Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
54 Pandai


__ADS_3

Lery yang mendengar perkataan Mario langsung menatap sang suami dengan air mata yang siap membanjiri pipinya. Rasanya begitu sakit saat orang yang selama nini ditunggu mengatakan hal seperti itu.


“Mario apa kamu tidak mengenaliku?” tanya Lery penasaran untuk memastikannya kembali membuat Mario langsung menggeleng pelan. “Mario jangan bercanda aku istrimu. Ingatlah aku Lery istrimu!”


“Apa aku sudah memiliki istri? Kapan?” tanya Mario lemah membuat Lery benar-benar terpukul dan air mata yang sedari tadi dirinya tahan meluncur bebas membasahi pipi mulusnya kemudian dirinya langsung terduduk di kursi samping ranjang Mario. Saat tubuhnya seperti tidak memiliki tulang untuk menahannya agar tetap berdiri.


“Mario apa yang kamu katakan. Aku istrimu hanya aku istrimu Mario. Tega sekali kamu mengatakan hal yang membuat hatiku sakit seperti ini,” ujar Lery dan terus menangis sambil menundukkan kepalanya kemudain menutupi wajahnya dengan ke dua tangannya di samping Mario.


“Mana ada istriku cengeng seperti ini. Yang aku tahu istriku itu nona batu,” ucap lemah Mario membuat Lery langsung menegakkan kepalanya menatap Mario yang sedang tersenyum ke arah Lery.


“Mario,”


“Iya istriku sayang maaf,” ujar Mario sambil merentangkan kedua tangannya dan Lery langsung memeluk Mario yang masih terbaring lemah di atas ranjang.


“Kamu jahat Mario,”


“Maaf sayang. Aku hanya bercanda,”

__ADS_1


“Tapi bercandamu tidak lucu. Aku marah padamu,”


“Aww sakit,” rintih Mario saat Lery memeluknya dengan erat.


“Maafkan aku Mario,” ucap Lery sambil melepas pelukannya.


“Aku kira kamu jagoan tapi apa. Berkelahi saja tidak bisa cemen sekali,”


“Aku kira kamu juga batu. Tapi apa setiap hari pekerjaan kamu hanya menangis di sampingku. Mario bangunlah. Mario aku merindukanmu. Mario lihatlah aku apa kamu tidak merindukan Marco dan Merin. Mario aku mencintaimu bangunlah sayang,” ujar Mario menirukan perkataannya Lery yang selalu berada di sampingnya saat dirinya koma dan apa pun yang dikatakan Lery dan orang di sekitarnya Mario mendengarkannya dengan jelas.


“Apa kamu mendengar apa yang aku katakan?” tanya Lery penasaran karena apa yang di katakan oleh Mario benar adanya.


“Mario hentikan,” ucap Lery sambil menutup mulut Mario sebelum Mario meneruskan perkataannya.


“Kenapa aku juga merindukannya,”


“Mario jangan me sum. Kamu sedang sakit,”

__ADS_1


“Tapi itunya tidak sakit,”


“Mario!”


“Maaf sayang aku hanya bercanda,” ucap Mario sambil meraih tangan Lery dan menggenggamnya. “Terima kasih sayang untuk semuanya. Karena cintamu padaku sangatlah besar. Dan aku tidak akan pernah menyia nyiakan cintamu aku berjanji padamu Lery istriku sayang,” ujar Mario sambil mencium punggung tangan Lery.


“Dan berjanjilah padaku jangan pernah seperti ini lagi. Aku tidak bisa melihatmu seperti ini yang membuat aku lemah,”


“Baiklah sayang,” ujar Mario sambil menarik tangan Lery untuk mendekat ke arahnya yang masih berbaring dan langsung mencium bibir Lery begitu pun dengan Lery yang balas mencium bibir Mario dan keduanya langsung melepas tautan bibirnya saat ada yang masuk ke dalam ruangannya.


“Merin,” ucap Mario dan juga Lery bersamaan saat Merin sudah masuk ke dalam ruangannya di ikuti oleh mommynya dan juga Maria.


“Tadi apa yang mama sama papa latutan? Papa bilang aku tidak boyeh tiuman bibil tama towo. Tapi mama tama papa tiuman di bibir mama tan tewe papa towo,” ucap Merin polos membuat mommy Lery dan juga Maria yang berdiri di belakang Merin hanya bisa tersenyum begitu pun dengan Mario.


“Siapa bilang mama sama papa ciuman Merin salah lihat. Ayo sini lihat papa sudah sembuh dan papa ingin di peluk oleh Merin,” bohong Lery untuk mengalihkan perkataan Merin yang sekarang begitu pandai dan banyak bertanya.


Bersambung..............

__ADS_1


Bonus hari minggu men komen awas aja kalau tidak tak ci p ok kalian 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


 


__ADS_2