Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
117 Yakin


__ADS_3

“Oza,” ujar Maria sambil menatap seseorang yang baru saja masuk.


Tapi tidak di hiraukan oleh Oza yang langsung menghampiri Lery di ikuti seorang wanita calon tunangannya.


“Aku kira kalian tidak akan datang, sekarang kalian pilihlah pakaian yang akan kalian kenakan di acara pertunangan kalian,” ujar Lery pada sang adik.


“Kenapa tidak besok saja kak,”


“Besok yang punya butik akan pergi ke luar negeri,”


“Tapi ada karyawannya kak,”


“Oza! Jangan banyak bicara kamu dan Isyah pilih saja,”


Perintah Lery tapi tidak di hiraukan oleh Oza yang malah duduk di samping Lery.


“Oza!”


“Setelah kalian pergi, aku tidak ingin kalian melihat kemesraanku dengan Isyah,”


Oza berkata sambil melirik ke arah Maria yang sedang sibuk memilih tiga baju yang sudah dirinya coba.


“Baiklah kalau begitu,”


Lery berkata dan beranjak dari duduknya menuju ke arah Maria.


Begitu pun dengan Oza yang beranjak dari duduknya dan mengikuti Lery dari belakang.


“Kenapa kamu mengikutiku?” tanya Lery dan menghentikan langkahnya lalu menatap ke arah sang adik.

__ADS_1


“Aku hanya ingin berpartisipasi saja,”


“Terserah,” sambung Lery dan mendekat ke arah Maria.


“Kakak ipar yang mana menurut kakak, yang cocok denganku?” tanya Maria yang masih bimbang dengan pilihannya.


“Aku tadi sudah bilang yang lengan panjang,” sambung Oza.


“Benar kata Oza, itu bagus juga, meskipun semuanya juga bagus untukmu,”


Lery berkata dan membenarkan perkataan Oza.


“Baiklah aku memilih ini,” tunjuk Maria pada gaun pengantin yang tidak memiliki lengan. “Maaf kakak ipar aku lebih suka ini,”


“Itu juga bagus,”


“Terima kasih kakak ipar,” ujar Maria setelah menentukan pilihannya kemudian berpamitan kepada pemilik butik, karena tidak ingin terlalu lama berada di satu ruangan bersama Oza, karena dirinya sudah yakin akan membuang jauh perasaannya untuk Oza.


Oza menatap kepergian Maria dengan perasaan pilu, saat menyadari ada yang aneh dengan sikap Maria kepadanya.


“Dari sikapmu aku tahu kamu menyukainya,” ujar Isyah yang sekarang berdiri di belakang Oza.


Oza langsung membalik tubuhnya dan menatap Isyah, dengan senyum mengambang dari ke dua sudut bibirnya.


“Apa yang kamu katakan, itu tidak benar,”


“Aku tidak bisa di bohongi Oza,”


“Sudahlah jangan di bahas lagi, ayo kita pilih baju, ini sudah sangat larut, tidak pantas wanita lajang sepertimu masih berada di luar rumah,” ajak Oza sambil menarik tangan Isyah.

__ADS_1


Sementara itu Lery bertolak pinggang saat mendapati Mario sudah tertidur pulas di dalam mobil.


“Oh jadi ini yang kamu lakukan, Mario!” teriak Lery dengan kencang dan Mario yang sedang terlelap dengan segera membuka matanya, saat suara yang dirinya dengar lebih menyeramkan di  banding dengan raungan harimau.


“Eh sayang,” ucap Mario sambil beranjak dari tidurnya. “Apa kalian sudah selesai? Kalau sudah ayo kita pulang,”


“Pulang kamu bilang, aku menunggumu sejak tadi, tapi kamu malah enak anakan tidur disini,”


Mario yang mendengar perkataan sang istri langsung tersenyum dan tangannya menggaruk belakang kepala yang tidak gatal. Kemudian turun dari mobil dan dengan tiba-tiba memeluk tubuh sangat istri.


“Sayang ma–


“Tidak akan, aku sudah bilang. Kalau aku menginginkan cilok yang dijual pedagang gerobak, tapi kamu malah molor,” sambung Lery memotong perkataan Mario dan melepas pelukannya.


Tapi dengan segara Mario memeluk kembali tubuh Lery.


“Aku sudah mencari ke mana saja sayang, tapi tidak menemukan pedagang cilok keliling di tengah malam begini,” bohong Mario padahal dirinya memang sengaja tidak ingin membelikan cilok untuk Lery, yang sekarang suka sekali jajan di pedagang kaki lima.


“Kamu tidak berbohong?”


Lery bertanya pada Mario dan menyipitkan matanya menatap mata Mario untuk mencari kebenaran.


“Tentu saja berbohong, aku sering melihat pedagang cilok di taman kota meskipun tengah malam,” sambung Maria yang langsung masuk ke dalam mobil. Dan Mario yang mendengar perkataan sangat adik, langsung menepuk jidatnya.


“Mario! Tidak ada jatah untuk mu malam i ni,"


"Oh no."


 

__ADS_1


Bersambung...................


__ADS_2