluaran baru yang di produksi tidak kurang dari seratus unit di dunia tersebut mengerem mendadak dan berhenti kurang lebih satu jengkal tangan tepat di hadapan Maria. Membuat Maria langsung menghembuskan nafasnya lega sambil memukul bagian depan mobil tersebut dan berjalan ke sebelah kanan mobil tersebut.
“Turun kau. Kamu kira jalanan ini milik nenek moyangmu. Dengan seenak jidat main kebut kebutan. Turun tidak!” ucap kesal Maria sambil mengetuk kaca mobil sebelah kanan. Tapi tidak ada tanggapan dari empunya mobil. “Turun tidak!” teriak Maria lagi dan mengetuk kaca mobil tersebut dengan ponsel miliknya yang berada di tangannya dengan kencang. Dan tak berselang lama pintu mobil tersebut di buka oleh seseorang yang langsung keluar dari dalam mobil. Membuat Maria langsung mengerutkan keningnya menatap seorang pria tampan dengan postur tubuh proposional, yang baru saja turun dari mobilnya sambil memegangi kepalanya.
“Kamulah itu baby? Kenapa kamu berada di sini? Kamu bilang ingin memutuskan hubungan denganku. Apa kamu berubah pikiran baby?” tanya pria tersebut sambil menyandarkan tubuhnya pada mobil membuat Maria langsung mengerutkan keningnya menatap pria tersebut yang sedang mabuk berat. “Kamu tahu baby bagaimana perasaanku saat kamu bilang kita sudahi saja hubungan kita. Serasa dunia ini hancur seketika baby,” ujar pria tersebut dan mendekat ke arah Maria dengan tubuh sempoyongan. kemudian Maria langsung menahan tubuh pria tersebut, saat tiba-tiba pria tersebut tidak sadarkan diri dan bertepatan dengan taksi online pesanan Maria tiba.
__ADS_1
“Pak tolong bawa pria ini masuk ke dalam mobil,” ujar Maria dan dengan segera pengemudi taksi online tersebut menidurkan pria tersebut yang sudah tidak sadarkan diri di jok belakang mobilnya. “Terima kasih pak. Dan maaf aku tidak jadi pesan taksi online bapak. Dan ini uang ganti ruginya,” ujar Maria lagi sambil memberikan dua lembar uang seratus ribu pada pengemudi taksi online, kemudian masuk ke dalam mobil milik pria yang sama sekali tidak dirinya kenal.
Maria langsung menghembuskan nafasnya kasar sambil memegang setir pengemudi mobil tersebut.
“Kamu pasti bisa Maria, namanya mobil sama saja cara mengemudikannya,” gumam Maria dalam hati karena dirinya belum pernah mengemudikan mobil mewah. Dan langsung menyalakan mobil tersebut dan menjalankannya. “Benar sama saja,” ucap Maria sambil tersenyum ketika dirinya sudah bisa menguasai mobil yang di kendarainya. Kemudian Maria menghentikan mobil yang di kendarainya dan menoleh ke jok belakang untuk melihat pria tampan yang sudah tidak sadarkan diri.
“Dasar pria lembek di putusin perempuan segitunya amat. Hay masih banyak perempuan di dunia ini tidak akan kehabisan stok,” ucap Maria sambil menggeleng gelengkan kepalanya menatap pria tersebut. “Terus harus aku bawa ke mana ini orang. Apa aku tinggal saja di jalanan, lumayan aku dapat mobil bagus. Oke juga cus Maria,” ucap Maria pada dirinya sendiri sambil tersenyum.
__ADS_1
Bersambung.................