Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
139 Gembel


__ADS_3

Lery terus menatap kesal ke arah Mario selepas kepergian Leno dan juga sang istri.


Mario yang mengetahui istrinya sedang marah karena perkataannya, terus tersenyum dan berjalan mendekati Lery yang sedang duduk di atas ranjang dengan selang infus yang masih terpasang di lengan kirinya.


“Istriku sayang, tadi aku hanya bercanda,”


“Kalau itu benar juga tidak masalah, dan siap-siap aku lempar kamu ke jalanan dan jadi gembel!”


Mendengar perkataan sang istri, Mario naik ke atas ranjang perawatan Lery dan merebahkan tumbuhnya di samping Lery yang masih berada di tempatnya.


“Kamu tega sekali sayang, tidak mungkin aku akan jajan di luar bila yang ada di rumah lebih enak dan juga nikmat,” ujar Mario lalu memeluk pinggang sang istri.


“Berarti kamu–


“Tentu saja tidak pernah, aku kan pria meskipun tidak pernah jajan tentu saja tahu mereka sudah di tusuk berbagai macam pisang, tentu saja sudah longgar,”


“Apa kamu menyindirku?”


Mendengar perkataan Lery Mario kemudian melepas pukulannya lalu beranjak dari tidurnya dan beralih meraup wajah sang istri.


“Kenapa kamu bertanya seperti itu? Tentu saja beda, karena milikmu tetap saja rapet, aku rasa milik Brian hanya sebesar pisang lampung, sungguh malang dia, berbeda dengan milikku,” ucap Mario dengan bangganya.


“Aku tidak suka kamu menyebut namanya,”


“Maaf sayang, aku tidak sengaja,”


Mario yang masih meraup wajah sang istri, beralih mencium singkat bibir Lery.


“Dan sekarang jangan berpikir aku akan jajan, oke, karena aku hanya bercanda,”

__ADS_1


“Bercanda kamu tidak asyik,” ujar Lery sambil mendorong wajah Mario yang sekarang menempelkan keningnya di kening Lery.


“Iya maaf sayang, dan sekarang sudah waktunya makan malam. Kamu makan dulu, agar tripel M mendapat asi yang cukup,”


“Tapi aku ingin buang air kecil, kamu panggilkan perawatan,”


“Untuk apa?”


“Tentu saja, untuk membantuku ke kamar mandi,”


“Kan ada aku sayang,”


“Tapi apa kamu tidak jijik melihat banyak darah?”


“Tidak, kamu begini juga karena pedangku kan? Dan serahkan semuanya pada suamimu ini yang serba bisa,” ucap Mario dengan bangganya dan langsung turun dari ranjang lalu mengambil botol infus dan meletakkan di kedua paha sang istri kemudian membopongnya menuju ke arah kamar mandi.


Mario dengan telaten menyuapi sang istri menghabiskan makan malam.


“Hem,”


“Kenapa si kembar belum juga terjaga apa mereka tidak lapar?”


“Tadi perawatan sudah memberikan susu, saat kamu sedang tertidur,”


“Setelah ini aku ingin menggendong ketiganya,”


“Memang tangan kamu ada berapa mau sok sokan menggendong ketiganya,”


Mendengar ucapan Mario, Lery langsung menjewer telinga sang suami.

__ADS_1


“Sayang sakit,”


“Makanya kalau bicara itu yang benar, apa kamu tidak lihat tanganku ada dua. Maksudku aku ingin menggendong mereka bergantian, dasar dodol!”


“Enak dong kenyal-kenyal seperti boba milikmu,”


“Mario ingat!”


“Iya aku harus puasa dua minggu,”


“Dua bulan iya,”


“Oh no tidak!”


Lery dengan telaten mengarahkan bayi kembarnya yang ketiga untuk meminum asi langsung dari pu ting nya.


“Boy, bukan begitu. Apa mau papa ajarkan untukmu bagaimana cara yang benar?” ujar Mario merasa geregetan saat melihat putranya yang belum juga bisa meminum asi dari sumbernya.


“Mario diamlah! Aku tambah jadi tiga bulan!”


Mendengar perintah sang istri, Mario langsung diam dan tidak mengatakan apa pun lagi. Dan tidak berselang lama pintu ruang perawat Lery di buka oleh seseorang dari luar.


Dan Mario maupun Lery langsung menatap ke arah pintu.


Bersambung.................


Jangan bilang sedikit, memang ini sedikit 🤣🤣🤣🤣🤣


So aku mau sarapan dulu, laper, tapi siang up lagi tenang saja.

__ADS_1


Tapi jangan lupa itu jempol kalian tekan like, komen, vote, hadiah wkwkwk bay


aku mau cium kalian 😘😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2