
Wanita tersebut terus saja memeluk tubuh Mario tidak ingin melepasnya sama sekali. Suara isakan terdengar jelas di telinga Mario. Saat tiba-tiba wanita tersebut menangis.
“Aku tidak ingin terpancing dengan tangisan palsumu itu,” ucap Mario sambil mencoba melepas tangan wanita tersebut.
“Kamu bilang tangisan palsu? Kamu jahat Mario. Kamu jahat,” sambung wanita tersebut dengan tangis yang mulai menjadi.
“Aku kamu bilang? Bagaimana denganmu?”
“Aku juga jahat. Puas kamu Mario!” teriak wanita tersebut yang sekarang menatap Mario dengan tatapan tajam meskipun dirinya terus saja menangis. “Aku ingin berubah Mario. Dan aku ingin membawa hubungan kita ke jenjang yang lebih serius. Seperti yang selama ini kamu inginkan. Dan aku kembali ke sini untuk mengatakan itu padamu Mario,”
“Tapi aku tidak bisa. Aku sudah memiliki keluarga dan aku sangat menyayangi mereka. Sekali lagi maaf dan terima kasih karena kamu pernah mengisi hidupku,” ucap Mario yang langsung keluar dari apartemen miliknya. Tidak menghiraukan tangisan dan juga teriakan yang masih berada di dalam apartemennya.
Senyum sinis terukir dari sebelah sudut bibir wanita yang masih berada di dalam apartemen Mario di barengi dengan menghapus air matanya sendiri yang membasahi pipi mulus meronanya.
“Tidak semudah itu Mario. Aku bisa mendapatkan apa pun yang aku inginkan. Termasuk mengambil dirimu dari keluargamu,” ucap wanita tersebut sambil mengambil ponsel miliknya yang terdapat di atas meja ketika ada yang menghubunginya.
__ADS_1
Mario menghembuskan nafasnya lega saat dirinya sudah berada di dalam mobil. Untuk pertama kalinya dirinya bisa tegas dengan wanita yang pernah menemani hidupnya. Dan juga tempat Mario menceritakan keluh kesahnya saat bersama dengannya.
“Ya ampun. Apa ini karma karena aku sudah berbohong kepada Lery,” ucap Mario sambil menatap ponsel miliknya yang sekarang benar-benar kehabisan baterai. “Ya ampun Merin,” ucap Mario lagi yang langsung menyalakan mobilnya dan melajukannya. Ingin menemui sang putri.
“Ya ampun!” teriak Mario ketika baru turun dari dalam mobil saat dirinya sudah sampai rumah di mana Merin berada. Ketika tiba-tiba dirinya disiram menggunakan selang oleh mama Merin yang sedang menyiram tanaman di halaman rumah. Membuat Mario langsung mendekati mama Merin sambil mengambil selang yang berada di tangannya. “Ada masalah apa kamu denganku? Bukanya aku datang disambut dengan kehangatan. Kamu malah menyiram aku,”
“Karena aku tahu kamu belum mandi. Dasar Mario jelek,” ucap mama Merin sambil mengulurkan lidahnya ke arah Mario. Dan Mario langsung menarik tangan mama Merin lalu membawanya ke dalam pelukannya. Kemudian Mario menyiram tubuh mama Merin. Dan Merin yang berada tidak jauh dari ke duanya langsung tertawa senang dan mendekat ke arah mama dan juga papanya.
“Papa mama aku mau,”
__ADS_1
“Tidak boleh sayang. Nanti Merin bisa masuk angin,” ujar mama Merin sambil melepas tangan Mario yang masih mendekap dirinya. Saat dirinya sudah basah kuyup ketika Mario membalas menyiram tubuhnya.
“Iya sayang. Merin tidak boleh ikutan oke. Kita masuk saja papa sudah kedinginan,” ujar Mario sambil menggandeng tangan Merin. “sekarang sudah besar ya?” tanya Mario pada mama Merin dan menunjuk gunung kembar mama Merin yang terlihat jelas saat kaos yang di gunakannya basah kuyup dan memperlihatkan gunung kembarnya yang begitu nyata.
“Mario!”
“Kabur,” ucap Mario yang langsung meninggalkan mama Merin masuk ke dalam rumah.
"Awas kau Mario!" teriak mama Merin yang berlari mengikuti Mario masuk ke dalam.
Bersambung............
__ADS_1