Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
TAMAT


__ADS_3

Dua bulan kemudian


Mama Dina menghala nafasnya lalu menggelengkan kepalanya ketika menatap jam dinding yang ada di ruang makan, menunjukkan pukul delapan pagi, pasalnya jam tujuh tadi Maria yang sudah selesai menyiapkan sarapan untuk sang suami, berpamitan ingin memanggil Juano sarapan bersama, tapi sampai saat ini keduanya belum juga keluar dari dalam kamar.


“Maklum pengantin baru, tapi tidak setiap hari juga kali, pagi malam di gempur terus,” ucap mana Dina, lalu beranjak dari duduknya, dan berjalan menuju kamar sang anak, pasalnya pukul sepuluh pagi keduanya akan melakukan perjalanan bulan madu ke Eropa.


Mama Dina menautkan kedua alisnya saat sudah di depan pintu kamar Juano yang tidak di tutup rapat.


“Dasar teledor, pintu tidak di tutup begini,” ucap mama Dina dan telinganya menangkap suara sang anak yang begitu panik dari dalam, lalu mama Dina segera masuk ke dalam kamar.


Wek wek wek


Maria terus memuntahkan isi perutnya, membuat Juano begitu panik, ketika sedang membantu sang istri dengan memijit belakang lehernya.


“Sayang ada apa dengan Maria?” tanya mana Dina yang sekarang sudah masuk ke dalam kamar mandi.


“Entah Ma, dari tadi muntah-muntah terus, padahal aku nyolok juga belum,”


Mendengar perkataan sang putra, mama Dina langsung menoyor kepalanya, lalu menyuruh sang putra menyingkir.


“Sayang, sebaiknya kita pergi ke dokter,”


“Tidak usah Ma, mungkin aku hanya masuk angin,” tolak Maria setelah mengeluarkan seluruh isi perutnya. Tapi baru saja dirinya ingin keluar dari kamar mandi, Maria merasakan mual kembali.


“Jangan menolak lagi, dan tunda bulan madu kalian,” tegas mama Dina saat dirinya merasa yakin dengan prasangkanya.


*


*


*


Juano memeluk erat sang istri dan terus memberikan ciuman di seluruh wajahnya. Tiada hari yang begitu menggembirakan baginya selain hari ini, saat dirinya tahu jika Maria sedang mengandung buah cintanya, ketika mama Dina memaksa Maria untuk ke rumah sakit.


“Sayang terima kasih,” ucap Juano lalu mencium bibir sang istri.


“Dasar anak tidak tahu malu,” mama Dina berkata sambil menarik rambut sang putra untuk melepas tautan bibirnya, saat ketiganya sedang duduk tepat di hadapan dokter kandungan yang baru saja memeriksa Maria.

__ADS_1


“Sakit Ma, dan maaf dok, aku terlalu bahagia,”


“Iya tidak masalah Tuan,” ucap dokter tersenyum dan tersenyum ramah.


Setelah hampir setengah jam dokter menjelaskan, akhirnya ketiganya keluar dari ruangan tersebut, dan Juano terus memeluk sang istri.


“Itu juga cucu mama, lepaskan tanganmu,” ujar mama sambil memukul lengan Juano.


“Tapi ini anak aku Ma,”


“Kata siapa ini anakku,” sambung Maria sambil mengelus perutnya dengan penuh kebahagiaan.


“Tapi kalau aku tidak mencolok tidak mungkin kamu hamil sayang,”


“Mulut di jaga,” sambung mama Dina yang sekarang beralih memeluk sang menantu dan memberikan ciuman hangat di kening maria. “Terima kasih sayang akhirnya mama akan segera memiliki cucu,”


“Cucu?” tanya seseorang yang baru saja keluar dari ruangan yang bersebelahan dengan dokter kandungan Maria. Membuat Maria, Juano dan mama Dina langsung membalik tubuhnya untuk menatap ke arah suara.


“Mario, kakak ipar?” tanya Maria sambil mengerutkan kedua alisnya.


“Kenapa, tadi aku dengar kalian bicara masalah cucu apa kamu sedang mengandung?” tanya Mario penasaran dan Maria langsung mengangguk sambil tersenyum. “Benarkah? Selamat adikku sayang,” ucap Mario lalu memeluk sang adik.


“Tentu saja sedang memeriksa kandungan kakak iparmu,”


“Apa!” ucap Juano dan juga Maria bersamaan.


“Kenapa kalian terkejut, itu tandanya bibitku super, iya kan sayang,” ujar Mario lalu memeluk pinggang sang istri, kemudian berpamitan kepada ke tiganya. “Sayang kenapa kamu cemberut?” tanya Mario pada sang istri yang terus cemberut.


“Setelah ini aku tidak ingin hamil lagi,”


“Di tusuk mau?”


“Ya mau lah,”


“Kalau begitu, ya siap untuk hamil lagi,”


“Mario!!!!!"

__ADS_1


 


                            TAMAT


 


 


 


AKHIRNYA TAMAT JUGA, TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MENGIKUTI NOVEL RECEH INI HINGGA AKHIR.


MAAF SEKALI KARENA MASIH BANYAK TYPO, DAN YANG LAINNYA.


TERIMA KASIH SEKALI LAGI UNTUK KALIAN SEMUA YANG SUDAH MENDUKUNG NOVEL INI, DENGAN LIKE, KOMEN, HADIAH DAN VOTE.


Dan seperti biasa, aku akan bagi-bagi giveaway sebagai tanda terima kasihku pada kalian.


Untuk tiga rangking umum teratas, dan juga untuk lima komentar yang terpilih. Dengan syarat tinggalkan komen kalian di bab terakhir ini, oke sayang.


Hadiah untuk rangking umum


1.75.000


2.50.000


3.25.000


4.5 komentar terpilih @10.000


Dan aku akan kirim sesuai keinginan kalian para pemenang berupa pulsa, saldo Shopee pay, Dana, go pay, ovo.


Dan pemenang aku umumkan besok ya sayang.


 


SALAM SAYANG, CINTA, KASIH DARIKU UNTUK KALIAN SEMUA, TANPA KALIAN APALAH AKU. PEYUK JAUH 😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


 


 


__ADS_2