Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
107 Bermimpi


__ADS_3

Maria yang tiba-tiba di peluk oleh Juano merasakan detak jantungnya berdetak tidak seirama begitu pun dengan Juano, kemudian Juano melepas pelukannya dan beranjak dari duduknya saat lagi, lagi dan lagi adik kecilnya mulai menggeliat.


“Maaf, tadi itu hanya contoh,” ujar Juano sambil beranjak dari tempatnya.


Dan Maria yang melihat Juano berdiri tanpa mengeluh sakit langsung mengerutkan keningnya.


“Apa kamu sedang mengerjaiku loyo!” teriak Maria sambil mendorong tubuh Juano dengan kencang saat menyadari Juano sedang mengerjainya.


Bugh!


Juano jatuh ke lantai dan keningnya mengenai sudut meja tamu hingga berdarah, membuat Maria langsung panik saat melihat darah yang keluar dari kening Juano tidaklah sedikit.


“Ano maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja. Eh tadinya sih memang sengaja. Lagian kamu pagi-pagi sudah bikin emosi,” ujar Maria yang duduk tepat di hadapan Juano ketika dirinya sedang mengobati luka di kening Juano.


“Iya aku maafkan, tapi ini termasuk kekerasan rumah tangga loh,”


“Rumah tangga, menikah juga belum,”


“Apa kita percepatan saja pernikahan kita,” Maria yang mendengar perkataan Juano langsung melotot ke arah Juano.


“Dasar loyo gila. Siapa juga yang mau menikah dengan kamu,”


“Kemarin kamu mengiyakan kalau kita akan menikah,”


“Kan itu akting Ano loyo, sudahlah jangan di bahas lagi, lagian mama Dina sudah sembuh jadi kita sudahi saja sandiwara kita,”

__ADS_1


“Kalau aku tidak mau,”


Maria yang mendengar perkataan Juano langsung menatap Juano kemudian beranjak dari duduknya setelah selesai mengobati luka di kening Juano.


“Jangan bercanda tidak lucu, dasar loyo,” ucap Maria sambil menepuk jidatnya. “Ya ampun aku lupa, Oza,”


Kemudian Maria berlari menuju keluar rumah saat dirinya baru menyadari jika Oza sedang menunggu di luar.


“Aku tidak bercanda Maria, aku baru menyadari jika kamu wanita yang spesial dan aku tidak rela jika kamu bersama dengan orang lain, karena kamu hanya untukku, mungkin ini gila karena aku belum lama putus dari Elis, tapi setelah aku mengenalmu, sedikit pun aku tidak lagi merasakan sakit hati, yang ada aku sangat bahagia bisa berada di sampingmu,” ucap Juano sambil tersenyum kemudian mengikutinya Maria keluar rumah.


Maria menggerutu tidak jelas saat mengetahui Oza tidak ada lagi di halaman rumahnya, mobil nya pun juga tidak ada.


Dan Maria yang melihat Juano keluar dari dalam rumah langsung berjalan menghampirinya dengan muka yang di tekuk.


“Ini semua gara-gara kamu, akhirnya Oza meninggalkanku,”


“Apanya yang bagus, harusnya kalau kamu sahabatku mendukung aku agar bisa dekat dengan pria yang aku cintai, siapa tahu dia bisa suka padamu,”


Juano yang mendengar perkataan Maria langsung menoyor kepala Maria.


“Apaan sih?” tanya Maria sambil menatap kesal ke arah Juano yang menoyor kepalanya.


“Harusnya kamu bercermin, mana mau dia dengan wanita sepertimu,”


“Belum tentu juga, siapa tahu dia juga menyukaiku, iya kan?”

__ADS_1


“Jangan bermimpi terlalu jauh,”


“Tidak masalah, siapa tahu dari mimpi berubah jadi kenyataan iya kan?”


“Tidak akan. Percaya padaku,” jawab Juano yang langsung menarik tangan Maria menuju di mana mobilnya terparkir.


“Aku mau naik mobil sendiri,”


“Aku akan mengantarmu,”


“Baiklah kebetulan aku sedang malas membawa mobil, tapi uangku jangan di potong, karena kamu akan jadi sopirku,”


“Siap bu bos,” sahut Juano yang langsung membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Maria untuk masuk.


Sudah hampir setengah perjalanan Juano maupun Maria tidak ada yang berbicara karena keduanya sibuk dalam pikirannya masing-masing.


Maria berpikir bahwa Oza melihat dirinya di peluk oleh Juano, sehingga Oza pergi meninggalkannya.


“Ya Tuhan kalau itu benar.... Ach mam pus aku,” gumam Maria dalam hati dengan perasaan was-was takut apa yang dirinya pikirkan benar apanya.


Sementara itu Juano yang sedang menyetir mobilnya sesekali melirik ke arah Maria. Karena dirinya yakin Oza memiliki perasaan pada Maria. Dan sebisa mungkin dirinya harus bisa membuat Maria tidak menyadari itu, meskipun itu salah. Tapi ini jalan satu satunya agar dirinya bisa mengambil hati Maria.


“Ano,”


Bersambung.................

__ADS_1


 


__ADS_2