
Bab ini khusus yang sudah menikah yang belum menikah skip saja Terima kasih🙏🙏🙏
 *
*
*
*
Lery terus saja memeluk tubuh Mario sambil menangis saat keduanya sudah berada di atas tempat tidur dan Mario membiarkan Lery untuk menangis sambil menepuk nepuk punggung Lery untuk menguatkannya. Setelah sekian lama Lery menangis Mario langsung melepas pelukan Lery beralih meraup wajah Lery dan menghapus air matanya.
“Hentikan tangismu, sekarang istirahatlah,” ucap Mario setelah Lery mulai tenang dan menghentikan tangisnya.
“Bantu aku melupakan Brian. Aku ingin melupakan dia Mario. Tapi kenapa begitu susah untuk aku melupakannya,”
“Aku akan membantumu melupakannya,”
__ADS_1
“Terima kasih Mario,” ucap Lery yang langsung memeluk tubuh Mario dan Mario balik memeluk tubuh Lery untuk persekian detik sebelum Mario melepaskan pelukannya beralih menidurkan Lery dan menyelimuti tubuh Lery.
“Istirahatlah biar aku saja yang menemani Marco,” ucap Mario yang langsung beranjak dari tempat tidur Lery.
“Tolong temani aku malam ini Mario,” sambung Lery sambil menahan tangan Mario yang akan meninggalkannya.
“Tapi...”
“Aku mohon Mario,” ucap Lery memotong perkataan Mario dan Mario langsung naik ke atas tempat tidur kembali dan merebahkan tubuhnya di samping Lery di ranjang yang sama untuk pertama kalinya setelah dirinya menikah dengan Lery.
Mario langsung memejamkan matanya tapi tidak dengan Lery yang sekarang memiringkan tubuhnya untuk menghadap ke arah Mario sambil mengamati setiap jengkal wajah Mario. Kemudian Lery mendekat ke arah Mario dan memeluknya.
“Ta...”
“Aku mohon Mario,” ucap Lery memotong perkataan Mario sambil membuka kancing kemeja yang Mario kenakan. Tapi tangan Mario langsung menghentikan tangan Lery yang akan membuka ikat pinggang Mario.
“Apa kamu yakin akan melakukan ini?” tanya Mario tapi tidak di jawab oleh Lery yang langsung naik ke atas tubuh Mario dan langsung mencium bibir Mario. Dan Mario langsung balik mencium bibir Lery dan mel*matnya saat dirinya juga menginginkan hal sama.
__ADS_1
“Mario,” ucap Lery dengan nafas yang tersengal sambil melepas tautan bibirnya saat dirinya mulai kehabisan nafas saat Mario dengan rakus mel*mat bibirnya.
“Maaf,” sambung Mario sambil menyelipkan rambut Lery yang berantakan ke belakang telinganya. kemudian Mario Beralih mengungkung tubuh Lery di bawahnya dan tangan Mario langsung menarik tali pengikat jubah mandi yang Lery kenakan dan memperlihatkan tubuh polos Lery yang begitu menggoda.
“Emmm ahhh Mario,” de sa h Lery saat Mario mulai menyusuri leher jenjang Lery sambil memberikan tanda kepemilikan, kemudian Mario menghentikan aksinya dan beralih memberikan tanda kepemilikan di dada Lery dan seluruh gunung kembar Lery tanpa menyesap boba saat Mario tahu boba itu hanya milik Marco. Membuat Lery terus saja men d e sa h sambil menarik rambut Mario menikmati setiap sentuhan Mario yang tidak berhenti memberikan tanpa kepemilikan hingga ke daerah inti Lery.
“Emmm Mario hentikan aku sudah tidak tahan,” ujar Lery saat Mario tidak hentinya memberikan tanda kepemilikan di daerah intinya apalagi saat Mario menyesap daerah intinya. Kemudian Mario menghentikan aksinya dan langsung melepas pakaian yang masih melekat di tubuhnya dan melemparnya ke sembarang tempat. Dan memperlihatkan lobak impor yang sudah berdiri kokoh dengan otot-otot yang sempurna.
“Aku akan melakukannya,” bisik Mario di telinga Lery membuat Lery langsung mengangguk sambil mencium bibir Mario. Sementara itu lobak impor milik Mario mulai memasuki lubang kenikmatan dengan perlahan tapi pasti.
Suara de s a han saling bersahutan dari bibir keduanya saat Mario terus saja menghentak hentakan tubuh bagian bawahnya dengan ritme pelan sedang dan juga cepat menikmati kenikmatan yang begitu memabukkan.
“Mario emmmm ahhhh lebih cepat aku sudah tidak tahan lagi,” ucap Lery membuat Mario langsung mempercepat ritme permainannya saat dirinya juga sudah tidak tahan lagi ingin segara mencapai ******* kenikmatan. Hingga suara lengkuhan dari keduanya saling bersahutan bersama cairan hangat yang keluar dari lobak impor milik Mario. Dan Mario langsung menjatuhkan tubuhnya di samping Lery dan membawa Lery ke dalam pelukannya.
“Terima kasih,” ucap Mario sambil mengelap peluh di dahi Lery di akhiri mencium kening Lery yang sedang mengatur nafasnya setelah melakukan perjalanan panjang yang berakhir dengan kenikmatan yang memabukkan.
*Like*Komen*Bersambung...........
__ADS_1
*Pemanasan dimulai. Jangan ketawa 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 aku pun nulis sambil ketawa*