Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
29 Takut Kehilangan


__ADS_3

 


 


“Awas saja jika suatu hari aku tahu kamu kembali pada Brian,”


“Tenang saja. Itu tidak akan pernah terjadi percaya padaku,”


“Aku pegang ucapanmu ini. Kalau sampai itu terjadi. Jangan salahkan aku jika aku akan mengambil Mario dirimu,”


“Enak saja,” sambung Lery sambil mendorong bahu Camel.


“Cie ini salah satu rasa cinta. Yaitu takut kehilangan,”


“Apaan sih. Sudah jangan di bahas lagi. Kita kesini untuk membahas kerja sama bukan? Kenapa melantur kemana-mana,”


“Mana berkas milikmu?”


“Ya ampun. Berkas aku masih di kantor. Lagian tadi kamu aku ajak ke kantor tidak mau. Aku hubungi sekretaris aku dulu. Biar dia membawakan berkas itu kesini,” ucap Lery sambil mengambil ponsel miliknya di dalam tas miliknya. “Ya ampun ponselku,” ucap Lery saat mendapati ponsel miliknya mati total.


“Kenapa?”


“Ponselku mati,”


“Ya sudah pakai punyaku,”


“Terima kasih,” ucap Lery yang langsung menghubungi sekretarisnya menggunakan ponsel milik Camel.


Tidak butuh waktu lama menunggu sekretaris Lery datang karena jarak perusahaannya dengan kafe di mana dirinya berada tidak terlalu jauh. Lery maupun Camel langsung menandatangani berkas kerja sama perusahaannya. Kemudian sekretaris Lery langsung mengambil berkas yang sudah di tanda tangani dan ingin kembali ke perusahaannya tapi langkahnya berhenti dan membalik badannya menatap kearah Lery.

__ADS_1


“Ada apa?” tanya Lery penasaran.


“Maaf nona. Tadi tuan Mario datang ke kantor mencari nona dan mengantar bekal untuk nona,” jelas sekretaris Lery.


“Baik terima kasih infonya. Kamu boleh kembali ke perusahaan,”


“Baik nona. Saya permisi,” ucap sekretaris Lery yang langsung keluar dari kafe tersebut.


“Kurang apa lagi coba Mario. Harusnya istri yang membawakan bekal untuk suaminya tapi ini kebalikannya. Sekarang kamu hubungi dia siapa tahu tadi dia menghubungi,” saran Camel tapi tidak dihiraukan oleh Lery yang langsung menyantap makan siang yang ada di hadapannya sambil tersenyum. “Kenapa diam saja. Apa kamu tidak mendengar apa yang aku katakan Lery,”


“Istri punya cara sendiri untuk meminta maaf. Jadi jomblo diam saja,”


“Sialan. Pasti ujungnya keranjang. Apa kamu sedang membuat jiwa jombloku meronta ronta?”


“Makanya cepat cari pendamping hidup lagi kamu tidak ingin putrimu memanggil seseorang dengan sebutan papi?”


“Belajarlah mencintai seseorang. Jangan pintarnya menasihati saja,”


“Aku ingin mencintai Mario boleh tidak?”


“Enak saja. Mario hanya untukku,”


“Kirain. Oh iya di sini cari berondong di mana?”


“Ya ampun kapan kamu akan berubah Camel,”


“Kalau sudah dapat berondong yang cocok,”


“Dasar tante-tante genit. Oh iya setelah ini kamu ingin pergi ke mana?”

__ADS_1


“Ada deh. Aku pakai mobil kamu dulu ya,”


“Oke. Kamu pakai saja. Nanti pulang kerja aku datang ke hotel di mana kamu menginap,”


“Oke Terima kasih my honey,” ucap Camel yang langsung memeluk bahu Lery.


 


*


*


*


Setelah pulang dari kantor Lery langsung menuju hotel di mana Camel menginap selama di Indonesia seperti janjinya tadi siang. Lery langsung turun dari mobil kantor tepat di depan lobi hotel. Kemudian Lery menuju ke dalam hotel sambil menghubungi Camel. Tapi langkahnya terhenti saat ada seseorang yang tiba-tiba menarik tangannya. Dan Lery langsung menatap orang tersebut.


“Brian,” ucap Lery sambil melepas tangan Brian yang masih memegangi tangannya. Kemudian Lery langsung berjalan meninggalkan Brian. Tapi dengan segera Brian menarik tangan Lery kembali.


“Lery maafkan aku,” ucap Brian yang sekarang memegang kedua bahu Lery untuk menghadap ke arahnya. “Aku salah. Aku kejam. Aku brengsek tapi mohon maafkan aku Lery. Aku baru sadar sekarang kamulah segalanya untukku. Dan aku tidak bisa hidup tanpamu. Jadi berikan aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku kepadamu,”


“Brian lepaskan aku. Dan pergi dari hadapanku aku tidak ingin melihatmu,” ucap Lery membuat Brian langsung membawa Lery ke dalam pelukannya.


“Aku mohon padamu Lery beri aku kesempatan sekali saja. Aku mohon Lery,” ujar Brian yang tiba-tiba menangis sambil terus memeluk Lery dengan erat. Lery yang merasa iba dengan Brian saat Brian mengatakannya dengan tulus reflek langsung balas memeluk tubuh Brian. Tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang menatapnya dari kejauhan.


 


 


Bersambung.................

__ADS_1


__ADS_2