Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
92 Satu Lusin


__ADS_3

 


Dengan berat hati akhirnya Maria mengizinkan Juano untuk tidur di pangkuannya, saat Juano langsung menidurkan kepalanya di kedua paha Maria. Dan Maria dengan sekuat tenaga menahan geli, ketika dirinya tidak pernah sekalipun memangku kepala pria sebelumnya.


“Maukah kamu menemaniku untuk menghadiri pernikahan Elis besok?”


“Aku tidak mau kalau kamu masih menyedihkan seperti ini. Tapi kalau–


“Aku berjanji padamu itu tidak akan pernah terjadi lagi,” sambung Juano memotong perkataan Maria. “Dan izinkan aku tetap seperti ini,” ujar Juano yang langsung memejamkan matanya di pangkuan Maria.


“Ya Tuhan ada apa denganku. Kenapa aku merasa iba dengan Ano. Maria ingat tujuan kamu,” guman Maria dalam hati dan tangannya refleks mengelus elus rambut Juano.


*


*


*


Keesokan harinya di rumah Lery terjadi kehebohan di pagi hari saat Mario tidak mendapati Lery sang istri ada di kamarnya. Dan dirinya lebih kuatir lagi saat kedua anaknya juga tidak ada di kamarnya dan di seluruh penjuru rumah, dan semua asisten rumah tangannya dan juga pengasuh anaknya pun tidak ada. Kemudian Mario berlari menuju kamar untuk menghubungi Lery tapi ponsel sang istri ada di kamarnya juga.


“Ya ampun ke mana kalian. Apa kalian ingin membuat aku mati mendadak, sayang kamu ada di mana?” ujar Mario dan ingin menghubungi anak buahnya untuk mencari istri dan juga anaknya. “Sayang kamu di mana!” teriak Mario frustasi sambil mengacak acak rambutnya kasar.


“Aku disini sayang,” ujar Lery yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar sambil menggendong Marco dan menuntun Merin diikuti assisten rumah tangganya yang membawa kue ulang tahun.


“Telamat ulang tahun Papa,” ujar Merin yang langsung menghambur memeluk Mario. Begitu Lery yang ikut mendekat ke arah Mario.


“Selamat ulang tahun sayang, doa yang terbaik untukmu,” ucap Lery sambil mencium singkat bibir Mario.


“No no no Papa Mama, tidak boleh tiuman bibil,”


“Tidak sayang, Merin salah lihat tadi mama tersandung dan tidak sengaja bibir mama bertemu dengan bibir papa,” bohong Lery sambil tersenyum.

__ADS_1


“Oh kalau itu boyeh,” sambung Merin. “Sekalang Papa nyanyi telamat ulang tahun, teyus abis itu potong kue oke,”


“Ko Papa yang nyanyi, Merin dong yang nyanyi, suara Merin kan merdu sekali,”


“Oh ya baiklah,” ujar Merin yang langsung bernyanyi di ikuti semuanya yang berkumpul di kamar Lery untuk merayakan kejutan ulang tahuh untuk Mario.


Setelah acara sederhana tersebut selesai, semua kembali pada tugasnya masing-masing. Dan Mario yang berada di dalam kamar langsung memeluk Lery dari belakang saat Lery sedang merapikan tempat tidur.


“Apa kamu ingin membuat aku mati berdiri sayang? Tega sekali kamu meninggalkanku,”


“Meninggalkanmu? Aku dan juga anak-anak hanya ingin memberi kamu kejutan,” ujar Lery sambil membalik tubuhnya menghadap Mario.


“Tapi kejutan kamu tidak lucu, kamu membuat aku frustasi. Aku kira–


“Apa? Adel menculik kita semua. Itu tidak mungkin sayang,” ujar Lery memotong perkataan Mario sambil tersenyum dan membelai wajah sang suami.


“Terus kado untukku mana?”


“Ada yang belum,”


“Apa?”


“Kesebelasan eh bukan deh sepertinya tambah satu lagi biar pas satu lusin,”


“Apaan sih tidak jelas,” sambung Lery tahu apa yang di katakan oleh sang suami.


“Makanya aku harus sering memberi nutrisi untuk anak kita ini agar cepat tumbuh besar dan segera keluar dari sarangnya iya kan sayang,” ujar Mario sambil mengelus perut Lery. “Dan setelah itu kita harus rajin menanam,”


“Dasar otak tidak jauh dari itu,”


“Itu apa jelaskan sayang,” sambung Mario yang sekarang beralih memeluk pinggang istrinya sambil memainkan alisnya.

__ADS_1


“Mario jangan bercanda,”


“Kado ulang tahunku sayang,”


“Apa semalam kurang?”


“Kasih bonuslah,”


“Tidak bisa. Sudah sana mandi setelah itu antarkan aku ke tempat Maria. Aku ingin memberi kejutan padanya. Hari ini dia juga ulang tahun,” ujar Lery yang langsung mendorong tubuh Mario ke arah kamar mandi.


*


*


*


Mario, Lery, kedua anaknya dan tak lupa pengasuh Merin dan juga Mario yang sudah sampai di rumah Maria untuk memberikan kejutan langsung turun dari mobil.


“Kenapa mobil Maria tidak ada. Apa dia tidak ada di rumah,” ucap Mario saat tidak mendapati ada mobil sang adik.


“Mungkin sedang di bawa ke car wash sayang, dan bagus bukan sambil menunggu dia pulang kita bisa mempersiapkan kejutan untuk Maria,” sambung Lery yang langsung mengetuk pintu.


Bersambung...............


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2